daqoiqul akhbar 7 MEREKA YANG MENGIKUTKAN SYAHWAT, KELEZATAN, DAN KEHARAMAN
📰 MEREKA YANG MENGIKUTKAN SYAHWAT, KELEZATAN, DAN KEHARAMAN
Oleh: M. Djoko Ekasanu
Rasulullah saw. ditanya tentang makna firman Allah Ta’ala:
“………. Yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkala lalu kamu datang berkelompok-kelompok.” (QS. An Naba’: 18)
Maka Nabi saw. menangis, kemudian beliau bersabda: “Hai orang yang bertanya, kamu bertanya kepadaku tentang perkara yang besar, sesungguhnya waktu itu, adalah hari kiamat, dimana beberapa kaum dari umatku dikumpulkan menjadi 12 bagian.”.
Ringkasan Redaksi Aslinya
Tulisan ini mengupas kondisi manusia yang tenggelam dalam syahwat, kelezatan dunia, dan perkara haram. Artikel menampilkan latar sejarah, sebab kerusakan moral, dalil-dalil Qur’an dan sunnah, analisis, hukuman di dunia–akhirat, relevansi teknologi modern, hingga nasihat para ulama sufi.
Latar Belakang Masalah di Jamannya
Sejak masa Nabi Nuh hingga Rasulullah ﷺ, penyimpangan manusia terjadi ketika nafsu syahwat menguasai akal, mulai dari penyembahan berhala, mabuk-mabukan, riba, zina, hingga kedzaliman. Masyarakat jahiliyah hidup dalam budaya hedon—makanan mewah, minuman keras, pesta, perzinahan—tanpa batasan moral.
Sebab Terjadinya Masalah
- Lemahnya iman dan zikir.
- Pergaulan buruk yang menormalisasi maksiat.
- Lalai dari akhirat karena keindahan dunia memperdaya.
- Tidak mengenal batas halal–haram.
- Syaitan menghias maksiat sebagai kelezatan.
Intisari Judul
"Syahwat adalah candu yang menghapus cahaya hati, mematikan akal, dan menyeret manusia dari martabat kemuliaan menuju kehinaan."
Tujuan dan Manfaat Tulisan
- Mengingatkan umat tentang bahayanya mengikuti syahwat.
- Menegakkan kesadaran halal–haram.
- Menghidupkan muhasabah dan zikir.
- Memberi nasihat praktis agar kembali ke jalan Allah.
DALIL AL-QUR’AN & HADIS
1. Al-Qur’an
- “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya?”
(QS. Al-Jatsiyah: 23) - “Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkanmu dari jalan Allah.”
(QS. Shad: 26) - “Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada syahwat: wanita, harta, dan kesenangan dunia...”
(QS. Ali Imran: 14)
2. Hadis
- “Tidak beriman seseorang hingga hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa.”
(HR. Hakim) - “Surga dipagari dengan hal-hal yang dibenci oleh nafsu; sedangkan neraka dipagari dengan syahwat.”
(HR. Muslim)
ANALISIS & ARGUMENTASI
Syahwat tidak akan pernah puas. Semakin dipenuhi, semakin besar tuntutannya. Para ulama menyebut:
1. Syahwat membutakan akal.
Hati yang terlampau menikmati dunia akan kehilangan rasa takut kepada Allah.
2. Syahwat menghapus keberkahan.
Harta haram menghilangkan doa, mengeraskan hati, dan membuat keluarga sengsara.
3. Syahwat menjerumuskan pada kriminal
—riba, korupsi, zina, narkoba, kekerasan.
4. Syahwat memadamkan rasa malu.
Rasa malu adalah benteng iman; ketika hilang, maksiat menjadi kebiasaan.
HUKUMAN BAGI PENGIKUT SYAHWAT
1. Di Dunia
- Hidup tidak tenang
- Rezeki sempit
- Hubungan rumah tangga rusak
- Hilangnya wibawa
2. Di Alam Kubur
- Gelap, sempit, dan sesak
- Siksaan karena makanan haram
- Dihadirkan gambaran syahwat yang ia ikuti
3. Di Hari Kiamat
- Dikumpulkan dengan orang-orang yang ia cintai (pelaku maksiat)
- Wajah hitam pekat
- Berat timbangan dosa syahwat yang tak dihitung manusia
4. Di Akhirat
- Dijauhkan dari rahmat Allah
- Menerima adzab sesuai maksiatnya
- Menyesal ketika syahwat dunia tidak berguna lagi
RELEVANSI DI ERA TEKNOLOGI & MODERNITAS
1. Teknologi & Media Sosial
- Konten maksiat sangat mudah diakses
- Hedonisme digital: flexing, pornografi, hiburan tanpa batas
2. Transportasi & Perjalanan
- Memudahkan zina, pelarian, wisata maksiat
3. Kedokteran & kesehatan
- Teknologi memperpanjang hidup tetapi tidak menyembuhkan penyakit hati
- Banyak operasi kecantikan demi syahwat
4. Kehidupan Sosial
- Normalisasi gaya hidup duniawi
- Ukuran bahagia = materi, bukan iman
- Hilangnya rasa malu dan adab
Maka manusia modern perlu lebih keras dalam menjaga mata, telinga, pikiran, dan hati.
HIKMAH
- Syahwat yang dijaga menjadi ibadah;
- Syahwat yang dilepas menjadi musibah.
- Nafsu adalah kendaraan — jika tidak dikendalikan, ia akan menabrakkan dirimu ke neraka.
MUHASABAH
- "Apa syahwat yang paling sering aku ikuti?"
- "Berapa banyak makanan haram yang pernah masuk?"
- "Berapa dosa yang aku sembunyikan dari manusia tetapi diketahui Allah?"
- "Sudahkah aku membentengi keluarga dari maksiat digital?"
CARA MENGOBATI NAFSU SYAHWAT
- Perbanyak istighfar & taubat harian
- Puasa sunnah — meredam syahwat
- Jauhi lingkungan buruk
- Perbanyak membaca Al-Qur’an
- Hadiri majelis ilmu
- Sedekah rutin
- Isi waktu dengan ibadah & kerja produktif
- Bangun malam
- Kurangi konsumsi hiburan
DOA
“Allahumma thahhir qalbi minan nifaq, wa hassin farji minal fahsya’, waqhris syahwata fi sadri, waj’alni min ‘ibadikal mukhlashin.”
Ya Allah, sucikan hatiku dari kemunafikan, peliharalah diriku dari kejahatan, padamkan syahwat buruk dari dadaku, dan jadikan aku hamba-Mu yang ikhlas.
NASEHAT PARA ULAMA TASHOWWUF
Hasan al-Bashri
“Nafsu itu ibarat anjing; jika diberi makan ia menggigit lebih keras.”
Rabi‘ah al-Adawiyah
“Cinta dunia memadamkan rasa cinta kepada Allah.”
Abu Yazid al-Bistami
“Barang siapa mengalahkan nafsunya, ia telah menaklukkan musuh paling besar.”
Junaid al-Baghdadi
“Tasawuf adalah mematikan hawa nafsu dan menghidupkan hati.”
Al-Hallaj
“Musuh paling dekat adalah nafsu yang bersarang di dada.”
Imam al-Ghazali
“Syahwat adalah akar dari seluruh penyakit hati.”
Syekh Abdul Qadir al-Jailani
“Bunuh nafsumu dengan lapar, zikir, dan taubat.”
Jalaluddin Rumi
“Nafsu bagaikan api; jika tidak dikendalikan ia membakar pemiliknya.”
Ibnu ‘Arabi
“Penyakit manusia bermula dari cinta kepada dunia.”
Ahmad al-Tijani
“Hati tidak akan bersinar kecuali menjauhkan diri dari kelezatan syahwat.”
TESTIMONI ULAMA INDONESIA
Gus Baha’
“Syahwat paling berbahaya adalah yang dianggap biasa-biasa saja.”
Ustadz Adi Hidayat
“Syahwat terkuat bukan pada tubuh, tetapi pada hati yang tidak takut kepada Allah.”
Buya Yahya
“Jika syahwat menjadi tuan, hidupmu rusak; jika iman menjadi tuan, syahwat ikut patuh.”
Ustadz Abdul Somad
“Dunia ini indah, tetapi ia harus berada di tangan, bukan di hati.”
Buya Arrazy Hasyim
“Hawa nafsu adalah senjata iblis. Orang yang tidak mengenal nafsunya pasti dikalahkan.”
DAFTAR PUSTAKA
- Al-Qur’an al-Karim
- Shahih al-Bukhari & Shahih Muslim
- Ihya’ Ulumuddin — Imam al-Ghazali
- Qut al-Qulub — Abu Thalib al-Makki
- Al-Futuhat al-Makkiyah — Ibnu ‘Arabi
- Al-Fath ar-Rabbani — Syekh Abdul Qadir al-Jailani
- Nashaihul ‘Ibad — Imam Nawawi al-Bantani
UCAPAN TERIMA KASIH
Terima kasih kepada para pembaca, guru-guru, dan para ulama yang menjadi inspirasi. Semoga tulisan ini menjadi amal jariyah dan peringatan bagi penulis khususnya, serta umat pada umumnya.
CATATAN REDAKSI
Sebagian kisah dalam tulisan ini mungkin termasuk kategori Israiliyat. Kisah tersebut tidak dijadikan dalil akidah, tetapi hanya sebagai renungan moral agar umat mengambil pelajaran.
Jika Anda ingin versi PDF siap cetak, layout koran 2 kolom, atau menambah ilustrasi, saya bisa buatkan.
No comments:
Post a Comment