Kisah mengenai larangan memutus hubungan sanak famili (qathi'ur rahim) dalam kitab Irsyadul Ibad karya Syekh Zainuddin Al-Malibari dijelaskan melalui peringatan keras bahwa perbuatan ini adalah dosa besar. Dampak buruknya tidak hanya menimpa pelaku secara pribadi, tetapi juga dapat mendatangkan musibah bagi satu kaum atau lingkungan di sekitarnya.
Poin Utama Kisah dan Larangan dalam Kitab Irsyadul Ibad.
Dampak terhadap Lingkungan dan Kaum Sekitar. Dalam hadis yang juga dikutip oleh para ulama, Rasulullah SAW bersabda bahwa rahmat Allah SWT tidak akan turun kepada suatu kaum apabila di dalam kaum tersebut terdapat seseorang yang memutus tali kekerabatan (silaturahmi).
Satu Orang Merugikan Semua: Ketika satu anggota keluarga atau kelompok memutuskan hubungan darah, dampak buruknya (seperti hilangnya keberkahan dan turunnya musibah) dirasakan oleh warga sekitar.
Hilangnya Solidaritas: Pemutusan tali silaturahmi mengikis rasa kasih sayang dan memicu tumbuhnya egoisme di tengah masyarakat.
.........
Buletin Tauziah
Dalam Perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufūs
“Bahaya Memutus Silaturahmi (Qathī‘ur Raḥim) dan Dampaknya bagi Kehidupan”
Pendahuluan
Di dalam kitab , dijelaskan bahwa memutus hubungan sanak famili (qathī‘ur raḥim) termasuk dosa besar yang sangat dibenci oleh Allah SWT. Perbuatan ini bukan hanya merusak hubungan antar manusia, tetapi juga menghalangi turunnya rahmat Allah kepada suatu kaum.
Dalam perspektif tasawuf dan Tazkiyatun Nufūs (penyucian jiwa), memutus silaturahmi merupakan tanda kerasnya hati, lemahnya kasih sayang, dan dominannya hawa nafsu serta ego.
Makna (Tafsir) Isi Redaksi
Makna larangan memutus silaturahmi bukan sekadar tidak saling berkunjung, tetapi mencakup:
- Memendam kebencian kepada keluarga.
- Tidak peduli terhadap kesusahan kerabat.
- Memutus komunikasi tanpa alasan syar’i.
- Menolak meminta maaf dan memberi maaf.
- Menyakiti keluarga dengan ucapan, tulisan, atau sikap.
Dalam tasawuf, silaturahmi adalah pancaran rahmah (kasih sayang) Allah dalam hati manusia. Orang yang memutus hubungan keluarga berarti sedang menutup pintu rahmat Allah terhadap dirinya sendiri.
Hati yang bersih selalu condong kepada:
- memaafkan,
- menyambung,
- mendoakan,
- dan menolong.
Sedangkan hati yang dipenuhi penyakit:
- iri,
- sombong,
- dengki,
- dendam, akan mudah memutus hubungan keluarga.
Hukum (Ahkam)
Memutus tali silaturahmi hukumnya haram dan termasuk dosa besar.
Para ulama menjelaskan:
- Menyambung silaturahmi hukumnya wajib.
- Memutusnya tanpa alasan syar’i termasuk maksiat besar.
- Semakin dekat hubungan darah, semakin besar dosanya jika diputus.
Dalil Al-Qur’an
Allah SWT berfirman:
“Maka apakah sekiranya kamu berkuasa, kamu akan berbuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknat Allah.”
(QS. Muhammad: 22–23)
Allah juga berfirman:
“Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan peliharalah hubungan kekeluargaan.”
(QS. An-Nisa’: 1)
Dalil Hadis
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak akan masuk surga orang yang memutus silaturahmi.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Beliau juga bersabda:
“Rahmat tidak turun kepada suatu kaum yang di dalamnya terdapat orang yang memutus silaturahmi.”
Hadis Qudsi
Allah Ta’ala berfirman:
“Aku adalah Ar-Rahman, dan Aku menciptakan rahim (kekerabatan). Aku ambilkan baginya nama dari nama-Ku. Barang siapa menyambungnya maka Aku akan menyambungnya, dan barang siapa memutuskannya maka Aku akan memutuskannya.”
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)
1. Silaturahmi Membuka Pintu Rahmat
Rumah yang dipenuhi hubungan baik antar keluarga akan dipenuhi:
- ketenangan,
- keberkahan,
- kesehatan,
- dan rezeki.
2. Dendam Menggelapkan Hati
Orang yang memutus hubungan keluarga biasanya sulit khusyuk, sulit tenang, dan mudah gelisah karena hati dipenuhi racun kebencian.
3. Satu Orang Bisa Menghalangi Rahmat untuk Banyak Orang
Karena dosa sosial memiliki dampak kolektif. Sebagaimana satu orang membawa manfaat bagi lingkungan, satu orang juga bisa menjadi sebab tertahannya keberkahan.
4. Menyambung yang Putus adalah Akhlak Para Nabi
Silaturahmi sejati bukan hanya membalas kebaikan, tetapi menyambung hubungan walau disakiti.
Analisis dan Argumentasi
Dalam ilmu tasawuf, akar qathī‘ur raḥim adalah:
- ego,
- cinta dunia,
- merasa paling benar,
- dan kerasnya hati.
Banyak pertengkaran keluarga hari ini berasal dari:
- warisan,
- jabatan,
- bisnis,
- politik,
- media sosial,
- dan gengsi.
Padahal kehidupan dunia sangat singkat.
Teknologi semakin canggih, tetapi hati manusia semakin jauh. Komunikasi semakin mudah, tetapi hubungan kekeluargaan justru semakin rapuh.
Orang bisa berbicara dengan orang luar negeri dalam hitungan detik, tetapi bertahun-tahun tidak berbicara dengan saudaranya sendiri.
Ini tanda krisis ruhani.
Amalan (Implementasi)
Amalan Harian
- Menghubungi keluarga walau hanya sebentar.
- Mendoakan kerabat setiap selesai shalat.
- Mengalah dalam pertengkaran keluarga.
- Mengunjungi saudara yang sakit.
- Membantu keluarga yang kesulitan.
- Menahan diri dari membuka aib keluarga.
Amalan Ruhani
- Membaca istighfar 100 kali sehari.
- Membaca shalawat.
- Bersedekah atas nama keluarga.
- Membaca Surah Ar-Rahman.
- Membiasakan hati memaafkan.
Relevansi di Zaman Sekarang
Teknologi dan Media Sosial
Hari ini banyak silaturahmi rusak karena:
- status media sosial,
- komentar,
- fitnah digital,
- grup keluarga,
- dan penyebaran aib.
Teknologi yang seharusnya menyambung hubungan justru dipakai untuk saling menyakiti.
Transportasi Modern
Kini perjalanan sangat mudah:
- kendaraan cepat,
- video call,
- pesan instan, tetapi banyak anak tidak sempat menemui orang tua.
Kehidupan Sosial
Individualisme meningkat:
- sibuk pekerjaan,
- sibuk gadget,
- sibuk hiburan, hingga lupa menjenguk keluarga.
Kedokteran dan Kesehatan
Banyak penelitian modern menunjukkan:
- dendam meningkatkan stres,
- kebencian merusak kesehatan,
- hubungan keluarga yang baik membantu kesehatan mental dan fisik.
Islam telah mengajarkan ini sejak dahulu.
Motivasi
Jangan menunggu keluarga sempurna untuk menyambung silaturahmi.
Mungkin:
- engkau yang paling dulu meminta maaf,
- engkau yang paling dulu menghubungi,
- engkau yang paling dulu mengalah.
Boleh jadi itulah sebab Allah mengangkat derajatmu.
Orang mulia bukan yang selalu menang dalam pertengkaran, tetapi yang mampu menjaga kasih sayang.
Muhasabah
Renungkan:
- Sudahkah aku menyakiti keluargaku?
- Sudahkah aku mendiamkan saudara terlalu lama?
- Apakah aku lebih ramah kepada orang lain daripada keluargaku sendiri?
- Apakah aku menyimpan dendam?
- Apakah aku pernah menolak meminta maaf karena gengsi?
Cara Muhasabah
- Duduk sendiri setelah Isya atau Tahajud.
- Ingat nama keluarga satu per satu.
- Doakan mereka.
- Menangislah jika pernah menyakiti mereka.
- Niatkan memperbaiki hubungan.
Kemuliaan dan Kehinaan
Di Dunia
Kemuliaan:
- hati tenang,
- rezeki lapang,
- umur berkah,
- dicintai manusia.
Kehinaan:
- hidup gelisah,
- keluarga pecah,
- doa sulit terkabul,
- keberkahan hilang.
Di Alam Kubur
Kemuliaan:
- kubur diluaskan,
- ditemani amal kasih sayang,
- mendapat rahmat Allah.
Kehinaan:
- penyesalan,
- kesempitan kubur,
- beratnya hisab awal.
Di Hari Kiamat
Kemuliaan:
- mendapat naungan rahmat,
- wajah bercahaya,
- mudah melewati hisab.
Kehinaan:
- dipermalukan di hadapan manusia,
- amal tertahan,
- dijauhkan dari rahmat.
Di Akhirat
Kemuliaan:
- masuk surga bersama orang-orang penyayang.
Kehinaan:
- ancaman terputus dari rahmat Allah.
Doa
Allahumma allif baina qulubina, wa ashlih dzata bainina, wahdina subulas salam.
Ya Allah, satukan hati-hati kami, perbaikilah hubungan di antara kami, dan tunjukilah kami jalan keselamatan.
Ya Allah, jauhkan hati kami dari dendam, iri, dan kebencian. Jadikan kami hamba-hamba yang lembut hati, mudah memaafkan, dan senang menyambung silaturahmi.
Ya Allah, ampunilah kedua orang tua kami, saudara-saudara kami, guru-guru kami, dan seluruh kaum Muslimin.
Āmīn Yā Rabbal ‘Ālamīn.
Penutup dan Ucapan Terima Kasih
Terima kasih kepada seluruh kaum Muslimin yang terus menjaga silaturahmi, memaafkan kesalahan keluarga, dan berusaha menjadi sebab turunnya rahmat Allah di tengah masyarakat.
Semoga Allah menjadikan hati kita:
- lembut,
- penuh kasih sayang,
- mudah memaafkan,
- dan istiqamah menyambung tali persaudaraan.
Semoga keluarga kita menjadi keluarga yang dipenuhi sakinah, mawaddah, wa rahmah.
Āmīn.
.,........Buletin Tauziah
“Bahaya Putus Hubungan Keluarga (Qathi’ur Rahim) & Dampaknya buat Hidup Kita”
---
Pendahuluan
Tau gak sih, di dalam kitab Irsyadul Ibad karya Syekh Zainuddin Al-Malibari dijelaskan kalau putus hubungan sama famili (qathi’ur rahim) itu dosa besar banget, yang paling dibenci Allah.
Nggak cuma ngerusak hubungan antar manusia, tapi juga bisa ngehalangin turunnya rahmat Allah ke satu kampung atau lingkungan.
Dalam pandangan tasawuf (ilmu bersihin hati), putus silaturahmi itu tanda hati keras, kurang sayang, dan ngedepanin ego serta hawa nafsu.
---
Makna Larangan (Versi Kekinian)
Larangan ini bukan cuma soal "nggak pernah main ke rumah saudara", tapi lebih luas, misalnya:
· Dendam sama keluarga
· Acuh sama saudara yang lagi susah
· Nggak mau ngobrol sama sekali tanpa alasan yang jelas
· Gengsi minta maaf atau ngemaafin
· Ngebuat sakit hati keluarga lewat ucapan, status WA, atau sikap
Dalam tasawuf, silaturahmi itu kayak pancaran kasih sayang Allah di hati manusia. Yang putus hubungan, berarti lagi nutup pintu rahmat Allah buat dirinya sendiri.
Hati yang bersih itu biasanya:
· gampang maafin
· suka nyambung komunikasi
· doain saudaranya
· suka nolong
Sebaliknya, hati yang berpenyakit (iri, sombong, dengki, dendam) bakal gampang banget mutusin tali keluarga.
---
Hukumnya (Ahkam)
· Putus silaturahmi = haram, dosa besar
· Nyambung silaturahmi = wajib
· Semakin dekat darahnya, semakin gede dosa kalau diputus
---
Dalil Al-Qur'an (Teks asli, nggak diubah bahasanya)
Allah SWT berfirman:
“Maka apakah sekiranya kamu berkuasa, kamu akan berbuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknat Allah.”
(QS. Muhammad: 22–23)
“Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan peliharalah hubungan kekeluargaan.”
(QS. An-Nisa’: 1)
---
Dalil Hadis (Teks asli, nggak diubah bahasanya)
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak akan masuk surga orang yang memutus silaturahmi.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
“Rahmat tidak turun kepada suatu kaum yang di dalamnya terdapat orang yang memutus silaturahmi.”
Hadis Qudsi:
“Aku adalah Ar-Rahman, dan Aku menciptakan rahim (kekerabatan). Aku ambilkan baginya nama dari nama-Ku. Barang siapa menyambungnya maka Aku akan menyambungnya, dan barang siapa memutuskannya maka Aku akan memutuskannya.”
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
---
Hikmah & Pelajaran (Biar Gak Salah Paham)
1. Silaturahmi = Pembuka Pintu Rahmat
Rumah yang hubungan keluarganya adem ayem bakal dipenuhi ketenangan, berkah, kesehatan, dan rezeki.
2. Dendam Bikin Hati Suram
Orang yang putus hubungan biasanya susah khusyuk, susah tenang, gelisah terus. Hatinya kayak kena racun kebencian.
3. Satu Orang Bisa Bikin Satu Kampung Kena Azab
Dosa sosial itu dampaknya kolektif. Kayak satu orang bisa bawa berkah, satu orang juga bisa jadi penghalang rahmat buat banyak orang.
4. Nyambungin yang Udah Putus Itu Akhlaknya Nabi
Silaturahmi sejati bukan cuma balas kebaikan, tapi nyambung walau pernah disakiti.
---
Analisis Gaul-Tapi-Santai
Dalam ilmu tasawuf, akar masalah putus silaturahmi itu:
· ego gede
· cinta dunia
· ngerasa paling bener sendiri
· hati keras
Banyak ribut keluarga zaman sekarang gara-gara: warisan, jabatan, bisnis, politik, medsos, atau gengsi doang.
Padahal hidup ini cuma sebentar.
Medsos makin canggih, tapi hati makin jauh.
Komunikasi makin gampang, tapi hubungan saudara makin renggang.
Orang bisa chat sama netizen luar negeri dalam hitungan detik, tapi bertahun-tahun gak nyapa adik kandung sendiri.
Ngeri kan? Ini tanda krisis ruhani.
---
Amalan Sehari-hari (Yang Kekinian Tapi Bermakna)
Amalan fisik / sosial:
· Hubungi keluarga walau cuma kirim stiker WA
· Doain saudara tiap abis shalat
· Kalah kalau lagi ribut soal sepele
· Jenguk saudara yang sakit (bisa via video call kalau jauh)
· Bantu saudara yang lagi susah
· Tahan diri buat nggak buka aib keluarga di grup atau sosmed
Amalan ruhani (buat hati):
· Baca istigfar 100x sehari
· Perbanyak shalawat
· Sedekah atas nama keluarga
· Baca Surah Ar-Rahman
· Latihan hati buat memaafkan
---
Relevansi di Zaman Now
Media sosial:
Banyak silaturahmi rusak karena status, komen, fitnah digital, grup keluarga, sampe nyebarin aib lewat story.
Teknologi yang harusnya buat nyambungin, malah dipakai buat nyakitin.
Transportasi makin cepat, tapi hati makin jauh:
Sekarang naik pesawat atau kereta cepat gampang, ada video call juga. Tapi banyak anak nggak sempet nemuin orang tuanya.
Individualisme makin tinggi:
Sibuk kerja, sibuk scroll medsos, sibuk hiburan sendiri. Sampe lupa jenguk keluarga.
Fakta kesehatan modern:
Penelitian bilang: dendam bikin stres, kebencian rusak kesehatan mental. Hubungan keluarga yang baik itu obat buat jiwa dan raga. Islam udah ngajarin ini dari dulu banget.
---
Motivasi (Biar Semangat Nyambung Lagi)
Jangan nunggu keluarga sempurna dulu baru mau nyambung.
Bisa jadi:
· Akulah yang pertama minta maaf
· Akulah yang duluan chat
· Akulah yang mengalah
Boleh jadi itulah sebab Allah angkat derajat aku.
Orang mulia itu bukan yang selalu menang ribut, tapi yang tetap jaga kasih sayang.
---
Muhasabah Diri (Coba Renungkan)
· Udah pernah nyakitin keluarga belum?
· Udah berapa lama nggak nyapa saudara?
· Apakah aku lebih ramah sama orang lain daripada sama keluarga sendiri?
· Masih simpen dendam?
· Pernah gak sih gengsi minta maaf?
Cara muhasabah versi santai:
Duduk sendirian abis Isya atau Tahajud. Ingat nama-nama keluarga satu per satu. Doain mereka. Kalau ngerasa pernah nyakitin, nangis dikit gapapa. Niatin buat perbaiki hubungan.
---
Kemuliaan & Kehinaan
Di dunia:
· Mulia: hati tenang, rezeki lapang, umur berkah, disayang orang.
· Hina: hidup gelisah, keluarga pecah, doa susah dikabul, berkah ilang.
Di alam kubur:
· Mulia: kubur diluaskan, ditemenin amal kasih sayang, dapet rahmat Allah.
· Hina: nyesel, sesak kubur, hisab awal berat.
Hari kiamat:
· Mulia: dapet naungan rahmat, wajah cerah, gampang lewat hisab.
· Hina: malu di depan semua orang, amal tertahan, dijauhkan dari rahmat.
Di akhirat:
· Mulia: masuk surga bareng orang-orang penyayang.
· Hina: terancam putus dari rahmat Allah.
---
Doa (Boleh Dipanjatkan Kapan Aja)
Allahumma allif baina qulubina, wa ashlih dzata bainina, wahdina subulas salam.
Ya Allah, satukan hati-hati kami, perbaiki hubungan kami, tunjuki kami jalan keselamatan.
Ya Allah, jauhkan hati kami dari dendam, iri, dan kebencian. Jadikan kami hamba yang lembut hati, mudah maafin, dan seneng nyambung silaturahmi.
Ya Allah, ampunin kedua orang tua kami, saudara-saudara kami, guru-guru kami, dan seluruh kaum Muslimin.
Āmīn Yā Rabbal ‘Ālamīn.
---
Penutup (Versi Santuy)
Makasih banget buat semua kaum Muslimin yang masih rajin nyambung silaturahmi, gampang maafin, dan berusaha jadi penyebab turunnya rahmat Allah di tengah masyarakat.
Semoga Allah menjadikan hati kita:
· lembut
· penuh sayang
· mudah maafin
· istiqamah nyambung tali persaudaraan
Semoga keluarga kita jadi keluarga yang penuh sakinah, mawaddah, wa rahmah.
Āmīn. 😊🤝
---
No comments:
Post a Comment