Saturday, April 25, 2026

834u. Taubatnya Raja Sombong

 b.    Taubatnya Raja Sombong 

 

Diceritakan dari Abu Bakar bin   Abdillah   al-Muzni,   Semoga Allah merahmatinya bahwa ada seorang raja yang sombong terhadap Allah. Orang-orang Islam tidak    terima    dengan kesombongannya itu. Akhirnya mereka memutuskan untuk memeranginya. Dengan izin Allah, mereka berhasil mengalahkan dan menawannya hidup-hidup.


Mereka berkata, “Bagaimana kita akan membunuhnya. Ia telah berbuat sombong terhadap Allah.”


Kemudian mereka bersepakat membunuhnya       dengan       cara meletakkannya di sebuah bejana besar dengan diikat kepalanya. Kemudian dari bawahnya, dinyalakan api. Ketika raja itu merasakan panasnya api maka ia menyeru berhala-berhalanya yang ia sembah;


“Hai Lata! Selamatkanlah aku! Hai Habil! Selamatkanlah aku! Hai Uzza! Selamatkanlah aku dari siksa yang aku alami saat ini. Hai Habil! Dulu aku pernah mengusap kepalamu dan kedua kakimu pada tahun demikian.”


Ketika raja itu mengeluh kepada berhala-berhala yang ia sembah, maka panas api semakin bertambah. Ia menjadi tahu kalau berhala-berhala itu tidak 46t u menyelamatkannya. Ia merasa putus asa dan bertaubat kepada Allah. Kemudian di dalam bejana besar, ia berseru:


ﻻ إﻟﻪ إﻻ اﷲ ﳏﻤﺪ رﺳﻮل اﷲ

“Tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya”.


Sesaat setelah seruan itu, Allah mengutus hujan dari langit untuk jatuh di atas api bejana dan memadamkannya. Allah juga mengutus angin agar angin menerpa bejana besar dan membuatnya terbang. Karena hembusan angin, bejana besar itu bergerak-gerak di udara. Raja yang ada di dalam bejana besar terus-menerus    mengucapkan

ﻻ إﻟﻪ إﻻ اﷲ ﳏﻤﺪ رﺳﻮل اﷲ


tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya.


Kemudian angin menerbangkan dan melempar jauh bejana besar itu hingga tak terlihat mata hingga menjatuhkannya di antara suatu kaum yang tidak mengenal Allah sama sekali.


Melihat bejana besar jatuh dari langt, kaum pun penasaran dan mendekatinya. Mereka memeriksa dan membukanya. Tiba-tiba mereka melihat raja itu. Dengan segera, mereka mengeluarkan raja dan bertanya:


“Siapa kamu? Apa yang telah terjadi denganmu?”


“Aku adalah raja di wilayah (demikian),” jawab si raja.


Kemudian raja itu menceritakan kisahnya kepada kaum. Akhirnya mereka semua masuk Islam..



No comments: