Bismillahirahmanirrahim.
Senin, 18 Mei 2026
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Buat njenengan penikmat ilmu, terkirim dari pesantren Darul Falah oleh oleh maghrib'an nyantri bareng Ust. Masykuri, kupas tipis tipis kitab Daqoiqul Akhbar (Karya Syekh Abdurrahman bin Ahmad al-Qadhi) *Edisi 1057* :
Bab 31 Melayangnya Buku di Hari Kiamat.
Diceritakan dari Abu Dzarin ra. sesungguhnya ia berkata: Rasulullah saw. pernah bersabda: “Tidak ada dari seorang mukmin kecuali baginya mempunyai (catatan) buku baru, tatkala buku itu digulung dimana didalamnya tidak ada (bacaan) istighfar, maka buku iru menjadi gelap. Dan tatkala buku itu digulung dimana didalamnya kerdapat (bacaan) istighfar, maka buku itu mempunyai nur yang bercahaya.”
Al-Faqih rahimahullahu berkata: “Tidak ada seseorang di dalam dunia, kecuali baginya ada dua malaikat yang diserahi oleh Allah Ta’ala, agar menjaga orang itu di waktu malam dan siang, dan keduanya menulisi amal perbuatan orang itu tentang kebaikannya dan kejelekannya, serta (mencatat) tempatnya dia melakukan perbuatan dan ketentuannya dalam perbuatan itu.” Allah Ta’ala berfirman:
“Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu).” (QS. Al Infithar: 10).
Lalu diangkat buku orang tersebut setiap hari, dan setiap alam buku itu dikumpulkan setiap tahun di malam pertengahan bulan Sya’ban. Dan dibuang perkataan Orang itu yang tidak rguna, serta (juga dibuang) perbuatan orang tersebut yang tidak berguna. Kitab (catatan amal) dikumpulkan pada setiap tahun didalam “Sijjil”, Tatkala telah sampai ajal seseorang pada waktu naza’ maka buku yang ada didalam “Sijjil” itu dikumpulkan beserta sebagaimananya, dan ketika ruhnya keluar, maka buku itu digulung lalu dikalungkan ke lehernya, serta di atas buku Itu diberi stempel (untuk) diikuti bersama dirinya didalam kubur, Dan inilah makna (dari) firman Allah Ta’ala :
“Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya,” (Al Isra’: 13).
Maksud ayat tersebut di atas, kami mengkalungkan buku Catatan amal orang tersebut di lehernya, sebab leher adalah tempat kalung, dan Juga merupakan tempat perhiasan (barang indah) dan barang buruk. Buku catatan amal tersebut besok di hari kiamat akan dibeberkan kepadanya. Sebagaimana firman-Nya:
“Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka.” (QS. Al Isra’: 13)
Kemudian dia diperintah untuk membacanya sendiri. Sebagaimana yang difirmankan oleh Allah swt.:
"Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu.” (QS. Al Isra’: 14).
..........
BULETIN TAUZIAH
“MELAYANGNYA BUKU AMAL DI HARI KIAMAT”
(Dalam Perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufūs)
Muqaddimah
Setiap manusia hidup di dunia dengan pengawasan yang sangat sempurna. Tidak ada ucapan, gerakan, bisikan hati, tulisan, pesan, transaksi, bahkan niat yang luput dari pencatatan malaikat. Semua akan kembali kepada pemiliknya dalam bentuk kitab amal yang kelak dibuka di hadapan Allah سبحانه وتعالى.
Di dalam kehidupan dunia, manusia sering lupa bahwa dirinya sedang “direkam”. Namun di akhirat nanti, seluruh rekaman itu akan berbicara tanpa bisa dihapus, dimanipulasi, atau disembunyikan.
Allah Ta’ala berfirman:
“Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya pada lehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka.”
(QS. Al-Isra’: 13)
Makna (Tafsir) Isi Redaksi
Hadis dan penjelasan para ulama di atas menjelaskan beberapa perkara besar:
1. Setiap manusia memiliki kitab amal
Kitab amal adalah catatan seluruh kehidupan manusia sejak baligh hingga wafat. Tidak ada yang tertinggal.
Allah berfirman:
“Kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak pula yang besar melainkan ia mencatat semuanya.”
(QS. Al-Kahfi: 49)
2. Istighfar menjadi cahaya kitab amal
Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa kitab amal yang dipenuhi istighfar akan bercahaya.
Maknanya:
- dosa menggelapkan ruh,
- taubat menerangi hati,
- istighfar membersihkan noda amal.
Dalam tasawuf, istighfar bukan sekadar ucapan lisan, tetapi:
- penyesalan hati,
- penghinaan diri di hadapan Allah,
- kembali kepada-Nya dengan penuh harap.
3. Malaikat mencatat secara detail
Malaikat tidak hanya mencatat perbuatan besar, tetapi juga:
- niat,
- tujuan,
- tempat,
- keadaan hati,
- cara melakukan amal.
Ini menunjukkan keadilan Allah yang sempurna.
4. Amal dikalungkan di leher
Leher adalah simbol:
- identitas,
- kemuliaan,
- kehinaan,
- beban.
Orang saleh akan membawa kalung kemuliaan.
Orang durhaka membawa rantai kehinaan.
5. Manusia menjadi saksi atas dirinya sendiri
Di akhirat nanti manusia membaca sendiri kitab amalnya.
Tidak ada pengacara. Tidak ada manipulasi. Tidak ada rekayasa data.
Allah berfirman:
“Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada hari ini sebagai penghisab atas dirimu.”
(QS. Al-Isra’: 14)
Hukum (Ahkam)
1. Wajib menjaga amal lahir dan batin
Karena semuanya dicatat.
2. Haram meremehkan dosa kecil
Dosa kecil yang terus dilakukan dapat menjadi besar.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Jauhilah dosa-dosa kecil, karena ia akan berkumpul hingga membinasakan pelakunya.”
(HR. Ahmad)
3. Sunnah memperbanyak istighfar
Rasulullah ﷺ sendiri beristighfar lebih dari 70 kali sehari.
4. Wajib bertaubat sebelum ajal
Karena setelah mati:
- pena amal ditutup,
- kitab digulung,
- kesempatan selesai.
Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)
1. Dunia hanyalah tempat menulis
Akhirat adalah tempat membaca.
Hari ini kita menulis. Besok kita membacanya sendiri.
2. Lisan adalah pena akhirat
Banyak manusia menjaga wajahnya di depan manusia, tetapi tidak menjaga lisannya di hadapan malaikat.
3. Istighfar adalah penghapus noda ruh
Hati yang rajin istighfar:
- lebih lembut,
- lebih tenang,
- lebih bercahaya.
4. Amal tersembunyi lebih berharga
Tasawuf mengajarkan: amal yang ikhlas lebih bercahaya dibanding amal yang dipamerkan.
Dalil Al-Qur’an, Hadis, dan Hadis Qudsi
Al-Qur’an
- QS. Al-Isra’: 13–14
- QS. Al-Kahfi: 49
- QS. Qaf: 18
“Tidaklah ia mengucapkan suatu kata melainkan ada di sisinya malaikat pengawas.”
Hadis
meriwayatkan:
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah berkata baik atau diam.”
(HR. Bukhari-Muslim)
meriwayatkan:
“Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada...”
(HR. Tirmidzi)
Hadis Qudsi
Allah Ta’ala berfirman:
“Wahai hamba-Ku, sesungguhnya itu hanyalah amal-amal kalian yang Aku hitung untuk kalian, kemudian Aku sempurnakan balasannya.”
(HR. Muslim)
Analisis dan Argumentasi
Dalam Perspektif Tasawuf
Tasawuf memandang bahwa:
- dosa bukan hanya pelanggaran hukum,
- tetapi juga kegelapan ruh.
Semakin banyak maksiat:
- hati menghitam,
- nur iman redup,
- ibadah terasa berat,
- dzikir terasa hambar.
Sebaliknya:
- istighfar,
- taubat,
- dzikir,
- ikhlas, akan memutihkan hati.
Kitab amal yang bercahaya berasal dari hati yang bercahaya.
Amalan (Implementasi)
1. Istighfar minimal 100 kali sehari
Baca:
Astaghfirullāhal ‘Azhīm wa atūbu ilaih.
2. Muhasabah sebelum tidur
Tanya diri:
- Apa yang aku ucapkan hari ini?
- Siapa yang aku sakiti?
- Apa yang sudah aku lihat?
- Apa yang aku tulis?
3. Menjaga jejak digital
Karena semua:
- komentar,
- video,
- chat,
- unggahan, akan menjadi saksi.
4. Memperbanyak amal tersembunyi
Seperti:
- sedekah diam-diam,
- tahajud,
- membantu orang tanpa diketahui.
Relevansi Viral di Zaman Sekarang
Teknologi dan Kamera Pengawas
Hari ini manusia menciptakan:
- CCTV,
- cloud storage,
- AI,
- rekaman digital.
Namun semua itu hanyalah bayangan kecil dari pencatatan malaikat.
Manusia bisa menghapus chat, tetapi tidak bisa menghapus catatan malaikat.
Media Sosial
Banyak orang:
- viral karena maksiat,
- bangga membuka aurat,
- menghina orang,
- menyebar fitnah.
Padahal seluruh jejak digital akan menjadi saksi di akhirat.
Kedokteran Modern
Teknologi mampu merekam:
- detak jantung,
- aktivitas otak,
- sidik jari.
Maka lebih mudah bagi kita memahami bahwa Allah mampu menyimpan seluruh amal manusia secara sempurna.
Kehidupan Sosial
Hari ini manusia sibuk menjaga citra:
- edit foto,
- pencitraan,
- branding.
Namun akhirat membuka kenyataan yang asli.
Motivasi
Jangan putus asa meski masa lalu buruk.
Selama ruh belum sampai tenggorokan:
- pintu taubat masih terbuka,
- kitab amal masih bisa diterangi istighfar.
Satu istighfar yang tulus bisa mengubah arah hidup seseorang.
Muhasabah & Caranya
Cara Muhasabah Harian
Sebelum tidur:
- Duduk tenang 5 menit.
- Ingat seluruh aktivitas hari itu.
- Catat dosa yang dilakukan.
- Menangis dan memohon ampun.
- Niat memperbaiki diri esok hari.
Muhasabah Mingguan
- Kurangi dosa yang sama.
- Tambah amal rahasia.
- Evaluasi lisan dan media sosial.
Kemuliaan dan Kehinaan
Di Dunia
Orang yang menjaga kitab amal:
- wajahnya teduh,
- hatinya tenang,
- hidupnya berkah.
Orang yang mengotori kitab amal:
- gelisah,
- keras hati,
- jauh dari keberkahan.
Di Alam Kubur
Ahli taubat:
kuburnya bercahaya.
Ahli maksiat:
kuburnya gelap dan sempit.
Di Hari Kiamat
Orang saleh:
menerima kitab dengan tangan kanan.
Orang durhaka:
menerima kitab dari kiri atau belakang.
Allah berfirman:
“Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya…”
(QS. Al-Haqqah: 19)
Di Akhirat
Kitab bercahaya:
mengantarkan menuju surga.
Kitab gelap:
menjadi sebab penyesalan panjang.
Doa
Ya Allah, jangan Engkau buka aib kami di dunia dan akhirat.
Ya Allah, terangilah kitab amal kami dengan istighfar, taubat, dzikir, dan amal saleh.
Ya Allah, jadikan lisan kami basah dengan menyebut nama-Mu.
Ya Allah, wafatkan kami dalam keadaan husnul khatimah.
Ya Allah, berikanlah kitab amal kami dengan tangan kanan kami.
Āmīn Yā Rabbal ‘Ālamīn.
Penutup & Ucapan Terima Kasih
Terima kasih kepada seluruh pembaca yang masih berusaha memperbaiki diri di tengah fitnah zaman yang semakin berat. Semoga Allah سبحانه وتعالى menjaga hati kita, membersihkan kitab amal kita, dan mengumpulkan kita bersama orang-orang saleh di akhirat kelak.
...........“Hari ini adalah waktu beramal tanpa hisab.
Besok adalah waktu hisab tanpa amal.”
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Semoga bermanfa'at selalu.
—M. Djoko ekasanU—
..........
Bismillahirahmanirrahim.
Senin, 18 Mei 2026
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Hei, para penikmat ilmu!
Kali ini aku dapat kiriman dari pesantren Darul Falah – maghriban ngaji bareng Ust. Masykuri, ngupas tipis-tipis kitab Daqoiqul Akhbar (karya Syekh Abdurrahman bin Ahmad al-Qadhi) edisi 1057.
Judulnya: Bab 31 – Melayangnya Buku di Hari Kiamat.
---
Ceritanya gini:
Dari Abu Dzarin ra., ia bilang: Rasulullah saw. pernah bersabda:
“Tidak ada dari seorang mukmin kecuali baginya mempunyai (catatan) buku baru. Tatkala buku itu digulung, di mana di dalamnya tidak ada (bacaan) istighfar, maka buku itu menjadi gelap. Dan tatkala buku itu digulung, di mana di dalamnya terdapat (bacaan) istighfar, maka buku itu mempunyai nur yang bercahaya.”
---
Al-Faqih rahimahullahu berkata:
“Nggak ada satu orang pun di dunia ini, kecuali dia punya dua malaikat yang ditugasin Allah Ta’ala buat jagain dia, baik malam maupun siang. Kedua malaikat ini nulisin semua amal perbuatan orang itu – kebaikan maupun keburukan – termasuk tempat dia ngelakuin perbuatan itu dan gimana detailnya.”
Allah Ta’ala berfirman (artinya tetap):
“Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu).” (QS. Al Infithar: 10)
---
Prosesnya kurang lebih kayak gini:
Setiap hari, buku catatan amal diangkat. Terus setiap tahun, semua buku itu dikumpulin pada malam pertengahan Sya’ban. Perkataan yang nggak berguna dan perbuatan yang sia-sia bakal dibuang.
Kitab amal dikumpulin tiap tahun dalam “Sijjil”. Pas ajal udah datang, pas lagi naza’ (sakaratul maut), buku yang ada di Sijjil itu dikumpulin juga.
Begitu ruhnya keluar, buku itu digulung, dikalungin ke lehernya, terus dikasih stempel. Kalung buku amal ini bakal menemani dia di dalam kubur.
Nah, ini makna firman Allah Ta’ala (artinya tetap):
“Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya.” (QS. Al Isra’: 13)
Maksudnya: Allah mengkalungkan buku catatan amal orang itu di lehernya. Kok leher? Karena leher itu tempat kalung, tempat perhiasan (barang indah maupun barang buruk).
Besok di hari kiamat, buku itu akan dibeberkan. Seperti firman-Nya (artinya tetap):
“Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka.” (QS. Al Isra’: 13)
Terus dia disuruh baca sendiri. Allah berfirman (artinya tetap):
“Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu.” (QS. Al Isra’: 14)
---
BULETIN TAUZIAH
“MELAYANGNYA BUKU AMAL DI HARI KIAMAT”
(Versi Santuy + Tasawuf – Tazkiyatun Nufūs)
Muqaddimah (Pembuka ala kekinian)
Guys, sadar nggak sih? Setiap manusia hidup di dunia ini selalu dalam pengawasan yang super komplit. Nggak ada satu pun ucapan, gerakan, bisikan hati, tulisan, chat, transaksi, bahkan niat – semuanya dicaplok sama malaikat.
Nanti semua akan balik lagi ke pemiliknya dalam bentuk kitab amal yang bakal dibuka di hadapan Allah ﷻ.
Di dunia ini kita sering lupa kalau lagi “direkam”. Tapi di akhirat nanti, semua rekaman itu bakal ngomong sendiri – nggak bisa dihapus, diedit, atau disembunyiin.
Allah Ta’ala berfirman (artinya tetap):
“Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya pada lehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka.” (QS. Al-Isra’: 13)
---
Makna Isi Redaksi (Versi Ngeh)
1. Setiap orang punya kitab amal – dari baligh sampe mati. Nggak ada yang terlewat.
Allah berfirman (artinya tetap):
“Kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak pula yang besar melainkan ia mencatat semuanya.” (QS. Al-Kahfi: 49)
2. Istighfar bikin kitab amal bercahaya – Rasulullah ﷺ jelasin, kitab yang banyak istighfarnya itu kinclong.
Maksudnya: dosa bikin ruh gelap, taubat bikin hati terang, istighfar bersihin noda amal.
Dalam tasawuf, istighfar bukan cuma omongan doang, tapi:
· nyesel dari hati
· sadar diri di hadapan Allah
· balik ke-Nya dengan penuh harap.
3. Malaikat nulis detail abis – bukan cuma perbuatan gede, tapi juga niat, tujuan, tempat, keadaan hati, cara ngelakuin amal. Ini bukti keadilan Allah yang no debat.
4. Amal dikalungin ke leher – leher itu simbol identitas, kemuliaan, kehinaan, juga beban.
· Orang saleh bawa kalung kemuliaan.
· Orang durhaka bawa rantai kehinaan.
5. Manusia jadi saksi dirinya sendiri – di akhirat kita disuruh baca sendiri kitab amal kita. Nggak ada pengacara, nggak ada manipulasi data.
Allah berfirman (artinya tetap):
“Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada hari ini sebagai penghisab atas dirimu.” (QS. Al-Isra’: 14)
---
Hukum (Ahkam) – Biar Nggak Salah Langkah
· Wajib jaga amal lahir & batin – soalnya semuanya dicatat.
· Haram ngeremehin dosa kecil – karena bisa numpuk jadi gede.
Rasulullah ﷺ bersabda (artinya tetap): “Jauhilah dosa-dosa kecil, karena ia akan berkumpul hingga membinasakan pelakunya.” (HR. Ahmad)
· Sunnah perbanyak istighfar – Rasulullah aja istighfar 70+ kali sehari.
· Wajib taubat sebelum ajal – setelah mati, pena amal diangkat, buku digulung, kesempatan selesai.
---
Hikmah dan Pelajaran (Ibrah – Biar Melek)
· Dunia cuma tempat nulis, akhirat tempat baca. Hari ini kita nulis, besok kita baca sendiri.
· Lisan itu pena akhirat. Banyak orang jaga muka di depan manusia, tapi nggak jaga lisan di depan malaikat.
· Istighfar penghapus noda ruh. Hati yang rajin istighfar: lebih lembut, lebih tenang, lebih bercahaya.
· Amal tersembunyi itu more powerful. Tasawuf ngajarin: amal ikhlas lebih kinclong daripada amal pamer.
---
Dalil Al-Qur’an, Hadis, dan Hadis Qudsi (Tetap Asli)
Al-Qur’an
· QS. Al-Isra’: 13–14
· QS. Al-Kahfi: 49
· QS. Qaf: 18 (artinya tetap): “Tidaklah ia mengucapkan suatu kata melainkan ada di sisinya malaikat pengawas.”
Hadis
· (HR. Bukhari-Muslim) artinya tetap: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah berkata baik atau diam.”
· (HR. Tirmidzi) artinya tetap: “Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada...”
Hadis Qudsi
· (HR. Muslim) Allah berfirman: “Wahai hamba-Ku, sesungguhnya itu hanyalah amal-amal kalian yang Aku hitung untuk kalian, kemudian Aku sempurnakan balasannya.”
---
Analisis ala Tasawuf
Dalam pandangan tasawuf, dosa bukan cuma pelanggaran hukum, tapi juga kegelapan ruh.
Semakin banyak maksiat:
· hati tambah item
· nur iman redup
· ibadah kerasa berat
· dzikir kerasa hambar
Sebaliknya, istighfar, taubat, dzikir, ikhlas – bakal memutihkan hati.
Kitab amal yang bercahaya itu lahir dari hati yang bercahaya.
---
Amalan (Yang Bisa Langsung Dilakukan)
1. Istighfar minimal 100x sehari – baca: Astaghfirullāhal ‘Azhīm wa atūbu ilaih.
2. Muhasabah sebelum tidur – tanya diri:
· Apa yang aku ucap hari ini?
· Siapa yang aku sakiti?
· Apa yang aku lihat, tulis, share?
3. Jaga jejak digital – karena semua komentar, video, chat, unggahan bakal jadi saksi.
4. Perbanyak amal tersembunyi – kayak sedekah diam-diam, tahajud, bantu orang tanpa diketahui.
---
Relevansi di Zaman Sekarang (Viral + Kekinian)
· Teknologi & kamera pengawas – Hari ini manusia bikin CCTV, cloud storage, AI, rekaman digital. Tapi semua itu cuma bayangan kecil dari pencatatan malaikat. Manusia bisa hapus chat, tapi nggak bisa hapus catatan malaikat.
· Media sosial – Banyak orang viral karena maksiat, bangga buka aurat, hujat orang, nyebar fitnah. Padahal jejak digitalnya bakal jadi saksi di akhirat.
· Kedokteran modern – Sekarang teknologi bisa rekam detak jantung, aktivitas otak, sidik jari. Jadi makin gampang kita paham: Allah maha mampu nyimpen seluruh amal manusia.
· Kehidupan sosial – Orang sibuk jaga citra: edit foto, pencitraan, branding. Tapi akhirat nanti kebuka semua yang real.
---
Motivasi (Jangan Galau)
Jangan putus asa meski masa lalu kamu berantakan.
Selama ruh belum sampai tenggorokan:
· pintu taubat masih kebuka
· kitab amal masih bisa diterangi istighfar
Satu istighfar yang tulus bisa mengubah arah hidup seseorang.
---
Muhasabah & Caranya (Gampang Kok)
Muhasabah harian (sebelum tidur):
· Duduk tenang 5 menit
· Ingat semua aktivitas hari ini
· Catat dosa yang dilakukan
· Nangis & minta ampun
· Niat baikan besok
Muhasabah mingguan:
· Kurangi dosa yang sama
· Tambah amal rahasia
· Evaluasi lisan dan medsos
---
Kemuliaan dan Kehinaan
Di dunia:
· Orang yang jaga kitab amal → wajah teduh, hati tenang, hidup berkah
· Orang yang ngotori kitab amal → gelisah, keras hati, jauh dari keberkahan
Di alam kubur:
· Ahli taubat → kuburnya bercahaya
· Ahli maksiat → kuburnya gelap & sempit
Di hari kiamat:
· Orang saleh → terima kitab dengan tangan kanan
· Orang durhaka → terima kitab dari kiri atau belakang
Allah berfirman (artinya tetap):
“Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya…” (QS. Al-Haqqah: 19)
Di akhirat:
· Kitab bercahaya → ngantar ke surga
· Kitab gelap → jadi penyesalan panjang
---
Doa (Yang Bisa Diamini Bareng)
Ya Allah, jangan Engkau buka aib kami di dunia dan akhirat.
Ya Allah, terangilah kitab amal kami dengan istighfar, taubat, dzikir, dan amal saleh.
Ya Allah, jadikan lisan kami basah dengan menyebut nama-Mu.
Ya Allah, wafatkan kami dalam keadaan husnul khatimah.
Ya Allah, berikanlah kitab amal kami dengan tangan kanan kami.
Āmīn Yā Rabbal ‘Ālamīn.
---
Penutup & Ucapan Terima Kasih (Versi Santuy)
Makasih banget buat njenengan semua yang masih berusaha memperbaiki diri di tengah fitnah zaman yang makin ndak karuan.
Semoga Allah ﷻ menjaga hati kita, bersihin kitab amal kita, dan ngumpulin kita bersama orang-orang saleh di akhirat kelak.
“Hari ini adalah waktu beramal tanpa hisab.
Besok adalah waktu hisab tanpa amal.”
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Semoga bermanfa’at selalu.
— M. Djoko ekasanU —
🙏😊
No comments:
Post a Comment