Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda:
“Akan datang suatu zaman dimana manusia tidak lagi mengamalkan kesunahanku. Mereka melakukan bid’ah. Barang siapa yang mengamalkan kesunahanku pada zaman itu, maka ia adalah seperti orang asing dan sendirian. Barang siapa mengikuti kebid’ahan mereka maka ia akan memiliki 50 teman atau lebih banyak.”
Para sahabat bertanya, “Apakah setelah zaman itu ada kaum yang lebih utama daripada kami?”
“Iya. Ada.”
“Apakah kaum itu mengenal anda?”
Rasulullah menjawab, “Tidak”.
“Apakah diturunkan wahyu kepada kaum itu?”
“Tidak”.
“Bagaimana sifat kaum itu?”
Buletin Tauziah
“Menjaga Sunnah di Akhir Zaman: Bara Api di Tangan Orang-Orang Asing”
(Dalam Perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufūs)
Mukadimah
Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta‘ala yang menjaga agama ini dengan para wali, ulama, orang-orang shalih, dan hamba-hamba yang ikhlas. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga, sahabat, dan seluruh umat beliau hingga akhir zaman.
Di antara tanda akhir zaman adalah sedikitnya orang yang istiqamah menjaga sunnah Rasulullah ﷺ. Orang yang berpegang teguh kepada agama akan dianggap aneh, asing, bahkan terkadang dimusuhi. Namun justru di situlah kemuliaan mereka di sisi Allah.
Makna (Tafsir) Isi Redaksi
Hadis tersebut menggambarkan keadaan umat di akhir zaman:
- Sunnah mulai ditinggalkan.
- Bid‘ah, hawa nafsu, riya’, dan kemaksiatan dianggap biasa.
- Orang yang istiqamah menjadi sedikit.
- Menjaga agama terasa berat seperti menggenggam bara api.
“Mereka seperti garam di dalam air”
Maknanya:
- Mereka larut dalam masyarakat namun tidak merusak.
- Hati mereka lembut karena takut kepada Allah.
- Mereka hidup sederhana, tersembunyi, dan tidak mencari popularitas.
Dalam ilmu tasawuf, ini disebut:
Ghurabā’ (orang-orang asing)
Yakni orang yang:
- tetap menjaga hati,
- menjaga sunnah,
- menjaga adab,
- walaupun hidup di tengah kerusakan manusia.
Hukum (Ahkam)
1. Wajib mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ
Allah Ta‘ala berfirman:
“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka ambillah, dan apa yang dilarangnya maka tinggalkanlah.”
(QS. Al-Hasyr: 7)
2. Haram membuat perkara baru yang merusak agama
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa mengada-adakan perkara baru dalam urusan kami ini yang bukan darinya, maka tertolak.”
(HR. Bukhari-Muslim)
3. Wajib bersabar ketika fitnah akhir zaman datang
Karena mempertahankan iman di zaman fitnah termasuk jihad terbesar.
Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)
1. Kebenaran tidak diukur dari banyaknya pengikut
Kadang orang benar justru sedikit.
Allah berfirman:
“Dan sedikit sekali dari hamba-Ku yang bersyukur.”
(QS. Saba’: 13)
2. Akhir zaman adalah ujian hati
Bukan hanya ujian ilmu.
Banyak orang:
- pintar berbicara agama,
- tetapi hatinya kosong dari keikhlasan.
Tasawuf mengajarkan:
membersihkan hati sebelum memperdebatkan manusia.
3. Orang yang istiqamah akan merasa asing
Karena:
- dunia menyukai syahwat,
- sedangkan orang beriman menyukai akhirat.
Dalil Al-Qur’an, Hadis, dan Hadis Qudsi
Al-Qur’an
Tentang sedikitnya orang istiqamah
“Dan jika kamu menuruti kebanyakan manusia di bumi, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah.”
(QS. Al-An‘am: 116)
Tentang beratnya ujian iman
“Apakah manusia mengira mereka dibiarkan berkata: ‘Kami beriman’, sedangkan mereka belum diuji?”
(QS. Al-‘Ankabut: 2)
Hadis
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awalnya. Maka beruntunglah orang-orang asing.”
(HR. Muslim)
Hadis lain:
“Akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang sabar memegang agamanya seperti menggenggam bara api.”
(HR. Tirmidzi)
Hadis Qudsi
Allah Ta‘ala berfirman:
“Barang siapa memusuhi wali-Ku maka Aku umumkan perang kepadanya.”
(HR. Bukhari)
Ini menunjukkan kemuliaan orang yang menjaga agama dengan ikhlas di tengah kerusakan zaman.
Analisis dan Argumentasi
Mengapa manusia meninggalkan sunnah?
1. Cinta dunia
Hati sibuk:
- mengejar pujian,
- kekayaan,
- popularitas,
- dan syahwat.
2. Teknologi tanpa kendali ruhani
Media sosial menjadikan:
- riya’ dianggap ibadah,
- maksiat dianggap hiburan,
- kebodohan dianggap ilmu.
3. Hilangnya adab kepada ulama
Banyak orang belajar agama:
- hanya dari potongan video,
- tanpa sanad,
- tanpa guru,
- tanpa tazkiyatun nufus.
Akibatnya:
- keras lisannya,
- sombong ilmunya,
- kering hatinya.
Amalan (Implementasi)
Cara menjaga agama di akhir zaman
1. Perbanyak dzikir
Karena hati mati di zaman fitnah.
Dzikir:
- istighfar,
- shalawat,
- La ilaha illallah,
- Hasbunallah wa ni‘mal wakil.
2. Menjaga shalat berjamaah
Masjid adalah benteng iman.
3. Memilih lingkungan shalih
Karena hati mudah terpengaruh.
4. Mengurangi perdebatan
Orang akhir zaman banyak bicara sedikit amal.
5. Menangis di hadapan Allah
Hati yang lembut adalah tanda keselamatan.
Relevansi di Zaman Sekarang
1. Teknologi
Manusia sangat dekat secara digital, tetapi jauh secara ruhani.
- Viral lebih dicari daripada benar.
- Likes lebih dicari daripada ridha Allah.
2. Komunikasi
Fitnah menyebar dalam hitungan detik.
Dosa:
- ghibah,
- fitnah,
- hoaks,
- adu domba, menjadi ringan di jari manusia.
3. Transportasi
Perjalanan semakin cepat, tetapi manusia lupa perjalanan menuju akhirat.
4. Kedokteran
Tubuh semakin dirawat, tetapi hati semakin sakit:
- iri,
- dengki,
- sombong,
- keras hati.
5. Kehidupan sosial
Orang malu miskin, tetapi tidak malu bermaksiat.
Orang takut tidak terkenal, tetapi tidak takut kepada Allah.
Motivasi
Wahai orang yang menjaga sunnah…
Jangan sedih bila engkau dianggap aneh.
Karena:
- Nabi Nuh sedikit pengikutnya,
- Nabi Ibrahim dibakar,
- Nabi Musa dimusuhi,
- Nabi Muhammad ﷺ dihina.
Namun mereka mulia di sisi Allah.
Bisa jadi:
- kesendirianmu di dunia, menjadi kemuliaanmu di akhirat.
Muhasabah & Caranya
Renungkan:
- Apakah aku lebih takut dihina manusia daripada dimurkai Allah?
- Apakah ibadahku karena Allah atau karena dilihat manusia?
- Apakah media sosial mendekatkanku kepada Allah atau menjauhkan?
Cara Muhasabah
1. Luangkan waktu menyendiri
Minimal 10 menit setiap malam.
2. Hitung dosa harian
- lisan,
- mata,
- hati,
- tangan.
3. Perbanyak taubat
Karena tidak ada manusia suci tanpa istighfar.
4. Dekat dengan Al-Qur’an
Al-Qur’an adalah cahaya akhir zaman.
Kemuliaan dan Kehinaan
Kemuliaan Orang yang Menjaga Sunnah
Di Dunia
- hati tenang,
- wajah bercahaya,
- dicintai orang shalih,
- hidup penuh keberkahan.
Di Alam Kubur
- kubur diluaskan,
- diterangi cahaya amal,
- mendapat rahmat Allah.
Di Hari Kiamat
- bersama Rasulullah ﷺ,
- mendapat syafaat,
- wajah berseri-seri.
Di Akhirat
- masuk surga,
- bertemu Allah,
- bersama para nabi dan shalihin.
Kehinaan Orang yang Mengikuti Hawa Nafsu
Di Dunia
- hati gelisah,
- hidup tanpa berkah,
- sulit khusyuk.
Di Alam Kubur
- penyesalan panjang,
- kesempitan kubur,
- amal buruk menjadi azab.
Di Hari Kiamat
- malu di hadapan Allah,
- berat hisabnya,
- jauh dari syafaat.
Di Akhirat
- penyesalan abadi bagi yang tidak bertaubat.
Doa
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ قُلُوبَنَا، وَثَبِّتْنَا عَلَى السُّنَّةِ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الْغُرَبَاءِ الصَّالِحِينَ، وَاحْفَظْ إِيمَانَنَا فِي آخِرِ الزَّمَانِ.
“Ya Allah, perbaikilah hati kami, teguhkan kami di atas sunnah Rasul-Mu, jadikan kami termasuk orang-orang asing yang shalih, dan jagalah iman kami di akhir zaman.”
اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا، وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا، وَاجْعَلِ الْجَنَّةَ هِيَ دَارَنَا.
“Amin Ya Rabbal ‘Alamin.”
Ucapan Terima Kasih
Terima kasih kepada para pembaca yang masih mencintai ilmu, dzikir, sunnah Rasulullah ﷺ, dan jalan tazkiyatun nufus di tengah fitnah akhir zaman.
Semoga Allah menjaga:
- hati kita,
- keluarga kita,
- anak-anak kita,
- dan umat Islam seluruhnya.
Semoga buletin ini menjadi amal jariyah dan cahaya di alam kubur kelak.
آمين يا رب العالمين
.........
No comments:
Post a Comment