tanbihul ghofilin BAB 33/3 Tentang Keutamaan Jumat.
Al-Faqih, Matahari tidak akan terbit dan terbenam pada sesuatu hari yang paling utama, kecuali hari Jumat, dan tiada sesuatu (hewan) melata di bumi, kecuali ia takut dan gentar pada hari Jumat, kecuali bangsa ji dan manusia. Dan disetiap pintu Masjid tegaklah dua malaikat penulis siapa yang datang terdahulu, pahalanya sejajar dengan berkurban onta, berikutnya seperti berkurban kambing, sesudah itu seperti bersedekah burung, dan bersedekah telur, lalu ketika imam telah duduk digulunglah tulisan (lembaran) itu. (Al-Hadis).
.......
Jumat: Hari yang Menggugah Jiwa, Menimbang Amal, dan Menyaksikan Kesungguhan Hamba
Teks Hadis:
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Matahari tidak terbit dan tidak pula terbenam pada hari yang lebih utama daripada hari Jumat. Tidak ada satu makhluk melata pun di bumi kecuali ia merasa takut pada hari Jumat, kecuali jin dan manusia. Di setiap pintu masjid berdiri dua malaikat yang mencatat siapa yang datang lebih dahulu. Orang yang datang pertama pahalanya seperti berkurban unta, berikutnya seperti berkurban kambing, berikutnya seperti bersedekah burung, lalu seperti bersedekah telur. Ketika imam telah duduk, lembaran catatan itu digulung."
(HR. Ahmad, Abu Dawud, dan disebutkan dalam kitab Al-Faqih)
1. Makna (Tafsir) Isi Redaksi
Hadis ini menjelaskan bahwa hari Jumat adalah puncak kemuliaan hari, hari yang Allah muliakan di antara seluruh hari. Dalam perspektif tasawuf, Jumat bukan hanya hari ibadah lahir, melainkan hari penyucian batin.
Matahari terbit dan terbenam di hari Jumat menjadi saksi kemuliaan waktu. Semua makhluk merasakan getaran hari ini, bahkan hewan melata pun takut, karena Jumat menyimpan rahasia besar: hari berkumpulnya rahmat, pengampunan, dan pengadilan kecil bagi jiwa manusia.
Malaikat di pintu masjid mencatat bukan sekadar kehadiran, tetapi juga niat, kesungguhan, kesiapan hati, dan kecintaan kepada Allah.
Tasawuf memandang bahwa:
- Datang awal ke masjid adalah tanda kerinduan ruh kepada Allah.
- Datang terlambat bisa menjadi tanda hati masih tertahan urusan dunia.
- Ditutupnya catatan ketika imam naik mimbar menunjukkan bahwa kesempatan amal tertentu ada batasnya.
2. Hukum (Ahkam)
Beberapa hukum yang dapat diambil:
-
Shalat Jumat wajib bagi laki-laki muslim, baligh, berakal, merdeka, dan tidak memiliki uzur.
Dalil:
"Wahai orang-orang beriman, apabila diseru untuk salat Jumat, maka bersegeralah menuju dzikir kepada Allah..."
(QS. Al-Jumu'ah: 9) -
Disunnahkan datang lebih awal ke masjid.
-
Haram berbicara ketika khutbah berlangsung tanpa kebutuhan syar’i.
-
Sunnah mandi Jumat, memakai pakaian bersih, memakai wangi-wangian, dan membaca shalawat.
3. Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)
- Waktu adalah amanah.
- Keutamaan diberikan kepada yang bersegera.
- Allah menilai kesungguhan.
- Masjid adalah tempat pembinaan jiwa.
- Dunia sering melalaikan manusia dari akhirat.
- Malaikat mencatat setiap langkah.
Dalam tasawuf:
Siapa yang cepat menuju Allah, maka Allah lebih cepat memberinya rahmat.
4. Dalil Al-Qur'an, Hadis, dan Hadis Qudsi
Al-Qur'an
"Bersegeralah kalian menuju ampunan Tuhan kalian."
(QS. Ali Imran: 133)
"Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya."
(QS. Asy-Syams: 9)
Hadis
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jumat."
(HR. )
Hadis Qudsi
"Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan sunnah hingga Aku mencintainya."
(HR. )
5. Analisis dan Argumentasi
Hari Jumat menjadi ukuran:
- Siapa yang mendahulukan Allah
- Siapa yang mendahulukan dunia
Hari ini menjadi miniatur Hari Kiamat:
- manusia berkumpul,
- amal dicatat,
- kesempatan dibatasi,
- pahala dibagikan.
Orang yang menunda Jumat menunjukkan penyakit hati:
- cinta dunia,
- malas ibadah,
- lalai.
6. Amalan (Implementasi)
Sebelum Jumat:
✔ mandi Jumat
✔ potong kuku
✔ pakai pakaian bersih
✔ sedekah
✔ datang awal
✔ baca Surah
✔ shalawat
✔ dzikir
Saat khutbah:
✔ diam
✔ dengar
✔ fokus
Setelah Jumat:
✔ doa
✔ silaturahim
✔ evaluasi diri
7. Relevansi yang Viral di Zaman Sekarang
Hari ini banyak orang:
- sibuk selfie sebelum Jumat,
- sibuk HP saat khutbah,
- datang ketika iqamah,
- keluar sebelum doa selesai.
Masjid kadang jadi tempat:
- pamer pakaian,
- ngobrol bisnis,
- konten media sosial.
Tasawuf mengingatkan:
Masjid bukan tempat mencari perhatian manusia, tetapi tempat mencari perhatian Allah.
8. Motivasi
Jangan tunggu tua untuk memuliakan Jumat.
Kalau Allah memberi umur Jumat ini:
- datang lebih awal,
- bawa keluarga,
- bawa hati yang bersih.
Setiap langkah ke masjid adalah cahaya.
9. Muhasabah dan Caranya
Tanya pada diri:
- Apakah aku mencintai Jumat?
- Apakah aku datang karena Allah atau kebiasaan?
- Apakah khutbah mengubah hidupku?
Caranya:
- Catat waktu datang Jumat.
- Evaluasi fokus khutbah.
- Amalkan 1 isi khutbah.
- Kurangi aktivitas dunia menjelang Jumat.
10. Kemuliaan dan Kehinaan
Kemuliaan
Di dunia:
- hati tenang
- rezeki berkah
- dihormati
Di alam kubur:
- lapang
- terang
Hari kiamat:
- wajah bercahaya
- catatan ringan
Akhirat:
- surga
- syafaat Rasulullah ﷺ
Kehinaan
Di dunia:
- hati keras
- sempit rezeki
Kubur:
- gelap
- sempit
Kiamat:
- hisab berat
Akhirat:
- penyesalan panjang
11. Doa
اللهم اجعلنا من أهل الجمعة الذين يسارعون إلى رحمتك، ويعظمون شعائرك، ويطهرون قلوبهم من الغفلة والرياء.
Artinya:
Ya Allah, jadikan kami termasuk hamba-Mu yang memuliakan Jumat, bersegera menuju rahmat-Mu, membersihkan hati dari lalai dan riya, serta istiqamah dalam ketaatan.
12. Ucapan Terima Kasih
Terima kasih kepada seluruh pembaca buletin ini.
Semoga setiap huruf menjadi cahaya, setiap ilmu menjadi amal, dan setiap Jumat menjadi jalan menuju ridha Allah.
“Jangan hanya hadir di masjid, tapi hadirkan hatimu di hadapan Allah.”
Wallahu a’lam bish-shawab.
No comments:
Post a Comment