Thursday, May 21, 2026

552qot. ALLAH MAHA KEKAL DAN MAHA PEMBERI RIZKI

 Allah adalah Dzat yang maha kekal pada dzat-Nya yang agung yang kekal adanya, tidak akan menerima fana’ (rusak/binasa), Dzat yang maha memberi rizki yang menciptakan banyak-banyak rizki, atau Dzat yang banyak memberi rizki serta menyampaikannya pada para makhluk. Yang dinamakan rizki tidaklah hanya tertuju pada makanan dan minuman saja, akan tetapi pada setiap apa yang bisa diambil manfaatnya oleh semua hewan, yaitu yang berupa makanan, minuman, pakaian dan lain-lain. Termasuk dari nikmat yang paling agung adalah taufiq untuk bertaat. Rizki ada dua macam: Rizki yang bersifat dhahir, yaitu yang berupa makanan-makanan pokok dan makanan-makan lainya, itu semua milik badan, dan rizki yang bersifat bathin, yaitu yang berupa ilmu pengetahuan dan terbukanya pengetahuan terhadap Allah, itu semua milik hati dan asrar. Ketahuilah bahwasannya Allah memberikan rizki kepada semua makhluk-makhluk-Nya, dan diantara beberapa sebab dilapangkannya rizki adalah banyak bershalat.


Firman Allah:

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rizki kepadamu, kamilah yang memberi rezki kepadamu. dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa”.

Banyak bershalawat pada nabi Muhammad saw. dan membaca istighfar.

Allah adalah Dzat yang maha disembah. Sebagian dari yang menunjukkan terhadap hal itu adalah perkataanmu: رَبَُّنَا اللهُ (“Tuhan kami hanyalah Allah”) Dzat yang yang maha memiliki.

Firman Allah:

“Tuhan langit dan bumi”

Tidak ada syabih (sekutu) yang serupa bagi-Nya dalam masalah ketuhanan, tidak ada nadhir (sekutu) yang menyerupai dan tidak ada mumatsil (sekutu) yang menyamai bagi-Nya. Adapun perbedaan antara kata syabih, nadhir dan mumatsil ialah:

Nadhir : Sesuatu yang menyamai walau hanya dalam satu sisi.

Syabih : Sesuatu yang menyamai dalam banyak sisi.

Mumatsil : Sesuatu yang menyamai dalam semua sisi.

Al-Barawi mengatakan, mambahas tentang dzat dan sifat-sifat Allah hukumnya tidak boleh لانَّ تَرْكَ الادْرَاكِ ادْرَاكٌ (meninggalkan untuk mengetahui adalah mengetahui) dan membahas masalah dzat Allah hukumnya syirik. Adapun semua sesuatu yang terbersit dihatimu, yaitu yang berupa sifat-sifat hawadits, maka sesungguhnya Allah tidaklah seperti itu.

.....

BULETIN TAUZIAH TASAWUF

“ALLAH MAHA KEKAL DAN MAHA PEMBERI RIZKI”

Dalam Perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufūs (Penyucian Jiwa)


MAKNA (TAFSIR) ISI REDAKSI

Pembahasan ini menerangkan tentang pengenalan seorang hamba kepada Allah Ta’ala sebagai:

  • Dzat Yang Maha Kekal,
  • Maha Memberi Rizki,
  • Maha Menguasai,
  • Maha Disembah,
  • dan tidak ada sesuatu pun yang menyerupai-Nya.

Allah kekal selama-lamanya. Semua makhluk akan binasa, berubah, tua, rusak, dan mati. Sedangkan Allah tidak berubah, tidak rusak, tidak membutuhkan siapa pun.

Firman Allah:

“Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (QS. Ar-Rahman: 26–27)

Dalam ilmu tasawuf, memahami kekekalan Allah akan membersihkan hati dari ketergantungan kepada dunia. Orang yang terlalu bergantung kepada harta, jabatan, manusia, teknologi, dan pujian makhluk akan mudah kecewa. Tetapi orang yang mengenal Allah akan tenang karena sandarannya adalah Dzat Yang Kekal.

Allah juga Maha Memberi Rizki. Rizki bukan hanya uang, makanan, atau kekayaan. Rizki meliputi:

  • kesehatan,
  • iman,
  • ilmu,
  • ketenangan hati,
  • keluarga yang baik,
  • waktu luang,
  • sahabat saleh,
  • taufiq ibadah,
  • dan ma’rifat kepada Allah.

Dalam tasawuf, rizki terbesar adalah:

“Hati yang dekat kepada Allah.”

Karena banyak orang kaya tetapi gelisah, dan banyak orang miskin tetapi tenang.


HUKUM (AHKAM)

1. Wajib meyakini Allah Maha Kekal

Mengimani sifat baqa’ Allah adalah bagian dari aqidah Islam.

2. Haram menyerupakan Allah dengan makhluk

Allah tidak sama dengan manusia, benda, cahaya, arah, atau makhluk apa pun.

Firman Allah:

“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya.” (QS. Asy-Syura: 11)

3. Wajib meyakini semua rizki berasal dari Allah

Manusia hanya perantara.

4. Sunnah memperbanyak:

  • shalat,
  • shalawat,
  • istighfar, karena semua itu menjadi sebab lapangnya rizki.

HIKMAH DAN PELAJARAN (IBRAH)

1. Dunia tidak pantas dijadikan sandaran utama

Karena semuanya fana’.

2. Hati menjadi tenang ketika yakin Allah penjamin rizki

Kecemasan berlebihan lahir dari lemahnya tawakkal.

3. Rizki batin lebih mulia daripada rizki lahir

Ilmu dan hidayah lebih berharga daripada emas.

4. Orang yang mengenal Allah akan rendah hati

Karena ia sadar semua berasal dari Allah.

5. Semakin dekat kepada Allah, semakin bersih jiwa

Tasawuf mengajarkan:

  • membersihkan hati,
  • memerangi riya’,
  • menghilangkan sombong,
  • memperkuat ikhlas.

DALIL AL-QUR’AN, HADIS, DAN HADIS QUDSI

Dalil Al-Qur’an

“Dan tidak ada suatu makhluk melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rizkinya.” (QS. Hud: 6)

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan jalan keluar dan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (QS. Ath-Thalaq: 2–3)

“Dirikanlah shalat dan perintahkan keluargamu untuk mendirikannya. Kami tidak meminta rizki kepadamu, Kamilah yang memberi rizki kepadamu.” (QS. Thaha: 132)


Hadis Nabi ﷺ

bersabda:

“Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakkal, niscaya Allah akan memberi kalian rizki sebagaimana burung diberi rizki.” (HR. Tirmidzi)


Hadis Qudsi

Allah Ta’ala berfirman:

“Wahai anak Adam, beribadahlah kepada-Ku, niscaya Aku penuhi dadamu dengan kekayaan dan Aku tutupi kefakiranmu.” (HR. Tirmidzi)


ANALISIS DAN ARGUMENTASI

Di zaman modern manusia semakin canggih:

  • teknologi berkembang,
  • AI berkembang,
  • transportasi cepat,
  • komunikasi instan,
  • kedokteran maju.

Namun:

  • depresi meningkat,
  • bunuh diri meningkat,
  • kegelisahan bertambah,
  • manusia semakin takut miskin,
  • hati semakin kosong.

Mengapa?

Karena manusia terlalu bergantung kepada sebab dan melupakan Musabbibul Asbab (Allah penyebab segala sebab).

Tasawuf mengajarkan keseimbangan:

  • bekerja tetapi tawakkal,
  • berteknologi tetapi tetap berdzikir,
  • mencari dunia tetapi tidak diperbudak dunia.

Ilmu tanpa ma’rifat akan melahirkan kesombongan. Teknologi tanpa iman dapat menjadi fitnah.


AMALAN (IMPLEMENTASI)

Amalan harian untuk membersihkan jiwa

1. Menjaga shalat lima waktu

Karena shalat adalah sumber ketenangan dan pembuka rizki.

2. Memperbanyak istighfar

Minimal:

“Astaghfirullahal ‘azhim” 100x sehari.

3. Memperbanyak shalawat

Minimal:

“Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad” 100x.

4. Membaca Al-Qur’an setiap hari

5. Bersedekah walau sedikit

6. Mengurangi cinta dunia berlebihan

7. Melatih tawakkal kepada Allah


RELEVANSI DI ZAMAN SEKARANG

1. Teknologi

Manusia mampu membuat AI dan robot, tetapi tidak mampu menciptakan ketenangan hati.

2. Komunikasi

Media sosial memudahkan hubungan, tetapi juga memperbanyak:

  • riya’,
  • iri,
  • pamer,
  • dengki,
  • fitnah.

3. Kedokteran

Rumah sakit semakin canggih, tetapi penyakit hati juga semakin banyak:

  • sombong,
  • tamak,
  • putus asa,
  • hasad.

4. Transportasi

Perjalanan semakin cepat, tetapi banyak manusia semakin jauh dari Allah.

5. Kehidupan sosial

Manusia memiliki ribuan teman digital tetapi sedikit sahabat yang tulus.

Tasawuf hadir untuk menghidupkan kembali hati manusia.


MOTIVASI

Jangan takut miskin jika dekat dengan Allah.

Jangan sedih jika belum kaya dunia, tetapi bersyukurlah jika masih memiliki:

  • iman,
  • kesehatan,
  • keluarga,
  • kesempatan taubat.

Orang yang paling kaya bukan yang paling banyak hartanya, tetapi yang paling kaya hatinya.

Jangan mencari dunia sampai melupakan Allah. Carilah Allah, maka dunia akan mengikuti sesuai takaran yang Allah kehendaki.


MUHASABAH & CARANYA

Pertanyaan Muhasabah

  • Apakah aku lebih percaya uang daripada Allah?
  • Apakah aku gelisah karena dunia?
  • Apakah aku masih malas shalat?
  • Apakah hatiku dipenuhi iri dan riya’?
  • Apakah aku bersyukur atas nikmat Allah?

Cara Muhasabah

  1. Luangkan waktu sebelum tidur.
  2. Ingat dosa dan kesalahan.
  3. Menangis dan memohon ampun.
  4. Catat keburukan diri.
  5. Perbaiki sedikit demi sedikit.
  6. Perbanyak dzikir dan membaca Al-Qur’an.

KEMULIAAN DAN KEHINAAN

Kemuliaan di Dunia

  • hati tenang,
  • dicintai orang saleh,
  • hidup berkah,
  • wajah bercahaya,
  • mudah mendapat pertolongan Allah.

Kehinaan di Dunia

  • hati gelisah,
  • rakus,
  • iri,
  • hidup sempit walau kaya.

Di Alam Kubur

Bagi orang bertakwa:

  • kubur diluaskan,
  • mendapat cahaya,
  • merasakan taman surga.

Bagi orang lalai:

  • kubur sempit,
  • gelap,
  • penuh penyesalan.

Di Hari Kiamat

Orang yang ikhlas:

  • wajah berseri,
  • mendapat naungan Allah,
  • hisab dipermudah.

Orang yang sombong:

  • dihinakan di hadapan makhluk.

Di Akhirat

Kemuliaan:

  • melihat wajah Allah,
  • masuk surga,
  • hidup abadi penuh nikmat.

Kehinaan:

  • terhalang dari rahmat Allah,
  • penyesalan abadi.

DOA

Ya Allah… Engkaulah Dzat Yang Maha Kekal, Maha Memberi Rizki, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Jangan jadikan hati kami bergantung kepada dunia. Jadikan kami hamba yang ikhlas, tawakkal, dan ridha atas ketentuan-Mu.

Karuniakan kepada kami:

  • rizki yang halal,
  • ilmu yang bermanfaat,
  • hati yang bersih,
  • lisan yang berdzikir,
  • dan akhir hidup yang husnul khatimah.

Ya Allah… Jangan jadikan teknologi dan dunia modern melalaikan kami dari mengingat-Mu.

Terangilah hati kami dengan ma’rifat kepada-Mu. Dekatkan kami kepada-Mu dengan shalat, shalawat, dan istighfar.

Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.


UCAPAN TERIMA KASIH

Terima kasih kepada para pembaca yang telah meluangkan waktu membaca buletin tauziah ini.

Semoga Allah menjadikan ilmu ini:

  • cahaya bagi hati,
  • penuntun dalam kehidupan,
  • pemberat amal kebaikan,
  • dan jalan menuju ridha-Nya.

Jangan lelah memperbaiki diri. Karena perjalanan menuju Allah adalah perjalanan seumur hidup.

Barakallahu fiikum.

........

No comments: