Monday, May 25, 2026

495irs. Jumat: Hari Menyucikan Hati dengan Memperbanyak Shalawat kepada Rasulullah ﷺ

 tanbihul ghofilin BAB 33/1 Tentang Keutamaan Jumat.

Al Faqih, Rasulullah  bersabda: “Bahwasanya Jumat adalah hari yang paling utama bagimu, pada hari itu Adam diciptakan, dan dikembalikan (mati), pada hari itu pula terompet ditiupkan, dan matinya semua makhluk, dari itu bacalah salawat padaku sebanyaknya, pasti sampai kepadaku. Mereka bertanya: Ya Rasulullah, apakah sampai salawatku kepadamu, sedang engkau telah tiada? Jawanya: “Boleh saja kau sangka aku tiada (rusak), bahwasanya Allah telah mengharamkan bumi membinasakan jasmani para Nabi . (Al-Hadis).

Dalam lain riwayat, ditambah dengan” . . . dan tiada seseorang mengucapkan salam kepadaku, kecuali Allah mengembalikan jiwa (ruh) ku sampai aku menjawab salam tersebut”.

.......

Jumat: Hari Menyucikan Hati dengan Memperbanyak Shalawat kepada Rasulullah ﷺ

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Segala puji hanya milik Allah ﷻ yang telah menjadikan hari Jumat sebagai penghulu segala hari. Di hari yang penuh keberkahan ini, Allah membuka pintu rahmat, mengangkat derajat hamba-hamba-Nya yang beriman, serta memberikan kesempatan untuk membersihkan hati melalui dzikir, doa, dan shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ.

Dalam perspektif tasawuf (Tazkiyatun Nufus), memperbanyak shalawat bukan sekadar bacaan lisan, tetapi merupakan sarana menyucikan hati dari kelalaian, menumbuhkan cinta kepada Rasulullah ﷺ, serta menghidupkan ruh agar semakin dekat kepada Allah ﷻ.

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa hari Jumat adalah hari paling utama; pada hari itu Nabi Adam diciptakan, diwafatkan, pada hari itu sangkakala akan ditiup, dan seluruh makhluk akan binasa. Karena itu beliau memerintahkan umatnya agar memperbanyak shalawat pada hari Jumat. Beliau juga menjelaskan bahwa Allah mengharamkan bumi memakan jasad para nabi, dan setiap salam yang disampaikan kepada beliau akan dijawab setelah Allah mengembalikan ruh beliau.

Allah ﷻ berfirman:

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya."
(QS. Al-Ahzab: 56)

Allah juga berfirman:

"Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kalanganmu sendiri; berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan keselamatan bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman."
(QS. At-Taubah: 128)

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Barang siapa bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali."
(HR. Muslim)

Beliau juga bersabda:

"Orang yang paling dekat denganku pada hari kiamat adalah yang paling banyak bershalawat kepadaku."
(HR. At-Tirmidzi)

Dalam hadis qudsi, Allah Ta'ala berfirman:

"Aku bersama hamba-Ku ketika ia mengingat-Ku, dan kedua bibirnya bergerak menyebut-Ku."
(HR. Al-Bukhari)

Para ulama tasawuf seperti Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa shalawat adalah salah satu amalan yang mampu melembutkan hati, menghilangkan karat dosa, serta menanamkan adab kepada Rasulullah ﷺ. Hati yang hidup dengan shalawat akan mudah menerima cahaya hidayah dan lebih ringan menjalankan ketaatan.

Hikmah dan Pelajaran

  • Hari Jumat adalah kesempatan terbaik memperbanyak amal saleh.
  • Shalawat menjadi sebab turunnya rahmat Allah.
  • Cinta kepada Rasulullah ﷺ merupakan jalan menuju kesempurnaan iman.
  • Hati yang sering bershalawat akan lebih tenang, lembut, dan mudah meninggalkan maksiat.
  • Mengingat Rasulullah ﷺ akan mengingatkan kita untuk meneladani akhlak beliau.

Muhasabah

Renungkanlah:

  • Sudahkah hari Jumat menjadi hari yang paling istimewa dalam hidupku?
  • Berapa kali aku bershalawat setiap hari?
  • Apakah aku hanya mencintai Rasulullah ﷺ dengan lisan, atau juga dengan mengikuti sunnah beliau?
  • Apakah akhlakku sudah mencerminkan ajaran Nabi ﷺ?

Cara Mengamalkannya

  1. Perbanyak membaca shalawat sejak Kamis malam hingga Jumat sore.
  2. Datang lebih awal ke masjid untuk shalat Jumat.
  3. Membaca Surah Al-Kahfi.
  4. Memperbanyak doa pada waktu-waktu mustajab hari Jumat.
  5. Meneladani akhlak Rasulullah ﷺ dalam keluarga, pekerjaan, dan kehidupan bermasyarakat.
  6. Menjaga hati dari iri, dengki, sombong, dan permusuhan sebagai bagian dari tazkiyatun nufus.

Doa

اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين.

Ya Allah, jadikanlah hati kami selalu hidup dengan mengingat-Mu dan bershalawat kepada Nabi-Mu Muhammad ﷺ. Bersihkan hati kami dari riya, ujub, hasad, dan segala penyakit hati. Anugerahkan kepada kami cinta yang tulus kepada Rasulullah ﷺ, kemampuan untuk mengikuti sunnah beliau, serta wafatkan kami dalam keadaan beriman dan memperoleh syafaat beliau di hari kiamat. آمين يا رب العالمين.

Ucapan Terima Kasih

Terima kasih telah meluangkan waktu membaca nasihat ini. Semoga Allah ﷻ menjadikan setiap huruf yang dibaca sebagai cahaya, setiap shalawat sebagai sebab turunnya rahmat, dan setiap amal sebagai jalan menuju ridha-Nya. Semoga kita semua dikumpulkan bersama Rasulullah ﷺ di surga Firdaus. Āmīn Yā Rabbal 'Ālamīn.

.....

No comments: