BAB 22 Tentang Mengekang Emosi (Marah).
Al Faqih, Rasulullah bersabda: Segala sesuatu punya ke istimewaan, dan majelis teristimewa yang menghadap kiblat, dan majelis kalian itu dengan amanat, kalian jangan salat di belakang orang tidur, dan orang berhadats, bunuhlah ular dan ketongeng, sekalipun tengah melakukan salat, jangan tutup dinding dengan kain, dan barangsiapa membuka atau membaca surat kawan atau saudaranya tanpa izinnya, berarti ia membuka neraka. Dan barangsiapa ingin kuat, berserah dirilah kepada Allah, jika ingin mulia, takwalah kepada Allah, jika ingin menjadi manusia terkaya, yakinlah akan jaminan Allah melebihi (harta) yang ditangannya. Kemudian sabdanya pula: Tahukah kamu manusia yang paling jahat? Yaitu orang yang kenyang (sendiri) tidak perduli (membantu) kanan kirinya, berwatak bengis, dan memukul pembantunya. Lalu siapakah yang lebih jahat dari itu? Yaitu: Manusia yang suka membenci dan dibenci lainnya. Lalu siapakah yang melebihi itu? Yaitu: Orang yang tidak mau memaafkan kesalahan orang lain, tidak menerima maaf atau udzur lain orang. Lalu siapakah yang melebihi itu? Yaitu: Manusia yang tidak bisa diharap kebaikannya, dan orang lain tidak tentram karena gangguannya. Kemudian beliau menirukan nasihat Nabi Isa s: Hai Bani Israil, hikmah jangan kau katakan pada orang jahil, berarti kau aniaya pada hikmah itu, dan jangan pula kau simpan (dari ahlinya) berarti kau aniaya pula orang yang berhak atas itu. Dan jangan kau tanggapi orang jahat (membalas kejahatannya) mengakibatkan lenyapnya kebaikanmu di sisi Tuhan. Hai bani Israil, pada dasarnya segala urusan itu terbagi menjadi tiga, yaitu:
1. Yang baik (terang) baiknya, ikutilah.
2. Yang buruk (terang) buruknya, hindarkanlah,
3. Yang meragukan, maka kembalikan kepada Allah dan Rasulullah Nya.
.........
No comments:
Post a Comment