Bismillahirahmanirrahim.
Senin, 7 Apr. 2025
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Buat njenengan penikmat ilmu, terkirim dari Peantren Darul Falah oleh oleh maghriban nyantri bareng Ust. Maskuri kupas tipis tipis kitab Mashaihul Ibad (Karya Nawawi bin Umar al-Bantani Al-Jawi Al-Indunisi) Edisi 01:
---
BAB I
NASIHAT YANG BERISI DUA PERKARA
1. Iman dan Kepedulian Sosial.
Nabi saw. bersabda:
“Ada dua perkara yang tiada sesuatu pun melebihi keunggulannya, yaitu: Iman kepada Allah dan membuat manfaat untuk kaum muslimin.”
Nabi saw. bersabda: .
“Barangsiapa bangun di pagi hari tidak berniat aniaya kepada seseorang, maka diampuni dosanya yang dia perbuat. Dan-barangsiapa bangun di pagi hari dengan niat menolong orang yang dianiaya dan mencukupi kebutuhan orang muslim, maka memperoleh pahala seperti pahala haji mabrur.”
Nabi saw. bersabda lagi:
“Hamba-hamba yang paling dicintai Allah Ta’ala adalah orang yang paling bermanfaat untuk manusia, perbuatan yang paling utama ialah memasukkan (menghadirkan) rasa senang ke dalam hati orang mukmin berupa membasmi kelaparan, menyingkap kesulitan atau membayar utangnya. Dan dua hal yang tiada sesuatu pun melebihi jahatnya ialah menyekutukan Allah dan mendatangkan bahaya kepada kaum muslimin.”
Membahayakan orang-orang muslim dapat berupa membahayakan badan dan hartanya. Segala perintah Allah swt. mengacu pada dua perkara, yaitu mengagungkan Allah swt. dan kasih sayang kepada makhluk-Nya, sebagaimana firman Allah:
“Tunaikanlah salat dan bayarlah zakat”
“Hendaklah engkau bersyukur kepadaKu dan berterima kasih kepada kedua orangtuamu.”
Diriwayatkan dari Al-Qarni, beliau berkata: Aku bersua dalam suatu perjalananku dengan seorang pendeta, lalu aku bertanya kepadanya: Wahai, Pendeta! Perkara apakah yang menaikkan derajat seseorang?.
Pendeta itu menjawab: Mengembalikan hak-hak orang lain yang dianiaya olehnya dan meringankan punggung dari tanggung jawab, karena amal perbuatan hamba tidak akan naik (ke sisi Tuhan), jika dia masih : mempunyai tanggungan atau dia berbuat zalim.
...........
🕌 NASIHAT DUA PERKARA — IMAN & KEPEDULIAN SOSIAL
🌿 1. Makna (Tafsir) Isi Redaksi
Nasihat ini menegaskan bahwa inti ajaran Islam dalam perspektif tasawuf bertumpu pada dua poros utama:
Pertama: Iman kepada Allah
Bukan sekadar pengakuan lisan, tetapi keyakinan yang hidup dalam hati, melahirkan rasa tunduk, cinta, takut, dan berharap hanya kepada Allah.
Kedua: Memberi manfaat kepada sesama (khidmah)
Ini adalah buah dari iman. Orang yang benar imannya pasti memancar dalam bentuk kasih sayang, pertolongan, dan kepedulian sosial.
Dalam tasawuf, ini disebut:
👉 Hablum minallah (hubungan dengan Allah)
👉 Hablum minannas (hubungan dengan manusia)
Keduanya tidak bisa dipisahkan. Iman tanpa manfaat adalah kering. Amal sosial tanpa iman adalah hampa.
⚖️ 2. Hukum (Ahkam)
- Iman kepada Allah → Wajib (fardhu ‘ain)
- Berbuat baik & memberi manfaat kepada sesama → Wajib dalam batas tertentu, dan sunnah yang sangat dianjurkan dalam bentuk luas
- Tidak menyakiti kaum muslimin (fisik maupun harta) → Haram
- Menyekutukan Allah (syirik) → Dosa terbesar (haram mutlak)
🌸 3. Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)
- Kemuliaan manusia di sisi Allah bukan pada harta, tapi manfaatnya bagi orang lain
- Menghilangkan kesulitan orang lain = membuka jalan rahmat Allah untuk diri sendiri
- Dosa bisa diampuni dengan:
- Niat baik
- Tidak menyakiti orang
- Membantu sesama
👉 Dalam tasawuf:
“Jalan tercepat menuju Allah adalah membahagiakan hati makhluk-Nya.”
📖 4. Dalil Al-Qur’an, Hadis & Hadis Qudsi
Al-Qur’an:
- “Dirikanlah shalat dan tunaikan zakat” (QS. Al-Baqarah: 43)
- “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu” (QS. Luqman: 14)
Hadis:
- “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
- “Allah akan menolong hamba selama hamba itu menolong saudaranya.”
Hadis Qudsi:
- “Wahai anak Adam, Aku sakit namun engkau tidak menjenguk-Ku…”
(Maknanya: Allah hadir dalam penderitaan hamba-Nya)
🧠 5. Analisis & Argumentasi Tasawuf
Dalam ilmu Tazkiyatun Nufūs:
- Iman → membersihkan hati dari syirik dan riya
- Amal sosial → membersihkan hati dari egoisme dan cinta dunia
Masalah zaman ini:
- Banyak ibadah → tapi tidak peduli sesama
- Banyak sedekah → tapi tidak ikhlas
👉 Tasawuf menyatukan keduanya: Ikhlas kepada Allah + manfaat untuk manusia
🛠️ 6. Amalan (Implementasi)
Amalan sederhana tapi berdampak besar:
- Niatkan setiap pagi:
👉 “Ya Allah, hari ini aku tidak akan menyakiti siapa pun.” - Biasakan:
- Sedekah harian (meski kecil)
- Menolong orang tanpa diminta
- Mendoakan orang lain
- Minimal:
- Tidak menyakiti orang lain
- Maksimal:
- Membahagiakan orang lain
🌍 7. Relevansi Zaman Sekarang
Di era sekarang:
- Banyak orang sibuk menampilkan kebaikan (pencitraan), bukan melakukannya
- Banyak yang mudah menyakiti lewat:
- Lisan
- Media sosial
- Fitnah & komentar
👉 Padahal hadis menekankan: Tidak menyakiti saja sudah bernilai ampunan besar
Sedangkan membantu orang: 👉 Nilainya setara haji mabrur
🔥 8. Motivasi
Bayangkan:
- Setiap hari kita bangun tanpa niat jahat → dosa diampuni
- Setiap hari kita bantu orang → pahala seperti haji
👉 Tidak butuh kaya untuk masuk surga
👉 Cukup punya hati yang peduli
🪞 9. Muhasabah & Caranya
Tanya diri setiap malam:
- Apakah hari ini aku menyakiti orang?
- Apakah aku sudah membantu seseorang?
- Apakah aku masih punya tanggungan hak orang lain?
Cara memperbaiki:
- Minta maaf kepada yang dizalimi
- Kembalikan hak orang lain
- Perbanyak istighfar
- Latih hati untuk peduli
⚖️ 10. Kemuliaan & Kehinaan
🌼 Di Dunia:
- Dicintai manusia
- Hidup penuh berkah
- Hati tenang
🌑 Di Alam Kubur:
- Kubur menjadi taman surga
- Dilapangkan
🔥 Di Hari Kiamat:
- Mendapat naungan Allah
- Dimudahkan hisab
🌿 Di Akhirat:
- Masuk surga dengan kemuliaan
⚠️ Jika sebaliknya:
Orang yang menyakiti:
- Dunia: dibenci, sempit hidupnya
- Kubur: gelap & sempit
- Kiamat: dituntut oleh orang yang dizalimi
- Akhirat: terancam azab
🤲 11. Doa
“Ya Allah, bersihkan hati kami dari kesombongan dan kebencian.
Tanamkan dalam diri kami iman yang kuat dan kasih sayang kepada sesama.
Jadikan kami hamba yang bermanfaat, bukan yang menyakiti.
Ampuni dosa kami, dosa orang tua kami, dan seluruh kaum muslimin.
Masukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang Engkau cintai. Aamiin.”
🤝 12. Ucapan Terima Kasih
Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca dan merenungi tauziah ini.
Semoga setiap huruf menjadi cahaya di hati, dan setiap niat baik menjadi jalan menuju ridha Allah.
Penutup:
👉 Iman adalah akar, manfaat adalah buah.
👉 Siapa yang baik kepada manusia, Allah akan baik kepadanya.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Semoga bermanfa'at selalu.
—M. Djoko ekasanU—
...................
Bismillahirahmanirrahim.
Senin, 7 April 2025
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Halo para pecinta ilmu kekinian,
nih dari Pondok Darul Falah, dapet kiriman maghriban ngaji bareng Ust. Maskuri. Beliau bahas dikit-dikit kitab Mashaihul Ibad (karya Nawawi bin Umar al-Bantani) Edisi 1. Yuk simak.
---
BAB I
NASIHAT DUA PERKARA: IMAN & PEDULI SAMA SESAMA
1. Iman dan Kepedulian Sosial
Nabi saw. bilang:
“Ada dua perkara yang tiada sesuatu pun melebihi keunggulannya, yaitu: Iman kepada Allah dan membuat manfaat untuk kaum muslimin.”
Nabi saw. bilang lagi:
“Barangsiapa bangun di pagi hari tidak berniat aniaya kepada seseorang, maka diampuni dosanya yang dia perbuat. Dan barangsiapa bangun di pagi hari dengan niat menolong orang yang dianiaya dan mencukupi kebutuhan orang muslim, maka memperoleh pahala seperti pahala haji mabrur.”
Nabi saw. juga bersabda:
“Hamba-hamba yang paling dicintai Allah Ta’ala adalah orang yang paling bermanfaat untuk manusia, perbuatan yang paling utama ialah memasukkan (menghadirkan) rasa senang ke dalam hati orang mukmin berupa membasmi kelaparan, menyingkap kesulitan atau membayar utangnya. Dan dua hal yang tiada sesuatu pun melebihi jahatnya ialah menyekutukan Allah dan mendatangkan bahaya kepada kaum muslimin.”
Membahayakan orang muslim bisa lewat badan atau hartanya.
Semua perintah Allah intinya cuma dua: mengagungkan Allah dan kasih sayang ke makhluk-Nya.
Contoh firman Allah:
“Tunaikanlah salat dan bayarlah zakat”
“Hendaklah engkau bersyukur kepadaKu dan berterima kasih kepada kedua orangtuamu.”
Ada cerita dari Al-Qarni:
“Pas aku lagi jalan, ketemu seorang pendeta. Aku tanya, ‘Wahai pendeta, apa sih yang bisa naikin derajat seseorang?’
Jawabnya: ‘Mengembalikan hak orang yang teraniaya, dan meringankan beban tanggung jawab. Karena amal nggak bakal naik ke sisi Tuhan kalau masih punya tanggungan atau pernah berbuat zalim.’”
---
🌱 1. Makna singkat
Intinya: Iman & peduli itu kayak dua sisi mata uang.
· Iman → percaya, tunduk, cinta sama Allah.
· Peduli → ngasih manfaat ke sesama.
Dalam bahasa tasawuf:
Hubungan ke Allah (hablum minallah) + hubungan ke manusia (hablum minannas).
Nggak bisa dipisah. Iman tanpa aksi = hambar. Aksi tanpa iman = kosong.
---
⚖️ 2. Hukum (yang wajib & nggak)
· Iman ke Allah → wajib
· Berbuat baik & manfaat ke orang → wajib di titik tertentu, tapi sunnah banget kalau diluaskan.
· Nyakitin muslim lain (badan/harta) → haram
· Syirik → dosa paling gede, haram mutlak
---
🌸 3. Hikmah keren
Semulia-mulia manusia di sisi Allah itu bukan karena harta, tapi karena manfaatnya buat orang lain.
Ngelap-in kesulitan orang lain = ngebuka pintu rahmat buat diri sendiri.
Dosa bisa diampuni dengan:
· Niat baik
· Nggak nyakitin orang
· Nolong sesama
Dalam tasawuf: Cara paling cepat deket ke Allah adalah dengan bikin bahagia hati makhluk-Nya.
---
📖 4. Dalil (tetap asli, nggak diganti bahasa gaul)
Al-Qur’an:
“Dirikanlah shalat dan tunaikan zakat” (QS. Al-Baqarah: 43)
“Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu” (QS. Luqman: 14)
Hadis:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
“Allah akan menolong hamba selama hamba itu menolong saudaranya.”
Hadis Qudsi:
“Wahai anak Adam, Aku sakit namun engkau tidak menjenguk-Ku…” (artinya: Allah hadir dalam penderitaan hamba-Nya)
---
🧠 5. Analisis kekinian ala santri gaul
Di ilmu Tazkiyatun Nufus (bersihin hati):
· Iman → bersihin hati dari syirik & riya.
· Amal sosial → bersihin hati dari egois & cinta dunia.
Masalah zaman now:
➡️ Ibadah banyak, tapi cuek sama orang lain.
➡️ Sedekah banyak, tapi nggak ikhlas.
Tasawuf nyatukan dua hal: Ikhlas sama Allah + manfaat buat manusia.
---
🛠️ 6. Amalan simpel
Niatin tiap pagi:
“Ya Allah, hari ini aku nggak akan nyakitin siapa pun.”
Biasain:
· Sedekah harian (receh juga gapapa).
· Nolong orang tanpa diminta.
· Doain orang lain.
Minimal: nggak nyakitin orang.
Maksimal: bikin orang senang.
---
🌍 7. Relevan banget buat sekarang
Jaman medsos gini:
Banyak yang pamer kebaikan (pencitraan), bukan ngejalanin.
Banyak yang gampang nyakitin lewat:
· Lisan
· Status
· Komentar
· Fitnah
Padahal hadis bilang: nggak nyakitin aja udah dapet ampunan besar.
Apalagi nolong orang? Pahalanya kayak haji mabrur!
---
🔥 8. Motivasi
Bayangin:
· Bangun pagi tanpa niat jahat → dosa diampuni.
· Bantu orang sehari → pahalanya kayak haji.
Nggak perlu kaya buat masuk surga.
Cukup punya hati yang peduli.
---
🪞 9. Muhasabah (introspeksi) tiap malam
Tanya ke diri sendiri:
“Hari ini aku nyakitin orang nggak?”
“Aku udah nolong siapa aja?”
“Masih ada hak orang yang belum aku balikin?”
Cara benahin:
· Minta maaf ke orang yang pernah disakiti.
· Balikin hak orang.
· Perbanyak istighfar.
· Latih hati buat lebih peduli.
---
⚖️ 10. Konsekuensi
Orang yang bermanfaat:
· Dunia: dicintai orang, hidup berkah, hati tenang.
· Kubur: taman surga, dilapangkan.
· Kiamat: dinaungi Allah, dihisap ringan.
· Akhirat: masuk surga dengan mulia.
Orang yang suka nyakitin:
· Dunia: dibenci, hidup sempit.
· Kubur: gelap & sempit.
· Kiamat: dituntut sama yang dizalimi.
· Akhirat: terancam azab.
---
🤲 11. Doa gaul tapi khusyuk
“Ya Allah, bersihin hati kami dari sombong & benci. Kasih kami iman kuat & rasa sayang ke sesama. Jadikan kami hamba yang manfaat, bukan yang nyakitin. Ampunin dosa kami, dosa orang tua kami, dan semua kaum muslimin. Masukin kami ke golongan orang yang Engkau cintai. Aamiin.”
---
🤝 12. Terima kasih
Makasih banyak udah meluangkan waktu baca dan merenung.
Semoga tiap huruf jadi cahaya di hati, dan setiap niat baik jadi jalan menuju ridha Allah.
Penutup:
👉 Iman = akar, manfaat = buah.
👉 Siapa yang baik sama manusia, Allah akan baik sama dia.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
— M. Djoko ekasanU

No comments:
Post a Comment