Monday, May 25, 2026

577usf. Menjaga Sunnah di Akhir Zaman: Bara Api di Tangan Orang-Orang Asing

 


HADITS KE-40 : TENTANG MANUSIA DI AKHIR ZAMAN..

Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda:

“Akan datang suatu zaman dimana manusia tidak lagi mengamalkan kesunahanku. Mereka melakukan bid’ah. Barang siapa yang mengamalkan kesunahanku pada zaman itu, maka ia adalah seperti orang asing dan sendirian. Barang siapa mengikuti kebid’ahan mereka maka ia akan memiliki 50 teman atau lebih banyak.”

Para sahabat bertanya, “Apakah setelah zaman itu ada kaum yang lebih utama daripada kami?”

“Iya. Ada.”

“Apakah kaum itu mengenal anda?”

Rasulullah menjawab, “Tidak”.

“Apakah diturunkan wahyu kepada kaum itu?”

“Tidak”.

“Bagaimana sifat kaum itu?”

Rasulullah menjelaskan, “Mereka itu adalah seperti garam di dalam air. Hati mereka luluh sebagaimana garam larut di dalam air.”

Mereka bertanya, “Bagaimana mereka hidup pada zaman itu?”

Rasulullah menjawab, “Mereka hidup

 seperti ulat di dalam cukak.”

“Wahai Rasulullah! Bagaimana kaum itu menjaga agama mereka?”
Rasululah menjawab, “Mereka menjaga agama mereka seperti bara api yang
berada di kedua tangan. Apabila kalian meletakkan bara api itu maka akan padam dan apabila kalian mengambilnya maka tangan kalian akan terbakar.” 
.........

Buletin Tauziah

“Menjaga Sunnah di Akhir Zaman: Bara Api di Tangan Orang-Orang Asing”

(Dalam Perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufūs)


Mukadimah

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta‘ala yang menjaga agama ini dengan para wali, ulama, orang-orang shalih, dan hamba-hamba yang ikhlas. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga, sahabat, dan seluruh umat beliau hingga akhir zaman.

Di antara tanda akhir zaman adalah sedikitnya orang yang istiqamah menjaga sunnah Rasulullah ﷺ. Orang yang berpegang teguh kepada agama akan dianggap aneh, asing, bahkan terkadang dimusuhi. Namun justru di situlah kemuliaan mereka di sisi Allah.


Makna (Tafsir) Isi Redaksi

Hadis tersebut menggambarkan keadaan umat di akhir zaman:

  • Sunnah mulai ditinggalkan.
  • Bid‘ah, hawa nafsu, riya’, dan kemaksiatan dianggap biasa.
  • Orang yang istiqamah menjadi sedikit.
  • Menjaga agama terasa berat seperti menggenggam bara api.

“Mereka seperti garam di dalam air”

Maknanya:

  • Mereka larut dalam masyarakat namun tidak merusak.
  • Hati mereka lembut karena takut kepada Allah.
  • Mereka hidup sederhana, tersembunyi, dan tidak mencari popularitas.

Dalam ilmu tasawuf, ini disebut:

Ghurabā’ (orang-orang asing)

Yakni orang yang:

  • tetap menjaga hati,
  • menjaga sunnah,
  • menjaga adab,
  • walaupun hidup di tengah kerusakan manusia.

Hukum (Ahkam)

1. Wajib mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ

Allah Ta‘ala berfirman:

“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka ambillah, dan apa yang dilarangnya maka tinggalkanlah.”
(QS. Al-Hasyr: 7)

2. Haram membuat perkara baru yang merusak agama

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa mengada-adakan perkara baru dalam urusan kami ini yang bukan darinya, maka tertolak.”
(HR. Bukhari-Muslim)

3. Wajib bersabar ketika fitnah akhir zaman datang

Karena mempertahankan iman di zaman fitnah termasuk jihad terbesar.


Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)

1. Kebenaran tidak diukur dari banyaknya pengikut

Kadang orang benar justru sedikit.

Allah berfirman:

“Dan sedikit sekali dari hamba-Ku yang bersyukur.”
(QS. Saba’: 13)

2. Akhir zaman adalah ujian hati

Bukan hanya ujian ilmu.

Banyak orang:

  • pintar berbicara agama,
  • tetapi hatinya kosong dari keikhlasan.

Tasawuf mengajarkan:

membersihkan hati sebelum memperdebatkan manusia.

3. Orang yang istiqamah akan merasa asing

Karena:

  • dunia menyukai syahwat,
  • sedangkan orang beriman menyukai akhirat.

Dalil Al-Qur’an, Hadis, dan Hadis Qudsi

Al-Qur’an

Tentang sedikitnya orang istiqamah

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan manusia di bumi, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah.”
(QS. Al-An‘am: 116)

Tentang beratnya ujian iman

“Apakah manusia mengira mereka dibiarkan berkata: ‘Kami beriman’, sedangkan mereka belum diuji?”
(QS. Al-‘Ankabut: 2)


Hadis

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awalnya. Maka beruntunglah orang-orang asing.”
(HR. Muslim)

Hadis lain:

“Akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang sabar memegang agamanya seperti menggenggam bara api.”
(HR. Tirmidzi)


Hadis Qudsi

Allah Ta‘ala berfirman:

“Barang siapa memusuhi wali-Ku maka Aku umumkan perang kepadanya.”
(HR. Bukhari)

Ini menunjukkan kemuliaan orang yang menjaga agama dengan ikhlas di tengah kerusakan zaman.


Analisis dan Argumentasi

Mengapa manusia meninggalkan sunnah?

1. Cinta dunia

Hati sibuk:

  • mengejar pujian,
  • kekayaan,
  • popularitas,
  • dan syahwat.

2. Teknologi tanpa kendali ruhani

Media sosial menjadikan:

  • riya’ dianggap ibadah,
  • maksiat dianggap hiburan,
  • kebodohan dianggap ilmu.

3. Hilangnya adab kepada ulama

Banyak orang belajar agama:

  • hanya dari potongan video,
  • tanpa sanad,
  • tanpa guru,
  • tanpa tazkiyatun nufus.

Akibatnya:

  • keras lisannya,
  • sombong ilmunya,
  • kering hatinya.

Amalan (Implementasi)

Cara menjaga agama di akhir zaman

1. Perbanyak dzikir

Karena hati mati di zaman fitnah.

Dzikir:

  • istighfar,
  • shalawat,
  • La ilaha illallah,
  • Hasbunallah wa ni‘mal wakil.

2. Menjaga shalat berjamaah

Masjid adalah benteng iman.


3. Memilih lingkungan shalih

Karena hati mudah terpengaruh.


4. Mengurangi perdebatan

Orang akhir zaman banyak bicara sedikit amal.


5. Menangis di hadapan Allah

Hati yang lembut adalah tanda keselamatan.


Relevansi di Zaman Sekarang

1. Teknologi

Manusia sangat dekat secara digital, tetapi jauh secara ruhani.

  • Viral lebih dicari daripada benar.
  • Likes lebih dicari daripada ridha Allah.

2. Komunikasi

Fitnah menyebar dalam hitungan detik.

Dosa:

  • ghibah,
  • fitnah,
  • hoaks,
  • adu domba, menjadi ringan di jari manusia.

3. Transportasi

Perjalanan semakin cepat, tetapi manusia lupa perjalanan menuju akhirat.


4. Kedokteran

Tubuh semakin dirawat, tetapi hati semakin sakit:

  • iri,
  • dengki,
  • sombong,
  • keras hati.

5. Kehidupan sosial

Orang malu miskin, tetapi tidak malu bermaksiat.

Orang takut tidak terkenal, tetapi tidak takut kepada Allah.


Motivasi

Wahai orang yang menjaga sunnah…

Jangan sedih bila engkau dianggap aneh.

Karena:

  • Nabi Nuh sedikit pengikutnya,
  • Nabi Ibrahim dibakar,
  • Nabi Musa dimusuhi,
  • Nabi Muhammad ﷺ dihina.

Namun mereka mulia di sisi Allah.

Bisa jadi:

  • kesendirianmu di dunia, menjadi kemuliaanmu di akhirat.

Muhasabah & Caranya

Renungkan:

  • Apakah aku lebih takut dihina manusia daripada dimurkai Allah?
  • Apakah ibadahku karena Allah atau karena dilihat manusia?
  • Apakah media sosial mendekatkanku kepada Allah atau menjauhkan?

Cara Muhasabah

1. Luangkan waktu menyendiri

Minimal 10 menit setiap malam.

2. Hitung dosa harian

  • lisan,
  • mata,
  • hati,
  • tangan.

3. Perbanyak taubat

Karena tidak ada manusia suci tanpa istighfar.

4. Dekat dengan Al-Qur’an

Al-Qur’an adalah cahaya akhir zaman.


Kemuliaan dan Kehinaan

Kemuliaan Orang yang Menjaga Sunnah

Di Dunia

  • hati tenang,
  • wajah bercahaya,
  • dicintai orang shalih,
  • hidup penuh keberkahan.

Di Alam Kubur

  • kubur diluaskan,
  • diterangi cahaya amal,
  • mendapat rahmat Allah.

Di Hari Kiamat

  • bersama Rasulullah ﷺ,
  • mendapat syafaat,
  • wajah berseri-seri.

Di Akhirat

  • masuk surga,
  • bertemu Allah,
  • bersama para nabi dan shalihin.

Kehinaan Orang yang Mengikuti Hawa Nafsu

Di Dunia

  • hati gelisah,
  • hidup tanpa berkah,
  • sulit khusyuk.

Di Alam Kubur

  • penyesalan panjang,
  • kesempitan kubur,
  • amal buruk menjadi azab.

Di Hari Kiamat

  • malu di hadapan Allah,
  • berat hisabnya,
  • jauh dari syafaat.

Di Akhirat

  • penyesalan abadi bagi yang tidak bertaubat.

Doa

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ قُلُوبَنَا، وَثَبِّتْنَا عَلَى السُّنَّةِ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الْغُرَبَاءِ الصَّالِحِينَ، وَاحْفَظْ إِيمَانَنَا فِي آخِرِ الزَّمَانِ.

“Ya Allah, perbaikilah hati kami, teguhkan kami di atas sunnah Rasul-Mu, jadikan kami termasuk orang-orang asing yang shalih, dan jagalah iman kami di akhir zaman.”

اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا، وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا، وَاجْعَلِ الْجَنَّةَ هِيَ دَارَنَا.

“Amin Ya Rabbal ‘Alamin.”


Ucapan Terima Kasih

Terima kasih kepada para pembaca yang masih mencintai ilmu, dzikir, sunnah Rasulullah ﷺ, dan jalan tazkiyatun nufus di tengah fitnah akhir zaman.

Semoga Allah menjaga:

  • hati kita,
  • keluarga kita,
  • anak-anak kita,
  • dan umat Islam seluruhnya.

Semoga buletin ini menjadi amal jariyah dan cahaya di alam kubur kelak.

آمين يا رب العالمين

.........

Buletin Tauziah – Edisi Santai

"Jaga Sunnah di Zaman Edan: Kayak Megang Bara Api"
(Versi Gaul Tapi Tetap Sopan)

Pembuka

Puji syukur kepada Allah yang tetap jagain agama ini lewat para wali, ulama, orang sholeh, dan hamba-hamba yang ikhlas. Shalawat dan salam buat Nabi Muhammad ﷺ, keluarganya, para sahabat, dan semua umatnya sampai ujung zaman.

Salah satu tanda zaman edan itu ya dikitnya orang yang istiqomah jaga sunnah Nabi ﷺ. Orang yang berpegang teguh sama agama bakal dianggap aneh, asing, bahkan kadang dibenci. Tapi justru di situ letak kemuliaannya di sisi Allah.

---

Makna Isi Hadis (Bahasa Kekinian)

Hadis yang disampaikan Mu’adz bin Jabal ini ngegambarin banget gimana keadaan umat di akhir zaman:

· Sunnah mulai ditinggalin.
· Bid’ah, ikut hawa nafsu, riya’, dan maksiat jadi hal biasa.
· Orang yang istiqomah jumlahnya sedikit.
· Jaga agama rasanya berat kayak megang bara api.

"Mereka seperti garam di dalam air"

Artinya:

· Mereka larut di tengah masyarakat tapi nggak ikut-ikutan rusak.
· Hatinya lembut karena takut sama Allah.
· Hidup sederhana, nggak caper, nggak pengen terkenal.

Dalam dunia tasawuf, mereka disebut ghurabā’ (orang asing). Yaitu orang yang:

· Tetap jaga hati,
· Jaga sunnah,
· Jaga adab,
· Meskipun hidup di tengah kerusakan manusia.

---

Hukum-Hukumnya (Simpelnya)

1. Wajib ngikutin sunnah Rasulullah ﷺ
      Allah bilang di Qur'an: “Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka ambillah, dan apa yang dilarangnya maka tinggalkanlah.” (QS. Al-Hasyr: 7)
2. Haram bikin perkara baru yang ngerusak agama
      Sabda Nabi ﷺ: “Barang siapa mengada-adakan perkara baru dalam urusan kami ini yang bukan darinya, maka tertolak.” (HR. Bukhari-Muslim)
3. Wajib sabar ketika fitnah akhir zaman datang. Karena mempertahankan iman di zaman kayak gini termasuk jihad terbesar.

---

Pelajaran yang Bisa Kita Ambil

1. Kebenaran nggak diukur dari banyaknya pengikut
      Kadang orang bener justru cuma sedikit. Allah bilang: “Dan sedikit sekali dari hamba-Ku yang bersyukur.” (QS. Saba’: 13)
2. Akhir zaman itu ujian hati, bukan cuma ujian ilmu
      Banyak orang pinter ngomongin agama, tapi hatinya kosong dari keikhlasan. Tasawuf ngajarin kita bersihin hati dulu sebelum debat sama manusia.
3. Orang yang istiqomah bakal merasa asing
      Soalnya dunia tuh demen syahwat, sementara orang beriman lebih demen akhirat.

---

Dalil dari Qur'an, Hadis, dan Hadis Qudsi

Al-Qur'an

· “Dan jika kamu menuruti kebanyakan manusia di bumi, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah.” (QS. Al-An‘am: 116)
· “Apakah manusia mengira mereka dibiarkan berkata: ‘Kami beriman’, sedangkan mereka belum diuji?” (QS. Al-‘Ankabut: 2)

Hadis

· Rasulullah ﷺ bersabda: “Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awalnya. Maka beruntunglah orang-orang asing.” (HR. Muslim)
· Sabda beliau: “Akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang sabar memegang agamanya seperti menggenggam bara api.” (HR. Tirmidzi)

Hadis Qudsi

· Allah berfirman: “Barang siapa memusuhi wali-Ku maka Aku umumkan perang kepadanya.” (HR. Bukhari) — ini nunjukkin mulianya orang yang jaga agama dengan ikhlas di tengah rusaknya zaman.

---

Analisis: Kenapa Banyak yang Tinggalin Sunnah?

1. Cinta dunia – Hati sibuk ngincer pujian, harta, popularitas, dan syahwat.
2. Teknologi tanpa kendali ruhani – Medsos bikin riya’ dianggap ibadah, maksiat dianggap hiburan, kebodohan dianggap ilmu.
3. Hilangnya adab ke ulama – Banyak orang belajar agama cuma dari potongan video, tanpa sanad, tanpa guru, tanpa tazkiyatun nufus. Akibatnya: lisan keras, ilmu sombong, hati kering.

---

Amalan Biar Tetap Jaga Agama di Zaman Edan

1. Perbanyak dzikir – soalnya hati mati di zaman fitnah. Dzikir kayak istighfar, shalawat, La ilaha illallah, Hasbunallah wa ni‘mal wakil.
2. Jaga shalat berjamaah – masjid itu benteng iman.
3. Pilih lingkungan yang sholeh – karena hati gampang keiket pengaruh.
4. Kurangi debat – orang akhir zaman banyak ngomong, dikit amal.
5. Nangis di hadapan Allah – hati yang lembut itu tanda selamat.

---

Relevansi Buat Zaman Sekarang

· Teknologi: Kita dekat secara digital tapi jauh secara ruhani. Yang viral lebih dicari daripada yang bener. Like lebih dicari daripada ridha Allah.
· Komunikasi: Fitnah nyebar cepet kayak kecepatan cahaya. Dosa ghibah, fitnah, hoaks, adu domba jadi ringan di jari-jari kita.
· Transportasi: Perjalanan makin cepet, tapi kita lupa perjalanan menuju akhirat.
· Kedokteran: Badan dirawat mati-matian, tapi hati makin sakit: iri, dengki, sombong, keras hati.
· Kehidupan sosial: Orang malu miskin, tapi nggak malu maksiat. Orang takut nggak terkenal, tapi nggak takut sama Allah.

---

Motivasi Buat Kamu yang Jaga Sunnah

Wahai orang yang dijuluki aneh karena jaga sunnah… Jangan sedih. Karena:

· Nabi Nuh dikit pengikutnya,
· Nabi Ibrahim dibakar,
· Nabi Musa dimusuhi,
· Nabi Muhammad ﷺ dihina.
  Tapi mereka mulia di sisi Allah.

Bisa jadi kesendirianmu di dunia, justru jadi kemuliaanmu di akhirat.

---

Muhasabah Diri (Cek Hati Yuk)

Renungkan sejenak:

· Apakah aku lebih takut dihina manusia daripada dimurkai Allah?
· Apakah ibadahku karena Allah atau karena dilihat orang?
· Apakah medsosku bikin dekat sama Allah atau malah jauhin?

Cara muhasabah:

1. Luangkan waktu menyendiri minimal 10 menit tiap malam.
2. Hitung dosa harian: lisan, mata, hati, tangan.
3. Perbanyak taubat – karena nggak ada manusia suci tanpa istighfar.
4. Deketin Al-Qur'an – karena Al-Qur'an itu cahaya di akhir zaman.

---

Kemuliaan vs Kehinaan

Yang Jaga Sunnah:

· Dunia: hati tenang, wajah cerah, dicintai orang sholeh, hidup berkah.
· Kubur: diluaskan, diterangi cahaya amal, dapat rahmat Allah.
· Kiamat: bareng Rasulullah ﷺ, dapat syafaat, wajah berseri.
· Akhirat: masuk surga, ketemu Allah, bareng para nabi dan orang sholeh.

Yang Ikut Hawa Nafsu:

· Dunia: hati gelisah, hidup tanpa berkah, susah khusyuk.
· Kubur: penyesalan panjang, sempit, amal buruk jadi azab.
· Kiamat: malu di hadapan Allah, berat hisabnya, jauh dari syafaat.
· Akhirat: penyesalan abadi (kecuali bertaubat sebelum nyawa di tenggorokan).

---

Doa (Jangan Lupa Dipanjatkan)

“Allahumma ashlih qulubana, wa tsabbitna ‘alas sunnah, waj’alna minal ghuraba’ish shalihin, wahfadz imanana fil akhiriz zaman.”
Ya Allah, perbaiki hati kami, teguhkan kami di atas sunnah Rasul-Mu, jadikan kami termasuk orang asing yang sholeh, dan jaga iman kami di akhir zaman.

“Allahumma la taj’alid dunya akbara hammina, wa la mablagha ‘ilmina, waj’alil jannata hiya darana.”
Ya Allah, jangan jadikan dunia sebagai tujuan terbesar kami dan batas ilmu kami, dan jadikan surga sebagai kampung akhir kami.

Amin ya Rabbal ‘alamin.

---

Terima Kasih

Makasih buat para pembaca yang masih cinta ilmu, dzikir, sunnah Nabi ﷺ, dan jalan tazkiyatun nufus di tengah fitnah akhir zaman.

Semoga Allah jaga hati kita, keluarga kita, anak-anak kita, dan seluruh umat Islam.

Semoga buletin ini jadi amal jariyah dan cahaya di alam kubur kelak.

Aamiin ya Rabb. 😊

---

Selamat mengamalkan, ya! Jangan malu jadi ghuraba’. Justru itu keren banget di mata Allah.
.........

No comments: