Monday, December 8, 2025

626daq. ULAMA YANG MENYIMPANG ANTARA PERKATAAN DAN PERBUATAN

 daqoiqul akhbar 5 ULAMA YANG MENYIMPANG ANTARA PERKATAAN DAN PERBUATAN



📰 ULAMA YANG MENYIMPANG ANTARA PERKATAAN DAN PERBUATAN

Renungan Bagi Para Penyeru Kebenaran di Era Teknologi Tanpa Batas
Oleh: M. Djoko Ekasanu


Rasulullah saw. ditanya tentang makna firman Allah Ta’ala:

“………. Yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkala lalu kamu datang berkelompok-kelompok.” (QS. An Naba’: 18)

Maka Nabi saw. menangis, kemudian beliau bersabda: “Hai orang yang bertanya, kamu bertanya kepadaku tentang perkara yang besar, sesungguhnya waktu itu, adalah hari kiamat, dimana beberapa kaum dari umatku dikumpulkan menjadi 12 bagian.”.

kelima

RINGKASAN REDAKSI

Tulisan ini mengangkat fenomena ulama, ustadz, atau tokoh agama yang perkataannya tidak lagi selaras dengan perbuatannya, sebuah isu yang selalu muncul di sepanjang sejarah umat. Artikel ini menggali akar masalah pada masa klasik, dalil Qur’an dan hadis, analisis moral–sosial, serta ancaman hukuman bagi mereka yang memperjualbelikan agama. Juga disertakan nasihat para tokoh sufi besar agar umat dan para penyeru agama melakukan muhasabah. Di akhir, disertakan relevansi dengan kehidupan modern: teknologi, komunikasi, transportasi, kedokteran, dan dinamika sosial saat ini.


LATAR BELAKANG MASALAH DI MASANYA

Pada masa generasi awal Islam, para ulama adalah pelita umat. Namun seiring meluasnya kekuasaan, kekayaan, dan politik, mulai muncul sebagian tokoh yang:

  • memperindah ucapan,
  • mengutip dalil,
  • tetapi hidup bertentangan dengan apa yang mereka ajarkan.

Fenomena ini muncul terutama ketika:

  1. Ilmu menjadi alat mencari jabatan,
  2. Agama dijadikan komoditas,
  3. Kebenaran diputar demi keuntungan pribadi,
  4. Masyarakat mulai lebih mempercayai penampilan daripada ketakwaan.

Pada masa tabi’in, Hasan al-Bashri pernah menangis ketika melihat ulama yang dekat dengan istana, dan berkata:

“Mereka menjadi jembatan bagi orang zalim untuk menyeberangi neraka.”


SEBAB TERJADINYA MASALAH

  1. Cinta dunia melebihi cinta kepada Allah.
  2. Syahwat popularitas—ingin terkenal, viral, dipuji.
  3. Demi kekuasaan dan kedekatan politik.
  4. Kemalasan dalam amal meski kuat dalam ucapan.
  5. Kurang mujahadah (perjuangan melawan hawa nafsu).
  6. Tidak adanya guru mursyid yang membimbing batin.

INTISARI JUDUL

“Ulama yang menyimpang antara ucapan dan perbuatannya adalah tanda keretakan spiritual. Mereka menjadi seperti lampu yang menerangi orang lain namun dirinya sendiri terbakar dalam kegelapan.”


TUJUAN DAN MANFAAT TULISAN

  1. Mengajak ulama dan penyeru agama melakukan muhasabah diri.
  2. Mengingatkan umat agar memilih guru yang beramal, bukan hanya pandai berkata-kata.
  3. Mencegah kerusakan akhlak akibat ulama su’.
  4. Memberikan pedoman Qur’an dan hadis sebagai rambu selamat.
  5. Menanamkan rasa takut kepada Allah agar menjauhi kemunafikan ilmiah.

DALIL QUR’AN & HADIS

1. QS. As-Saff: 2–3

“Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan? Amat besar murka Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan.”

Ayat ini turun sebagai teguran keras bagi mereka yang ceramahnya mulia, tetapi amalnya tercela.


2. QS. Al-Baqarah: 44

“Mengapa kamu menyuruh orang lain berbuat baik sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri?”

Ibn Kathir menyebutnya sebagai celaan terbesar bagi ulama yang menyimpang.


3. Hadis Nabi (HR. Bukhari & Muslim)

“Seorang lelaki akan dilemparkan ke neraka, lalu usus-ususnya terburai, dan ia berputar-putar seperti keledai mengelilingi penggiling. Penduduk neraka bertanya:
‘Bukankah engkau dahulu memerintahkan kami kepada kebaikan?’
Ia menjawab: ‘Aku menyuruh kalian, tetapi aku tidak melakukannya; dan aku melarang kalian, tetapi aku melakukannya.’”


4. Hadis tentang amanah ilmu (HR. Tirmidzi)

“Ilmu itu akan menjadi hujjah bagimu atau bumerang terhadapmu.”


ANALISIS DAN ARGUMENTASI

1. Ulama Su’ Adalah Penyebab Utama Kerusakan Umat

Imam al-Ghazali berkata dalam Ihya’ Ulumiddin:

“Rusaknya dunia karena rusaknya ulama. Rusaknya ulama karena cinta harta dan pangkat.”

Ketika ulama berselingkuh dengan kekuasaan, firman Allah dipinggirkan dan suara rakyat dilupakan.


2. Ilmu Tanpa Amal Menjadi Racun

Ibn ‘Arabi menyebut ulama seperti ini sebagai “fatamorgana kebenaran”—tampak bercahaya, tetapi kosong.


3. Ustadz Viral Tanpa Akhlak

Di zaman modern:

  • kamera membuka aib,
  • media sosial memperbesar kesalahan,
  • dan umat mudah terprovokasi.

Perbedaan antara ucapan dan perbuatan menjadi skandal publik yang meruntuhkan kepercayaan umat.


HUKUMAN YANG DIDAPAT

Di Dunia

  1. Dicabut keberkahan ilmu.
  2. Kehilangan wibawa.
  3. Ucapannya tidak lagi menyentuh hati.
  4. Pencitraan hancur seketika ketika aib terbongkar.

Di Alam Kubur

Para ulama menyebut:

  • kubur menjadi sempit,
  • pertanyaan malaikat lebih keras bagi mereka yang berkhianat terhadap amanah ilmu.

Di Hari Kiamat

Dikumpulkan dalam bentuk:

  • keledai, sebagaimana hadis,
  • atau wajah gelap karena ilmu menjadi hujjah atas mereka.

Di Akhirat

  • Diseret ke neraka sebelum para penyembah berhala (Ihya’ Ulumiddin).
  • Dipertontonkan di depan manusia sebagai peringatan.

RELEVANSI DI ERA MODERN

1. Teknologi & Media Sosial

Kesalahan kecil menjadi viral.
Penyimpangan ulama menjadi tontonan global.
Masyarakat makin kritis, bukti visual tidak bisa dibantah.

2. Komunikasi

Ceramah yang baik tersebar cepat.
Tapi skandal juga menyebar lebih cepat.

3. Transportasi

Ulama bisa bepergian, berceramah, atau melakukan kegiatan duniawi ke berbagai tempat dengan mudah — membuka celah riya dan ketidaksinkronan.

4. Kedokteran

Teknologi medis mengungkap kebiasaan hidup seseorang.
Ulama yang mengajak hidup sehat tetapi merokok, misalnya, menjadi sorotan.

5. Kehidupan Sosial

Umat semakin pintar membedakan mana ketakwaan asli dan mana pencitraan.


HIKMAH

  1. Ketidaksesuaian antara ucapan dan perbuatan adalah tanda penyakit batin.
  2. Ilmu semakin tinggi, tuntutannya semakin berat.
  3. Allah menilai hati dan amal, bukan ceramah.
  4. Jadilah ulama yang takut dilihat Allah, bukan dilihat manusia.

MUHASABAH & CARANYA

1. Jujur pada diri sendiri

Tanyakan setiap malam: “Apa yang aku sampaikan hari ini sudah aku amalkan?”

2. Kurangi ucapan, perbanyak amal

Imam Malik jarang ceramah, tetapi setiap ceramahnya hidup dalam perilaku.

3. Cari guru mursyid

Agar hati diawasi, bukan hanya lisan.

4. Perbanyak istighfar

Karena penyakit ulama adalah sombong dan bangga dengan ilmu.

5. Ikhlaskan niat

Sebelum berbicara, sebelum menulis, sebelum mengajar.


NASEHAT PARA TOKOH SUFI BESAR

Hasan Al-Bashri

“Ilmu tanpa amal adalah kegilaan. Amal tanpa ikhlas adalah sia-sia.”

Rabi‘ah al-Adawiyah

“Jangan menjadi ulama yang mencari dunia dengan kata-katamu.”

Abu Yazid al-Bistami

“Musuh terbesar seorang alim adalah dirinya sendiri.”

Junaid al-Baghdadi

“Tasawuf adalah akhlak. Jika akhlakmu buruk, engkau bukanlah orangnya.”

Al-Hallaj

“Yang terpenting bukan apa yang kau ucapkan, tapi apa yang Allah lihat darimu.”

Imam al-Ghazali

“Jadilah seperti lilin: menerangi orang lain dan membakar diri dalam takwa — bukan dalam riya.”

Syekh Abdul Qadir al-Jailani

“Jangan jadikan ilmu sebagai tangga menuju dunia. Ilmu adalah tangga menuju Allah.”

Jalaluddin Rumi

“Kata-katamu adalah bayangan dirimu. Jika bayanganmu bengkok, hakikatmu lebih bengkok.”

Ibnu ‘Arabi

“Orang berilmu paling berbahaya ketika hatinya gelap.”

Ahmad al-Tijani

“Ahli ilmu harus lebih takut pada Allah daripada takut hilang pengikut.”


TESTIMONI ULAMA NUSANTARA

Gus Baha’

“Ulama itu bukan viralnya, tapi takutnya kepada Allah.”

Ustadz Adi Hidayat

“Ilmu adalah amanah. Bila tidak diamalkan, ia berubah menjadi azab.”

Buya Yahya

“Jangan tertipu dengan pakaian ulama. Lihat akhlaknya.”

Ustadz Abdul Somad

“Yang paling bahaya adalah orang pandai agama tapi tidak takut akhirat.”

Buya Arrazy Hasyim

“Kalau ulama salah, umat ikut rusak. Maka ulama wajib banyak menangis.”


DOA PENUTUP

Ya Allah, jadikan kami hamba yang selaras antara ucapan dan perbuatan.
Ya Allah, bersihkan hati kami dari riya, ujub, dan cinta dunia.
Ya Allah, berikan ilmu yang bermanfaat dan amal yang Engkau terima.
Ya Allah, lindungi ulama kami dan perbaiki yang menyimpang.
Aamiin.


UCAPAN TERIMA KASIH

Redaksi mengucapkan terima kasih kepada semua ulama dan guru yang terus mengingatkan umat untuk takut kepada Allah dan menjaga amanah ilmu.


CATATAN REDAKSI

Jika terdapat kisah yang tergolong Isrāiliyat, maka ia hanya sebagai renungan dan pelajaran moral — bukan sebagai dalil akidah.


DAFTAR PUSTAKA (RINGKAS)

  • Ihya’ Ulumiddin — Al-Ghazali
  • Hilyatul Awliya’ — Abu Nu’aim
  • Risalah al-Qusyairiyah
  • Futuhat al-Makkiyah — Ibn ‘Arabi
  • Futuh al-Ghaib — Syekh Abdul Qadir al-Jailani
  • Al-Risalah al-Qusyairiyah
  • Kitab al-Zuhd — Hasan al-Bashri
  • Kutipan ceramah Gus Baha’, Buya Yahya, UAS, UAH
  • Al-Qur’an dan Shahih Hadis

Jika Anda ingin:

📌 dibuatkan versi PDF,
📌 dibuatkan versi koran siap cetak (format kolom),
📌 atau ditambahkan ilustrasi / logo koran,

tinggal sampaikan, insyaAllah saya siapkan.

No comments: