Monday, May 18, 2026

150. KEUTAMAAN 10 HARI PERTAMA DZULHIJJAH

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *KEUTAMAAN 10 HARI PERTAMA DZULHIJJAH*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

AHAD, 23 DZULKA'DA 1447 / 10 MEI 2026


⏰  BA'DA MAGRIB - SELESAI


TEMPAT  :

* MASJID AL-HIKMAH, JL. RANGKAH VII NO. 120 SURABAYA


Youtube  :

https://www.youtube.com/live/r0fWJv9_1Zw?si=jwcgnttl68Nw_w5O

.....

BULETIN TAUZIAH

Dalam Perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufūs

“KEUTAMAAN 10 HARI PERTAMA DZULHIJJAH”


Mukadimah

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang masih mempertemukan kita dengan hari-hari yang agung, hari-hari yang dicintai oleh Allah, yaitu sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya yang istiqamah hingga akhir zaman.

Di tengah hiruk-pikuk dunia, manusia sibuk mengejar pekerjaan, popularitas, harta, dan pujian manusia. Namun Allah menghadirkan 10 hari Dzulhijjah sebagai kesempatan emas untuk membersihkan hati, menenangkan jiwa, memperbanyak amal, dan mendekat kepada-Nya.

Dalam perspektif tasawuf, Dzulhijjah bukan sekadar pergantian bulan, tetapi musim penyucian jiwa (Tazkiyatun Nufūs), saat hati diajak kembali kepada Allah sebelum datang kematian.


Makna (Tafsir) Isi Redaksi

Allah Ta’ala berfirman:

“Demi fajar, dan malam yang sepuluh.”
(QS. Al-Fajr: 1–2)

Sebagian besar ulama tafsir menjelaskan bahwa “malam yang sepuluh” adalah 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.

Hari-hari ini dimuliakan karena:

  • berkumpulnya ibadah besar,
  • adanya ibadah haji,
  • adanya wukuf di Arafah,
  • adanya kurban,
  • dan banyaknya rahmat serta ampunan Allah.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tidak ada hari-hari dimana amal shalih lebih dicintai Allah melebihi hari-hari ini (10 hari Dzulhijjah).” (HR. Bukhari)

Dalam tafsir tasawuf:

  • Dzulhijjah adalah panggilan agar hati berhijrah dari cinta dunia menuju cinta Allah.
  • Orang yang memuliakan Dzulhijjah sejatinya sedang memuliakan kesempatan taubatnya.
  • Amal di hari-hari ini bukan hanya dinilai dari banyaknya, tetapi dari keikhlasan dan kebersihan hati.

Hukum (Ahkam)

1. Memperbanyak Amal Shalih

Hukumnya sunnah muakkadah.

2. Puasa 9 Hari Pertama Dzulhijjah

Sangat dianjurkan, terutama puasa Arafah tanggal 9 Dzulhijjah.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Puasa Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim)

3. Berkurban

Hukumnya sunnah muakkadah menurut jumhur ulama, dan wajib menurut sebagian ulama bagi yang mampu.

4. Takbir, Tahmid, Tahlil

Disunnahkan memperbanyak:

  • Allahu Akbar
  • Alhamdulillah
  • Laa ilaaha illallah

Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)

1. Allah Memberi Musim Kebaikan

Sebagaimana pedagang memiliki musim panen, orang beriman memiliki musim pahala.

2. Dunia Hanya Sementara

Hari Arafah mengingatkan manusia tentang Padang Mahsyar:

  • pakaian sederhana,
  • tangisan,
  • doa,
  • pengharapan ampunan.

3. Kurban Mengajarkan Keikhlasan

Bukan darah dan daging yang sampai kepada Allah, tetapi ketakwaan hati.

Allah berfirman:

“Daging dan darah hewan kurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.” (QS. Al-Hajj: 37)

4. Tasawuf Mengajarkan Penyembelihan Nafsu

Bukan hanya kambing yang disembelih, tetapi:

  • ego,
  • sombong,
  • riya,
  • cinta dunia,
  • dengki,
  • dan hawa nafsu.

Dalil Al-Qur’an, Hadis, dan Hadis Qudsi

Dalil Al-Qur’an

QS. Al-Hajj: 28

“Agar mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan.”

QS. Al-Fajr: 1–2

“Demi fajar dan malam yang sepuluh.”


Hadis Nabi ﷺ

“Tidak ada amal yang lebih dicintai Allah daripada amal pada 10 hari ini.” (HR. Bukhari)


Hadis Qudsi

Allah Ta’ala berfirman:

“Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan sunnah hingga Aku mencintainya.” (HR. Bukhari)


Analisis dan Argumentasi

Mengapa manusia modern sering kehilangan ketenangan? Karena hati dipenuhi:

  • ambisi dunia,
  • iri hati,
  • pamer kehidupan,
  • dan ketergantungan kepada manusia.

10 hari Dzulhijjah adalah terapi ruhani:

  • puasa melemahkan syahwat,
  • dzikir membersihkan hati,
  • sedekah mengikis cinta dunia,
  • kurban melatih pengorbanan,
  • doa menghidupkan harapan kepada Allah.

Dalam ilmu tasawuf:

hati yang dipenuhi dunia akan gelap, sedangkan hati yang dipenuhi dzikir akan hidup.


Amalan (Implementasi)

Amalan Utama:

1. Taubat sungguh-sungguh

Menyesali dosa dan memperbaiki diri.

2. Puasa Dzulhijjah

Minimal puasa Arafah.

3. Dzikir

Perbanyak:

  • Takbir
  • Tahmid
  • Tahlil
  • Istighfar
  • Shalawat

4. Sedekah

Memberi makan orang miskin, membantu tetangga, menyantuni yatim.

5. Membaca Al-Qur’an

6. Menjaga lisan

Menghindari:

  • ghibah,
  • fitnah,
  • adu domba,
  • komentar kasar di media sosial.

7. Berkurban bila mampu


Relevansi yang Viral di Zaman Sekarang

Hari ini banyak manusia:

  • viral tapi kosong hatinya,
  • terkenal tapi gelisah,
  • kaya tapi jauh dari Allah,
  • sibuk pencitraan tapi miskin keikhlasan.

Bahkan ibadah kadang dijadikan konten demi pujian manusia.

Tasawuf mengajarkan:

Amal yang kecil tapi ikhlas lebih mulia daripada amal besar yang dipenuhi riya.

Dzulhijjah mengingatkan:

  • jangan hanya menghias feed media sosial,
  • tapi hiasilah hati di hadapan Allah.

Motivasi

Mungkin ini Dzulhijjah terakhir kita. Mungkin tahun depan nama kita sudah dipanggil di alam kubur.

Karena itu:

  • jangan tunda taubat,
  • jangan tunda sedekah,
  • jangan tunda meminta maaf,
  • jangan tunda mendekat kepada Allah.

Bisa jadi satu dzikir yang ikhlas menjadi sebab keselamatan kita di akhirat.


Muhasabah & Caranya

Renungkan:

  • Sudahkah shalat kita khusyuk?
  • Sudahkah hati kita bersih dari iri?
  • Masihkah kita menyakiti orang tua?
  • Masihkah lisan kita melukai manusia?
  • Sudahkah harta kita halal?

Cara Muhasabah:

1. Kurangi keramaian yang melalaikan

2. Perbanyak diam dan dzikir

3. Menangis dalam doa malam

4. Mengingat kematian

5. Menulis dosa dan kekurangan diri

6. Berkumpul dengan orang shalih


Kemuliaan dan Kehinaan

Kemuliaan bagi yang Menghidupkan Dzulhijjah

Di Dunia

  • hati lebih tenang,
  • hidup lebih berkah,
  • dicintai manusia shalih,
  • dimudahkan urusan.

Di Alam Kubur

  • kubur dilapangkan,
  • ditemani amal shalih,
  • mendapat cahaya.

Di Hari Kiamat

  • wajah bercahaya,
  • mendapat syafaat,
  • aman dari penyesalan besar.

Di Akhirat

  • memperoleh ampunan,
  • rahmat Allah,
  • dan surga-Nya.

Kehinaan bagi yang Melalaikan

Di Dunia

  • hati keras,
  • gelisah,
  • mudah iri,
  • hidup tanpa keberkahan.

Di Alam Kubur

  • penyesalan,
  • kesempitan,
  • kegelapan.

Di Hari Kiamat

  • hisab berat,
  • malu di hadapan Allah,
  • penuh penyesalan.

Di Akhirat

  • jauh dari rahmat Allah jika tidak bertaubat.

Doa

اللهم بلغنا عشر ذي الحجة، وأعنا فيها على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك، وطهر قلوبنا من الرياء والحسد وحب الدنيا، واجعلنا من عبادك الصالحين المقبولين.

“Ya Allah, sampaikanlah kami kepada 10 hari Dzulhijjah, bantulah kami untuk berdzikir, bersyukur, dan beribadah dengan baik kepada-Mu. Bersihkan hati kami dari riya, hasad, dan cinta dunia. Jadikan kami termasuk hamba-hamba-Mu yang shalih dan diterima amalnya.”

آمين يا رب العالمين


Penutup & Ucapan Terima Kasih

Terima kasih kepada seluruh kaum muslimin yang masih mau menghadiri majelis ilmu, membaca tauziah, serta berusaha memperbaiki diri di tengah zaman yang penuh fitnah ini.

Semoga Allah menjadikan kita:

  • hamba yang ikhlas,
  • hati yang lembut,
  • lisan yang berdzikir,
  • dan jiwa yang selamat hingga akhir hayat.

Jangan sia-siakan 10 hari pertama Dzulhijjah. Karena belum tentu kita dipertemukan lagi dengannya tahun depan.

Wallahu a’lam bish-shawab.

.........

No comments: