PERMASALAHAN II
BAGAIMANA IMAN TERHADAP ALLAH?
Jika ditanyakan kepadamu: “Bagaimana kamu beriman terhadap Allah ?”
Maka hendaklah kamu berkata: Sesungguhnya Allah itu Dzat yang esa, yaitu yang sendiri pada sifat-sifat dan dzat-Nya tidak ada yang menyekutui-Nya, Dzat yang maha hidup dengan kehidupan yang qadim yang ada pada dzat-Nya bukan dengan nyawa, Dzat yang maha tahu dengan pengetahuan yang qadim yang ada pada dzat-Nya, yang mengetahui benar terhadap yang wajib, jaiz dan yang mustahil, Dzat yang maha kuasa dengan kekuasaan yang qadim yang ada pada dzat-Nya, bukan dengan penelitian juga bukan dengan perantara, yang mana ajzu (ketidak berdayaan) tidak akan terjadi pada kekuasaan-Nya yang mencakup terhadap semua sesuatu yang mumkin, Dzat yang maha berkehendak dengan kehendak yang qadim yang ada pada dzat-Nya yang mencakup terhadap semua sesuatu yang mumkin, Dzat yang maha mendengar yang mengetahui semua yang didengar dengan dengan pendengaran yang qadim yang ada pada dzat-Nya, Dzat yang maha melihat, yang mengetahui terhadap semua yang dilihat ketika adanya sesuatu tersebut dengan penglihatan yang qadim yang ada pada dzat-Nya, Dzat yang maha berfirman dengan firman yang qadim yang ada pada dzat-Nya tanpa huruf dan tanpa suara, maka ‘adam (ketiadaan) tidak mengawali dan tidak akan terjadi pada kalam (firman) Allah yang berhubungan dengan yang wajib, seperti firman Allah swt.:
“Sesungguhnya aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, Maka sembahlah aku”
Dengan yang mustahil, seperti firman Allah:
“Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”.
dan dengan yang jaiz, seperti firman Allah:
“Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu”
.........
Nasehat Motivasi:
Hidup Tenang, Iman Kuat, Dunia Gaul Tapi Tetap Syar'i
---
1. MAKSUD & TUJUAN
Maksud:
Memahami keimanan kepada Allah dengan benar itu kayak punya fondasi rumah yang kokoh. Kalo fondasinya kuat, rumahnya nggak ambruk walau kena gempa. Iman kita ke Allah harus berdasarkan keyakinan yang bener, bukan cuma ikut-ikutan.
Tujuan:
· Biar hati kita tenang karena tau siapa Allah yang kita sembah
· Biar hidup kita punya arah yang jelas, nggak ikut-ikutan tren dunia yang sebentar naik sebentar turun
· Biar kita bisa bedain mana yang "viral" tapi bikin dosa, sama mana yang bikin pahala
---
2. AYAT QUR'AN, HADIS SHAHIH, HADIS QUDSI
๐ Al-Qur'an (Surah Al-Ikhlas):
ُْูู َُูู ุงَُّููู ุฃَุญَุฏٌ، ุงَُّููู ุงูุตَّู َุฏُ، َูู ْ َِููุฏْ ََููู ْ َُูููุฏْ، ََููู ْ َُููู َُّูู ًُُูููุง ุฃَุญَุฏٌ
Artinya: "Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia." (QS. Al-Ikhlas: 1-4)
๐ Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255):
ุงَُّููู َูุง ุฅََِٰูู ุฅَِّูุง َُูู ุงْูุญَُّู ุงَُّْููููู ُ ۚ َูุง ุชَุฃْุฎُุฐُُู ุณَِูุฉٌ ََููุง َْููู ٌ ۚ َُูู ู َุง ِูู ุงูุณَّู َุงَูุงุชِ َูู َุง ِูู ุงْูุฃَุฑْุถِ...
Artinya: "Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur..."
๐ Hadis Qudsi:
ุนَْู ุฃَุจِู ุฐَุฑٍّ ุงْูุบَِูุงุฑِِّู َูุงَู: َูุงَู ุงَّููุจُِّู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ ِููู َุง َูุฑِِْููู ุนَْู ุฑَุจِِّู: "َูุง ุนِุจَุงุฏِู، ุฅِِّูู ุญَุฑَّู ْุชُ ุงูุธُّْูู َ ุนََูู َْููุณِู َูุฌَุนَْูุชُُู ุจََُْูููู ْ ู ُุญَุฑَّู ًุง ََููุง ุชَุธَุงَูู ُูุง..."
Artinya: Dari Abu Dzar Al-Ghifari, Nabi ๏ทบ meriwayatkan dari Tuhannya: "Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku menjadikannya haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling menganiaya..." (HR. Muslim)
๐ Hadis Shahih (Riwayat Muslim):
ุนَْู ุนُู َุฑَ ุฑَุถَِู ุงَُّููู ุนَُْูู َูุงَู: ุจََْููุง َูุญُْู ุนِْูุฏَ ุฑَุณُِูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ ุฐَุงุชَ َْููู ٍ ุฅِุฐْ ุทََูุนَ ุนَََْูููุง ุฑَุฌٌُู ุดَุฏِูุฏُ ุจََูุงุถِ ุงูุซَِّูุงุจِ ุดَุฏِูุฏُ ุณََูุงุฏِ ุงูุดَّุนْุฑِ... ََููุงَู: "َูุง ู ُุญَู َّุฏُ، ุฃَุฎْุจِุฑِْูู ุนَِู ุงْูุฅِูู َุงِู؟" َูุงَู: "ุฃَْู ุชُุคْู َِู ุจِุงَِّููู َูู ََูุงุฆَِูุชِِู َُููุชُุจِِู َูุฑُุณُِِูู َูุงَْْูููู ِ ุงْูุขุฎِุฑِ َูุชُุคْู َِู ุจِุงَْููุฏَุฑِ ุฎَْูุฑِِู َูุดَุฑِِّู"...
Artinya: Dari Umar bin Khattab ra, ia berkata: "Pada suatu hari kami sedang duduk bersama Rasulullah ๏ทบ, tiba-tiba muncul seorang laki-laki dengan pakaian putih bersih dan rambut sangat hitam... lalu ia bertanya: 'Ya Muhammad, kabarkanlah kepadaku tentang iman?' Beliau menjawab: 'Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan beriman kepada takdir baik maupun buruknya'..." (HR. Muslim)
---
3. ANALISA, ARGUMENTASI, IMPLEMENTASI
๐ง Analisa:
Njenengan, tau gak sih? Sifat-sifat Allah yang disebutin tadi itu semua udah qadim (sudah ada sejak dulu banget, nggak ada awalnya). Allah Maha Hidup bukan dengan nyawa kayak kita. Allah Maha Tahu tanpa belajar. Allah Maha Kuasa tanpa alat. Allah Maha Mendengar dan Melihat tanpa telinga dan mata kayak kita. Allah Maha Berfirman tanpa huruf dan suara.
Ini penting banget buat kita pahami, soalnya banyak banget sekarang yang kebingungan karena konsep ke-Tuhanan mereka masih "kasar" atau "jasmani". Ada yang ngebayangin Allah kayak manusia, ada yang ngegambarin Allah pake tangan dan kaki. Padahal Allah itu sama sekali nggak kayak makhluk-Nya!
๐ก Argumentasi:
Kenapa kita harus iman kaya gini?
1. Biar nggak syirik - Kalo kita paham Allah itu esa dan nggak ada yang nyerupain, kita bakal hati-hati dalam beribadah. Nggak bakal kita sembah pohon, batu, atau bahkan hawa nafsu kita sendiri.
2. Biar hati tenang - Allah Maha Tahu semua yang kita rasain. Sedih, galau, insecure, takut masa depan? Allah tau dan Dia Maha Kuasa nolongin kita.
3. Biar nggak takut sama makhluk - Kalo kita yakin Allah Maha Kuasa dan Maha Berkehendak, kita nggak bakal takut sama manusia, sejahat apapun dia. Takut cuma sama Allah!
๐ Implementasi di Kehidupan Sehari-hari (Viral Terkini):
Bersyukur dulu sebelum scroll FYP:
Sebelum buka TikTok atau IG, bacalah "Alhamdulillah". Sadari bahwa Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui apa yang kita tonton. Jangan sampe konten yang kita tonton malah bikin Allah murka.
Saingan sehat bukan hasad:
Di dunia yang lagi "viral" dengan konten flexing harta, mobil, rumah mewah - ingat! Allah Maha Kaya, Dia bagi rezeki sesuai kehendak-Nya. Nggak usah iri sama orang yang punya lebih. Qanaah itu keren!
Stop "mengakui" yang nggak-nggak:
Pernah liat komentar yang nyebut "Allah butuh" atau "Allah mau"? Hati-hati! Allah Maha Kaya nggak butuh apa-apa. Allah itu Maha Sempurna, nggak kurang apa pun. Jangan sampe kita ngomongin Allah dengan nggak paham.
Jaga lisan dari ghibah:
Dunia lagi rame sama "war" di medsos, saling hujat. Allah Maha Mendengar semua omongan kita. Bahkan yang kita bisikin sama temen dekat, Allah denger. Jadi mending gunain mulut buat dzikir dan ngomong baik.
---
4. MUHASABAH (INTROSPEKSI DIRI) DAN CARANYA
๐ Muhasabah Harian dengan Santai:
Step 1: Luangkan waktu 5 menit setiap malam
Sebelum tidur, matiin HP dulu. Duduk santai atau berbaring sambil merenung.
Step 2: Tanya diri sendiri kaya gini:
· "Hari ini, apa sih yang aku lakuin yang bikin Allah senang?"
· "Apa ada perkataan atau perbuatan aku hari ini yang kurang sopan sama Allah?"
· "Udah benarkah keyakinan aku tentang Allah? Atau masih ada yang keliru?"
Step 3: Kaitkan sama sifat-sifat Allah:
· Allah Maha Melihat → Aku jaga pandangan dari hal haram belum?
· Allah Maha Mendengar → Aku jaga omongan dari ghibah dan fitnah belum?
· Allah Maha Tahu → Aku sadar kalo Allah tau semua niatku, termasuk niat riya'?
Step 4: Buat resolusi kecil esok hari:
· "Besok mau sholat tepat waktu"
· "Besok mau kurangin scroll medsos buat baca Al-Qur'an 10 menit"
· "Besok mau minta maaf sama orang yang udah aku sakiti"
Step 5: Istighfar dan perbaiki niat
Kata "Astaghfirullah" nggak cuma dilafalkan, tapi bener-bener dari hati.
---
5. DOA
๐คฒ Doa Memperkuat Iman (Versi Sederhana):
"Allahumma yaa Hayyu yaa Qayyum, yaa 'Alim yaa Qadir, yaa Sami' yaa Bashir, yaa Mutakallim!
Ya Allah, Dzat Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, sempurnakanlah iman kami kepada-Mu. Bukakanlah hati kami untuk memahami keesaan-Mu dengan benar. Jauhkanlah kami dari keyakinan-keyakinan yang salah yang bisa menjerumuskan kami ke dalam kesyirikan.
Ya Allah, dengan pengetahuan-Mu yang tiada batas, ajarkanlah kami ilmu yang bermanfaat. Dengan kekuasaan-Mu yang sempurna, lindungilah kami dari segala keburukan. Dengan pendengaran dan penglihatan-Mu, jagalah kami dari dosa-dosa yang tampak maupun yang tersembunyi.
Perbaikilah amal ibadah kami, bersihkan hati kami dari riya' dan sombong, dan matikanlah kami dalam keadaan husnul khotimah.
Rabbana la tuzigh qulubana ba'da idz hadaytana wa hab lana milladunka rahmah, innaka antal Wahhab.
Ya Allah, janganlah Engkau condongkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.
Aamiin ya Rabbal 'Alamin."
---
6. UCAPAN TERIMA KASIH
๐ Untuk Ustadz/Ustadzah yang Mengajar:
"Ustadz/Ustadzah, terima kasih banyak udah ngajarin ilmu tauhid ini. Baru sekarang aku paham kenapa sifat-sifat Allah itu penting banget dipelajari. Bukan cuma buat nilai ujian, tapi buat benerin cara beriman dan ibadah sehari-hari. Maaf kalo selama ini aku masih ngomongin Allah dengan sembarangan atau masih ada keyakinan yang kurang pas. Semoga Allah kasih keberkahan ilmu yang ustadz/ustadzah ajarkan, dan semoga kita ketemu di surga kelak. Aamiin."
---
๐ Untuk Para Pembaca (Njenengan semua yang baca):
"Halo njenengan-njenengan yang lagi baca tulisan ini! Makasih banget udah nyempetin waktu buat baca sampai selesai. Semoga nggak sia-sia ya, dan semoga kita semua makin cinta sama Allah dengan pemahaman yang benar.
Jangan lupa: iman itu kayak bensin, harus diisi terus. Kalo nggak diisi, bakal habis. Caranya? Rajin baca Al-Qur'an, belajar agama, jaga sholat, dan banyak-banyak bersyukur.
Di zaman yang serba cepat dan penuh godaan ini, semoga kita tetap jadi generasi yang melek teknologi tapi juga melek agama. Keren itu bukan yang paling banyak followers, tapi yang paling takut sama Allah dalam diam-diam.
Salam santun dari aku, dan sampai jumpa di konten-konten keislaman selanjutnya! ๐
Wallahu a'lam bish-shawab. (Allah yang paling tahu kebenarannya)."
---
"Sesungguhnya iman itu bukan angan-angan dan bukan pula perhiasan, tetapi iman adalah sesuatu yang tertanam dalam hati dan dibenarkan oleh amal perbuatan." (HR. Al-Hakim)
---
#TazkiyatunNufus #CintaAllah #ImanKuat #HidupTenang #Tauhid #GaulTapiSyar'i
.............

No comments:
Post a Comment