Friday, May 1, 2026

1042ir.

 Bismillahirahmanirrahim.

Jum'at,  April 2026

Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.

Buat njenengan para penikmat ilmu, oleh oleh isya'an tadi malam dari Musholah An Nur nyantri bareng Ust. Mujib kupas tipis-tipis kitab Irsyadul Ibad (karya Zainuddin Al-Malibari) - edisi 1042 :

Berbakti kepada kedua orang tua.

Dalam kitab Irsyadul 'Ibad karya Syaikh Zainuddin bin Abdul Aziz Al56menjawab, “Apakah kamu masih mempunyai ibu?” Lelaki tersebut berkata, “Iya”. Lalu Rasulullah berkata, “Maka berbaktilah padanya karena surga berada di bawah telapak kakinya.”


Dalam riwayat yang lain disebutkan, Nabi Muhammad saw bertanya kepada lelaki tersebut, “Apakah kamu masih memiliki kedua orang tua?” Lalu lelaki itu menjawab, “Iya”. Kemudian Rasulullah berkata, “Berbaktilah kepada keduanya karena surga berada di telapak kakinya.”


5. Orang yang Paling Berhak Diperlakukan dengan Baik Itu Orang Tua

وَالشَّيْخَانِ, جَاءَ رَجُلٌ اِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ الله مَنْ اَحَقُّ النَّاسَ بِحُسْنِ صَحَابَتِى قَالَ اُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ اُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ اُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ اَبُوْكَ


Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan hadits, “Ada seorang lelaki datang kepada Rasulullah saw kemudian bertanya, Siapa orang yang paling berhak untuk kuperlakukan dengan baik dalam hubungan?”


Nabi Muhammad saw pun menjawab, “Ibumu.” Kemudian siapa? “Ibumu.” Kemudian siapa? “Ibumu.” Kemudian siapa? “Ayahmu.”

6. Membahagiakan Orang Tua Bisa Menghapus Dosa Besar

وَالتُّرْمُذِىُّ وَابْنُ حِبَّان وَالْحَاكِمُ اَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ رَجُلٌ فَقَالَ اْنِّي اَذْنَبْتُ ذَنْبًا عَظِيْمًا فَهَلْ لِيْ مِنْ تَوْبَةٍ, فَقَالَ هَلْ لَكَ مِنْ اُمٍّ فَقَالَ لَا قَالَ فَهَلْ لَكَ مِنْ خَالَةٍ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَبَرِّهَا


Imam Tirmidzi, Imam Ibnu Hibban dan Imam Hakim meriwayatkan hadits, “Telah datang lelaki kepada Nabi Muhammad saw kemudian berkata, Saya telah berbuat dosa besar, apakah masih ada ruang untuk bertaubat?”


Maka Nabi saw bertanya padanya, ”Apakah kamu masih punya ibu?” Lelaki tersebut menjawab, “Tidak.”


Lalu Nabi saw bertanya lagi, “Apakah kamu masih punya bibi?” Lelaku tersebut menjawab, “Iya”. Kemudian Nabi saw berkata, “Maka berbaktilah padanya.”


7. Doa Orang Tua Ibarat Doa Nabi kepada Umatnya

وَالدَّيْلَمِى, دُعَاءُ الْوَالِدُ لِوَلَدِهِ كَدُعَاءِ النَّبِيّ لِأُمَّتِهِ


Imam Ad-Dailami meriwayatkan hadits, “Doa orang tua kepada anaknya itu sebagaimana doa nabi kepada umatnya.”


8. Membahagiakan Orang Tua yang Sudah Meninggal

وَاَبُوْ دَاوُدَ وَابْنُ مَاجَه عَنِ مَالِكِ بْنِ رَبِيْعَة السَّعِدِيّ قَالَ بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ َعَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِذْ جَاءَهُ رَجُلٌ مِنْ بَنِي سَلَمَة فَقَالَ يَا رَسُوْلَ اللهِ هَلْ بَقِيَ مِنْ بِرِّ اَبَوَيّ شَيْءٌ اَبَرُّهُمَا بِهِ بَعْدَ مَوْتِهِمَا فَقَالَ نَعَمْ الصَّلَاةُ عَلَيْهِمَا اَيْ الدُّعَاءُ وَالْإِسِتِغْفَارُ لَهُمَا وَانْفَاذُ عَهْدِهِمَا مِنْ بَعْدِهِمَا وَصِلَةُ الرَّحْمِ التى لَا تُوْصَلُ اِلَّا بِهِمَا وَاِكْرَامُ صَدِيْقِهِمَا


Imam Abu Dawud dan Imam Ibnu Majah meriwayatkan dari Malik bin Rabia’ah As-Sa’idi. Beliau berkata, “Ketika kami duduk bersama Rasulullah saw tiba-tiba datang seorang lelaki dari bani Salamah, kemudian lelaki itu berkata, Wahai Rasulullah apakah masih ada cara untuk membahagiakan orang tua setelah meninggal?”


Kemudian Rasulullah menjawab, “Ada, yaitu mendoakan keduanya, yakni dengan berdoa dan memintakan istighfar untuknya, memenuhi janji-janjinya setelah meninggal, dan memuliakan sahabat-sahabatnya.”

........

No comments: