Bab : Iman.
Pasal Murtad.
Atau berkata: ‘Semoga Allah swt mengutuk kepada ulama.’ Apabila dia berkata: “Seluruh ulama semoga terkutuk maka dia akan kafir sekalipun tidak dengan nada menghina. Sebab pengertian ulama adalah mencakup para nabi dan malaikat. Atau dia mengetawakan para ulama, muballigh dan guru-guru dengan nada yang menghina di muka orang banyak agar mereka juga turut mengetawakannya.
Atau tidak bermaksud mengetawakan tapi membikin permainan saja. Atau bila dia membuang fatwa seorang ‘alim dan berkata: ‘Untuk apa fatwa ini?’ Dia bermaksud menghinanya. Seorang muslim akan menjadi kafir pula bila berharap untuk keluar dari agama Islam atau bila beragama Islam maka dia minta agar diberi beberapa dirham.
............
Murtad karena Meremehkan Agama dan Ahlinya
Tazkiyatun Nufūs (Penyucian Jiwa) dalam Menjaga Kehormatan Agama, Ulama, dan Syariat
Mukadimah
Agama Islam bukan hanya kumpulan ibadah lahiriah, tetapi juga adab batin yang harus dijaga. Di antara penyakit hati yang sangat berbahaya adalah meremehkan agama, menghina ulama, mempermainkan syariat, atau bergurau tentang perkara yang dimuliakan Allah SWT. Dalam ilmu tasawuf, perilaku seperti ini menunjukkan adanya kegelapan hati, kesombongan jiwa, dan lemahnya pengagungan kepada Allah (ta'zhīm lillāh).
1. Makna (Tafsir) Isi Redaksi
Redaksi di atas menjelaskan beberapa ucapan dan perbuatan yang dapat mengantarkan seseorang kepada kekufuran apabila dilakukan dengan maksud menghina agama, syariat, para nabi, ulama, atau perkara yang dimuliakan Allah SWT.
Beberapa contoh yang disebutkan:
- Mengutuk seluruh ulama.
- Mengejek ulama, muballigh, dan guru agama.
- Menjadikan ilmu agama sebagai bahan olok-olokan.
- Menghina fatwa ulama karena meremehkan agama.
- Berharap keluar dari Islam.
- Menukar agama dengan keuntungan duniawi.
Dalam perspektif tasawuf, akar masalahnya bukan sekadar lisan, tetapi penyakit hati berupa:
- Takabbur (kesombongan).
- Istihzā' (meremehkan).
- Su'ul adab kepada agama.
- Cinta dunia yang berlebihan.
2. Hukum (Ahkam)
Para ulama menjelaskan bahwa menghina Allah, Rasul-Nya, ayat-ayat-Nya, syariat-Nya, atau agama-Nya termasuk perkara yang membatalkan keimanan.
Allah SWT berfirman:
"Katakanlah: Apakah terhadap Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? Janganlah kamu meminta maaf, karena sesungguhnya kamu telah kafir sesudah beriman."
(QS. At-Taubah: 65-66)
Namun demikian, dalam penerapan hukum kepada individu tertentu, para ulama menetapkan syarat-syarat yang sangat ketat, seperti adanya unsur kesengajaan, pemahaman, dan hilangnya berbagai penghalang (ketidaktahuan, salah ucap, paksaan, dan sebagainya). Karena itu, penetapan kafir kepada individu tertentu bukan urusan orang awam, melainkan urusan para ulama dan hakim syariat yang berwenang.
3. Dalil Al-Qur'an, Hadis dan Hadis Qudsi
Al-Qur'an
Allah SWT berfirman:
"Demikianlah, dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah maka sesungguhnya itu berasal dari ketakwaan hati."
(QS. Al-Hajj: 32)
Allah SWT berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain."
(QS. Al-Hujurat: 11)
Hadis
Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang diridhai Allah, tanpa ia menganggapnya penting, Allah mengangkat derajatnya karenanya. Dan sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang dimurkai Allah, tanpa ia menganggapnya penting, maka ia terjerumus ke dalam neraka karenanya."
(HR. Bukhari)
Rasulullah SAW bersabda:
"Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati orang tua kami, tidak menyayangi yang muda, dan tidak mengetahui hak ulama kami."
(HR. Ahmad)
Hadis Qudsi
Allah SWT berfirman:
"Barangsiapa memusuhi wali-Ku, maka Aku umumkan perang terhadapnya."
(HR. Bukhari)
4. Analisis dan Argumentasi Tasawuf
Menurut para ulama tasawuf, menghina ulama bukan sekadar kesalahan sosial.
Karena ulama adalah pewaris para nabi.
Apabila seseorang meremehkan ulama karena ilmu dan agama yang mereka bawa, maka hakikatnya dia sedang meremehkan syariat.
Namun perlu dibedakan:
Boleh
- Mengkritik pendapat ulama dengan adab.
- Membahas kesalahan ijtihad.
- Menjelaskan kekeliruan pendapat.
Tidak boleh
- Menghina.
- Mencaci.
- Menertawakan agama.
- Menjadikan syariat sebagai bahan candaan.
Tasawuf mengajarkan bahwa hati yang hidup akan semakin tunduk kepada ilmu dan para pembawanya.
5. Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)
- Menjaga lisan lebih sulit daripada menjaga anggota badan lainnya.
- Candaan bisa menghancurkan iman bila menyentuh perkara agama.
- Kemuliaan seseorang terletak pada adabnya.
- Ulama adalah pewaris para nabi.
- Hati yang bersih akan memuliakan syariat.
- Kesombongan sering menjadi sebab kehancuran iman.
6. Amalan (Implementasi)
Harian
- Membiasakan dzikir sebelum berbicara.
- Mengurangi komentar negatif.
- Menahan diri dari menyebarkan ejekan di media sosial.
- Menghormati guru dan ulama.
- Membaca istighfar minimal 100 kali sehari.
Mingguan
- Menghadiri majelis ilmu.
- Membaca kitab akhlak dan tasawuf.
- Muhasabah terhadap ucapan selama seminggu.
Bulanan
- Memperbanyak sedekah kepada lembaga pendidikan Islam.
- Bersilaturahim kepada guru dan orang saleh.
7. Relevansi yang Viral di Zaman Sekarang
Teknologi dan Media Sosial
Hari ini seseorang bisa membuat video penghinaan yang ditonton jutaan orang dalam hitungan jam.
Candaan yang dahulu hanya didengar beberapa orang, sekarang dapat tersebar ke seluruh dunia.
Komunikasi Digital
- Meme agama.
- Konten sindiran terhadap ulama.
- Potongan ceramah yang dipelesetkan.
Semua itu berpotensi menjadi dosa yang terus mengalir selama kontennya beredar.
Kecerdasan Buatan dan Teknologi
Kemajuan teknologi harus dipakai untuk menyebarkan ilmu, bukan mempermainkan agama.
Kehidupan Sosial
Budaya viral sering mendorong seseorang mencari perhatian dengan cara menertawakan sesuatu yang sakral.
Padahal popularitas sesaat tidak sebanding dengan keselamatan akhirat.
8. Motivasi
Wahai saudaraku,
Mungkin kita tidak mampu menjadi ulama besar.
Mungkin kita belum mampu menjadi ahli ibadah.
Namun setidaknya jangan sampai kita menjadi orang yang meremehkan agama dan ahlinya.
Orang yang menghormati ilmu akan diangkat derajatnya.
Orang yang memuliakan syariat akan dimuliakan Allah.
Dan orang yang menjaga lisannya akan memperoleh keselamatan dunia dan akhirat.
9. Muhasabah dan Caranya
Tanyakan kepada diri sendiri:
- Apakah aku pernah menertawakan ceramah agama?
- Apakah aku pernah menyebarkan meme yang merendahkan ulama?
- Apakah aku pernah meremehkan fatwa karena hawa nafsu?
- Apakah lisanku lebih sering menghormati atau mencela?
Cara Muhasabah
- Duduk sendiri setelah Isya.
- Ingat ucapan selama sehari.
- Catat kesalahan lisan.
- Istighfar dengan sungguh-sungguh.
- Bertekad tidak mengulanginya.
10. Kemuliaan dan Kehinaan yang Didapat
Di Dunia
Kemuliaan
- Dihormati manusia.
- Dicintai orang-orang saleh.
- Mendapat keberkahan ilmu.
- Hati menjadi tenang.
Kehinaan
- Hilangnya keberkahan ilmu.
- Sulit menerima nasihat.
- Hati menjadi keras.
- Terjerumus dalam kesombongan.
Di Alam Kubur
Kemuliaan
- Mendapat keluasan kubur.
- Ditemani amal saleh.
- Mendapat ketenangan.
Kehinaan
- Penyesalan yang mendalam.
- Kesempitan kubur sesuai kehendak Allah.
Di Hari Kiamat
Kemuliaan
- Mendapat naungan rahmat Allah.
- Wajah berseri-seri.
- Hisab yang ringan.
Kehinaan
- Rasa malu di hadapan seluruh makhluk.
- Hisab yang berat bagi yang tidak bertaubat.
Di Akhirat
Kemuliaan
- Ridha Allah.
- Surga dan kenikmatannya.
Kehinaan
- Jauh dari rahmat Allah bagi orang yang mati dalam kekafiran dan tidak bertaubat.
11. Doa
Bismillāhir-Rahmānir-Rahīm.
Allāhumma yā Muqallibal-qulūb, tsabbit qulūbanā 'alā dīnik.
Allāhumma innā na'ūdzu bika min zayghil-qulūb, wa min fitnatil-lisān, wa min su'il-adab ma'aka wa ma'a Rasūlika wa ma'a awliyā'ika.
Allāhumma arinal-haqqa haqqan warzuqnā ittibā'ah, wa arinal-bāthila bāthilan warzuqnā ijtinābah.
Rabbana lā tuzigh qulūbanā ba'da idz hadaytanā wa hab lanā milladunka rahmah, innaka antal-Wahhāb.
Āmīn yā Rabbal-'Ālamīn.
Ucapan Terima Kasih
Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca tausiyah ini. Semoga Allah SWT menjaga iman kita, membersihkan hati kita dari kesombongan dan penghinaan terhadap agama, serta menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang memuliakan syariat, ulama, dan seluruh jalan kebaikan hingga akhir hayat. Āmīn.
..........📌 Murtad Gara-gara Ngeremehin Agama & Ulama
🔥 Pembukaan
Bro, sis, agama tuh bukan cuma ibadah-ibadah doang. Ada yang namanya adab sama hati. Salah satu penyakit hati paling bahaya adalah: nganggep remeh agama, ngeledekin ulama, atau bercanda soal hal-hal yang dimuliakan Allah. Dalam dunia tazkiyatun nufus (penyucian jiwa), sikap kayak gitu tanda hati gelap, sombong, dan lupa gimana besarnya Allah.
---
1. Arti Redaksi (Biar Nggak Bingung)
Yang ditulis di atas itu maksudnya kurang lebih begini:
· Mengutuk semua ulama, apalagi sengaja, itu bahaya.
· Ngetawain ulama, guru ngaji, mubaligh di depan umum dengan nada nyinyir.
· Bikin konten receh yang isinya mempermainkan fatwa atau ilmu agama.
· Buang-buang fatwa ulama sambil bilang "buat apa sih fatwa ini?" dengan maksud menghina.
· Berharap keluar dari Islam atau mau ninggalin Islam cuma karena duit (misal: dikasih beberapa dirham terus murtad).
Dalam ilmu tasawuf, akar masalahnya bukan cuma omongan doang, tapi hati yang sakit: sombong, suka ngeremehin (istihza’), kurang ajar sama agama, dan cinta dunia kebangetan.
---
2. Hukumnya (Jangan Asal Vonis Ya)
Para ulama bilang: menghina Allah, Rasul, ayat, syariat, atau agama itu bisa batalin iman.
Dalilnya:
QS. At-Taubah: 65-66 — “Katakanlah: Apakah terhadap Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? Janganlah kamu meminta maaf, karena sesungguhnya kamu telah kafir sesudah beriman.”
Tapi catatan penting:
Nggak sembarangan kita bisa vonis seseorang jadi kafir. Ada syarat ketat: harus sengaja, paham, nggak dipaksa, dll. Jadi urusan vonis itu biar ulama dan hakim syariat yang mutusin. Jangan main hakim sendiri.
---
3. Dalil dari Qur’an, Hadis, & Hadis Qudsi
(Ayat & hadis tetap asli, nggak di-gaulin)
QS. Al-Hajj: 32 — “Demikianlah, dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah maka sesungguhnya itu berasal dari ketakwaan hati.”
QS. Al-Hujurat: 11 — “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain.”
Hadis:
Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang diridhai Allah, tanpa ia menganggapnya penting, Allah mengangkat derajatnya karenanya. Dan sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang dimurkai Allah, tanpa ia menganggapnya penting, maka ia terjerumus ke dalam neraka karenanya.” (HR. Bukhari)
“Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati orang tua kami, tidak menyayangi yang muda, dan tidak mengetahui hak ulama kami.” (HR. Ahmad)
Hadis Qudsi:
Allah SWT berfirman: “Barangsiapa memusuhi wali-Ku, maka Aku umumkan perang terhadapnya.” (HR. Bukhari)
---
4. Analisis Versi Santri Kekinian
Menurut ulama tasawuf, ngehina ulama itu bukan cuma salah sosial.
Ulama kan pewaris nabi. Jadi kalau ngeremehin mereka karena ilmu agamanya, sama aja ngeremehin syariat.
Tapi perlu dibedakan, ya:
Boleh (asalkan adab) Nggak Boleh
Ngritik pendapat ulama dengan sopan Menghina pribadinya
Bahas kesalahan ijtihad dengan ilmu Mencaci maki
Ngejelasin kekeliruan dengan data Ngetawain agama
Bercanda soal syariat
Hati yang hidup itu makin hormat sama ilmu dan ulama, bukan malah nyinyir.
---
5. Hikmah (Yuk Dipahami)
· Jaga lisan itu lebih berat dari jaga anggota tubuh lain.
· Candaan receh bisa hancurin iman kalau nyangkut agama.
· Harga diri seseorang itu dari adab-nya.
· Ulama itu pewaris nabi, jadi jangan disakiti hatinya.
· Hati yang bersih otomatis bakal hormat sama syariat.
· Sombong = bikin iman boncos.
---
6. Amalan Biar Nggak Terjerumus
Harian:
· Biasakan dzikir sebelum ngomong.
· Kurangi komentar negatif, apalagi di medsos.
· Hormati guru & ulama.
· Istighfar minimal 100x sehari.
Mingguan:
· Dateng ke majelis ilmu.
· Baca kitab akhlak/tasawuf (yang ringan-ringan dulu).
· Muhasabah (introspeksi) omongan selama seminggu.
Bulanan:
· Sedekah ke lembaga pendidikan Islam.
· Silaturahim ke guru atau orang saleh.
---
7. Relevansi di Zaman Now (Viral & Medsos)
Dulu orang bercanda cuma didengar beberapa orang. Sekali upload, bisa ditonton jutaan orang. Bahaya banget.
Yang sering terjadi:
· Meme agama yang nyelekit.
· Konten sindiran ke ulara.
· Potongan ceramah dipelintir jadi lucu-lucuan.
Semua itu bisa jadi dosa jariyah selama kontennya masih beredar.
Kecerdasan buatan (AI) juga bisa dipakai kebaikan, bukan buat bikin konten receh soal agama.
Ingat: viral sesaat nggak sebanding dengan selamat di akhirat.
---
8. Motivasi (Buat Kita Semua)
Woy, saudaraku...
Mungkin kita nggak bisa jadi ulama besar.
Mungkin kita belum jadi ahli ibadah.
Tapi jangan sampai kita jadi orang yang ngeremehin agama dan ulama.
Orang yang hormat sama ilmu, pasti diangkat derajatnya.
Orang yang muliakan syariat, pasti dimuliakan Allah.
Dan orang yang jaga lisannya, selamat dunia akhirat.
---
9. Muhasabah Diri (Coba Jujur)
Tanyain ke dirimu sendiri:
· Pernah nggak aku ngetawain ceramah?
· Pernah nggak aku share meme yang ngerendahin ulama?
· Pernah nggak aku remehkan fatwa karena ikut hawa nafsu?
· Lisanku lebih sering ngomong baik atau nyinyir?
Cara muhasabah:
1. Duduk sendiri setelah Isya.
2. Ingat-ingat ucapan seharian.
3. Catat yang salah.
4. Istighfar sungguh-sungguh.
5. Bertekad nggak ngulangi.
---
10. Akibat: Mulia atau Hina?
Di dunia Mulia: dihormati, dicintai orang saleh, hati tenang.
Hina: keberkahan ilmu hilang, hati keras, susah dengar nasihat.
Di kubur Mulia: lapang, tenang.
Hina: sesal, sempit.
Kiamat Mulia: naungan Allah, wajah cerah, hisab ringan.
Hina: malu di depan semua makhluk, hisab berat.
Akhirat Mulia: ridha Allah, surga.
Hina: jauh dari rahmat (kalau mati kafir & nggak tobat).
---
11. Doa Penutup
Bismillahirrahmanirrahim.
Allāhumma yā Muqallibal-qulūb, tsabbit qulūbanā 'alā dīnik.
Allāhumma innā na'ūdzu bika min zayghil-qulūb, wa min fitnatil-lisān, wa min su'il-adab ma'aka wa ma'a Rasūlika wa ma'a awliyā'ika.
Allāhumma arinal-haqqa haqqan warzuqnā ittibā'ah, wa arinal-bāthila bāthilan warzuqnā ijtinābah.
Rabbana lā tuzigh qulūbanā ba'da idz hadaytanā wa hab lanā milladunka rahmah, innaka antal-Wahhāb.
Āmīn yā Rabbal-'Ālamīn.
---
😊 Terima Kasih
Makasih banyak udah baca tausiyah versi santuy ini.
Semoga Allah jaga iman kita, bersihin hati dari sombong & hinaan ke agama, dan jadikan kita hamba-hamba yang muliakan syariat, ulama, dan semua jalan kebaikan sampai akhir hayat.
Āmīn.
---
Tetap santun, tetap kekinian, jangan lupa adab ya ges ya. 🔥
.........
No comments:
Post a Comment