🕊️ KETIKA ISRAFIL AS. MENUNGGU PERINTAH TIUPAN SANGKAKALA
Oleh: M. Djoko Ekasanu
Ketahuilah, sesungguhnya malaikat Israfil as. itu mempunyai tanduk. Dan Allah Ta’ala menjadikan Lauhul Mahfudz dari intan yang putih, yang panjangnya antara langit dan bumi kali tujuh, kemudian Allah menguntungkannya di Arasy, telah ditulis dalam Lauhul Mahfudz yaitu sesuatu yang tetap sampai pada hari kiamat.
Bagi malaikat Israfil itu mempunyai empat sayap, satu sayap ada di timur dan satu sayap berada di barat, satu sayapnya (lagi) menutupi dirinya, dan sayap (keempat) menutupi kepalanya. Wajahnya malaikat Israfil itu kuning, karena dari rasa takut kepada Allah Ta’ala, yang menundukkan kepalanya, yang memandang ke arah Arasy. Dan salah satu (dari) kakinya Arasy dengan kekuasaan Allah. Karena sesungguhnya Israfil itu kuning, (karena) dari rasa takut kepada Allah Ta’ala, kuningnya seperti burung pipit.
Maka ketika Allah menetapkan sesuatu di Lauh, dan membuka tutup wajahnya Israfil. Akhirnya ia bisa melihat kepada sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah dari suatu hukum dan perintah. Dan tidak ada dalam (kalangan) para malaikat yang lebih dekat tempatnya dari Arasy, (kecuali) malaikat Israfil as, (jarak) antara Israfil dan Arasy ada tujuh tabir dari beberapa tabir, sampai kepada beberapa tabir (kira-kira jarak) dalam perjalanan 500 tahun. Dan jarak antara Jibril dan Israfil itu ada 70 tabir.
Dan sangkala telah diletakkan diatas pahanya yang kanan, dan Ujung sangkala itu (sudah berada) diatas mulutnya, maka Israfil tinggal menunggu perintah Allah Ta’ala, kapan datangnya perintah Itu, maka ia tinggal meniup dalam sangkala.
Ketika telah habis masa (usianya) dunia, maka sangkala ity didekatkan wajah Israfil, lalu Israfil mengumpulkan sayapnya yang empat. kemudian dia meniup sangkala.
Ada yang mengatakan : Malaikat maut menjadikan salah satu kedua telapak tangannya berada dibawah bumi yang ketujuh, dan yang lain berada diatas langit yang ketujuh, maka ia mencabut seluruh ruhnya penduduk langit dan penduduk bumi, tidak tersisa (makhluk) didalam bumi kecuali Iblis laknatullah alaihi, dan tidak tersisa (makhluk) di langit kecuali Jibril, Mikail, Israfil dan Izrail as dan mereka itu adalah termasuk makhluk yang dikecualikan oleh Allah Ta’ala. Didalam firman Allah Ta’ala: “Dan tiuplah sangkala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah.” (QS. Az Zumar: 68).
🔸 Ringkasan Redaksi Asli
Diriwayatkan bahwa Malaikat Israfil ‘alaihissalam adalah malaikat agung yang diberi tugas oleh Allah untuk meniup sangkakala sebagai tanda berakhirnya dunia dan dimulainya hari kebangkitan. Israfil memiliki empat sayap besar: timur, barat, menutupi dirinya, dan menutupi kepalanya. Wajahnya kuning karena takut kepada Allah. Sangkakala sudah diletakkan di pahanya, ujungnya di mulutnya. Ia hanya menunggu perintah Allah.
Ketika dunia berakhir, Israfil akan meniup sangkakala, seluruh makhluk mati, kecuali yang Allah kehendaki—di antaranya Jibril, Mikail, Israfil, dan Izrail.
🔸 Maksud dan Hakikat
Kisah ini bukan sekadar cerita malaikat, melainkan penyingkapan hakikat kekuasaan Allah dan ketundukan makhluk kepada-Nya. Israfil as. menjadi simbol ketaatan sempurna dan kesiagaan abadi atas perintah Allah. Tiupan sangkakala melambangkan berakhirnya segala keangkuhan dunia, di mana kehidupan fana ini akan sirna dalam satu hembusan perintah Ilahi.
🔸 Tafsir dan Makna Judul
“Ketika Israfil Menunggu Perintah Tiupan Sangkakala” adalah simbol penantian hamba yang taat. Ia tidak bertanya kapan, tidak menawar bagaimana, ia hanya siap setiap saat.
Maka, hakikat kehidupan manusia sejatinya adalah menunggu seperti Israfil—siaga menanti panggilan Allah, tanpa ragu dan tanpa lalai.
🔸 Tujuan dan Manfaat
Tulisan ini bertujuan:
- Mengingatkan manusia tentang kepastian kiamat dan fana-nya dunia.
- Menanamkan kesadaran bahwa ketaatan total kepada Allah adalah jalan keselamatan.
- Menghidupkan kembali rasa takut dan harap (khauf wa raja’) dalam hati agar tidak lalai dari akhirat.
- Mengajak pembaca meneladani ketaatan Israfil as., yang hanya menunggu perintah Tuhan tanpa keluh dan tanpa lelah.
🔸 Latar Belakang di Zamannya
Pada masa Rasulullah ﷺ, banyak kaum yang menolak kabar tentang hari kebangkitan. Ayat tentang tiupan sangkakala (QS. Az-Zumar: 68) datang untuk membantah kaum musyrikin yang menganggap kebangkitan mustahil. Allah menegaskan bahwa semua makhluk akan mati dalam satu hembusan sangkakala, sebagai tanda kekuasaan mutlak-Nya.
🔸 Intisari Masalah
Manusia sering terlena oleh dunia dan lupa bahwa hidup ini sementara. Israfil as. menggambarkan makhluk yang sadar waktu — ia tahu bahwa tiupan itu pasti datang, tapi tidak tahu kapan. Seperti itu pula manusia harus hidup: siap setiap saat dipanggil.
🔸 Sebab Terjadinya Masalah
Kelalaian terhadap akhirat membuat manusia menuhankan dunia. Padahal Allah sudah mengutus malaikat seperti Israfil untuk menjadi tanda betapa dekatnya akhir kehidupan dunia. Sebab itulah, Al-Qur’an sering mengulang ayat tentang tiupan sangkakala agar hati manusia tidak keras dan lalai.
🔸 Dalil Al-Qur’an dan Hadis
“Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah.”
(QS. Az-Zumar: 68)
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Bagaimana aku dapat tenang, sementara pemegang sangkakala telah meletakkannya di mulutnya, menundukkan kepalanya, dan menunggu perintah untuk meniupnya?”
(HR. Ahmad dan Tirmidzi)
🔸 Analisis dan Argumentasi
Tiupan sangkakala adalah peristiwa metafisik yang diyakini dalam akidah Islam. Filsafat modern mungkin menyebutnya sebagai “titik nol kosmik”—kehancuran total alam semesta. Namun Islam memandangnya sebagai transisi dari dunia menuju alam akhirat.
Kisah Israfil juga menegaskan bahwa ketaatan tanpa syarat adalah puncak spiritualitas. Israfil tidak menggunakan akalnya untuk menunda, ia menggunakan hatinya untuk tunduk.
🔸 Relevansi Saat Ini
Di zaman modern, manusia sibuk membangun “dunia yang abadi”—gedung, teknologi, kekayaan—tetapi melupakan hari tiupan sangkakala.
Maka, memahami Israfil as. berarti menyadari kefanaan dan menata niat hidup: bahwa segala amal, ilmu, dan ibadah harus disiapkan seakan tiupan itu akan datang esok hari.
🔸 Hikmah
- Tiupan sangkakala adalah puncak tauhid — tak ada daya kecuali milik Allah.
- Ketaatan Israfil as. menjadi teladan bagi setiap dai dan hamba.
- Takut kepada Allah bukan kelemahan, tapi tanda kesadaran tertinggi.
- Dunia hanyalah ruang menunggu perintah Allah — jangan sombong di tempat penantian.
🔸 Muhasabah dan Caranya
- Renungkan setiap malam: “Andai sangkakala ditiup malam ini, siapkah aku?”
- Perbanyak istighfar, sedekah, dan zikir “Laa ilaaha illallah” sebagai bekal menghadap Allah.
- Kurangi cinta dunia, perbanyak rindu akhirat.
- Jalani hidup dengan adab menunggu, bukan gelisah menunda.
🔸 Doa
اللهم اجعلنا من الذين إذا نفخ في الصور كانوا من الآمنين
Allâhummaj‘alnâ minalladzîna idzâ nufikha fîsh-shûri kânû minal âmînîn.Ya Allah, jadikan kami termasuk orang-orang yang aman ketika sangkakala ditiup.
🔸 Nasehat Para Sufi Besar
- Hasan al-Bashri: “Kiamat bagi setiap manusia adalah ketika nyawanya dicabut. Maka bersiaplah, sebelum engkau ditiup untuk terakhir kali.”
- Rabi‘ah al-Adawiyah: “Aku tak takut tiupan Israfil, aku takut tiupan nafsuku sendiri yang menyesatkanku dari Allah.”
- Abu Yazid al-Bistami: “Sangkakala Israfil adalah gema ‘Kun’ yang kedua.”
- Junaid al-Baghdadi: “Barangsiapa menunggu perintah Allah dengan ridha, maka setiap detak jantungnya adalah ibadah.”
- Al-Hallaj: “Tiupan Israfil bukan kebinasaan, tapi kelahiran baru menuju Wujud yang sejati.”
- Imam al-Ghazali: “Bersiaplah sebelum datang kematian, karena setiap napas adalah tiupan kecil Israfil ke dalam dada manusia.”
- Syekh Abdul Qadir al-Jailani: “Hidupkan hatimu dengan zikir, karena sangkakala itu akan membangunkan hanya hati yang hidup.”
- Jalaluddin Rumi: “Ketika sangkakala ditiup, hanya yang mencintai Allah yang akan mendengar musik keabadian.”
- Ibnu ‘Arabi: “Israfil meniup bukan untuk mematikan, tapi untuk mengembalikan wujud kepada asalnya.”
- Ahmad al-Tijani: “Setiap sujudmu adalah latihan menyambut tiupan itu—sujud abadi di hadapan Allah.”
🔸 Daftar Pustaka
- Al-Qur’an al-Karim, QS. Az-Zumar: 68
- Tafsir Ibnu Katsir, Juz 7
- Ihya’ Ulumiddin – Imam al-Ghazali
- Futuhat al-Makkiyyah – Ibnu ‘Arabi
- Al-Fath ar-Rabbani – Syekh Abdul Qadir al-Jailani
- Risalah al-Qusyairiyyah – Abu al-Qasim al-Qusyairi
- Diwan Rumi – Jalaluddin Rumi
- Hikam Ibnu ‘Athaillah
- Kitab Tanbih al-Ghafilin – Abu Laits as-Samarqandi
🔸 Ucapan Terima Kasih
Penulis menyampaikan terima kasih kepada seluruh guru dan pembaca yang terus menghidupkan dzikir dan ilmu. Semoga tulisan ini menjadi pengingat lembut di tengah hiruk-pikuk dunia yang fana.
Tentu, ini versi bahasa gaul kekinian yang santai dan sopan dari teks tersebut:
🕊️ PAS ISRAFIL AS. NUNGGU PERINTAH NYEBULIN TEROMPET AKHIRAT
Oleh: M. Djoko Ekasanu
Halo, gaes! Jadi, ceritanya Malaikat Israfil ‘alaihissalam ini punya tugas yang super berat, yaitu nyebulin sangkakala atau terompet tanda kiamat. Penampilannya juga epic banget. Dia punya empat sayap gede: satu nyampe ke timur, satu ke barat, satu nutupin badannya, dan satu lagi nutupin kepalanya.
Wajahnya Israfil itu kuning, lho. Bukan karena sakit liver, tapi karena saking takutnya sama Allah SWT. Dia tuh selalu tunduk dan lihat ke arah ‘Arsy (singgasana Allah). Terompet kiamatnya udah siap sedia, ditaruh di paha kanannya, dan ujungnya udah deket banget sama mulutnya. Jadi, dia cuma nunggu “GO SIGNAL” dari Allah kapan harus niup. Kapan? Ya, kita gak ada yang tau. Waiting for the signal, 24/7!
Nah, pas dunia bener-bener udah tamat, barulah Israfil narik terompet itu dan… TOOOOT! Semua yang di langit dan bumi mati seketika. Tapi, ada pengecualian buat beberapa malaikat kayak Jibril, Mikail, Israfil, dan Izrail, sesuai firman Allah:
“Dan tiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah.” (QS. Az Zumar: 68).
---
🔸 Intinya sih gini…
Cerita ini bukan cuma dongeng malaikat, tapi lebih ke power-nya Allah dan betapa semua makhluk tuh harus patuh. Israfil itu contoh sikap “siap sedia” dan taat tanpa nanya-nanya. Hidup kita di dunia ini sebenernya juga cuma sesi nunggu panggilan aja, bro, sis. Jangan sampe kita lupa daratan.
🔸 Buat apa sih kita tau ini?
· Ngingetin bahwa kiamat itu PASTI dateng dan dunia ini cuma sementara.
· Nanamin mindset bahwa jalan selamat cuma satu: taat sama perintah Allah.
· Biar kita punya rasa takut dan harap ke Allah, jadi gak grasa-grusu sama urusan dunia.
· Niru sikap Israfil yang cuma bisa standby nunggu perintah, tanpa komplain atau nunda-nunda.
🔸 Konteks Zaman Dulu
Dulu pas jaman Nabi, banyak orang yang ngejek dan nggak percaya sama hari kebangkitan. Ayat tentang tiupan sangkakala ini turun buat ngegaskan bahwa Allah itu Maha Kuasa, dan semua makhluk bisa mati cuma dalam satu tiupan. Boom!
🔸 Masalahnya Apa Sih?
Kita sering banget kelepasan, hidup kayak gak ada besok. Padahal, Israfil tuh simbol dari kesadaran waktu — dia tau tiupan itu pasti, cuma gak tau kapan. Kita juga harus gitu: hidup dalam mode “siap-siap” terus.
🔸 Dalil Pendukung
· Al-Qur’an:
“Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah.” (QS. Az-Zumar: 68)
· Hadis (kurang lebih artinya): Rasulullah ﷺ pernah bilang, gimana bisa aku tenang, sedangkan pemegang sangkakala udah siap di mulutnya, nunduk, dan nunggu perintah buat niup. (HR. Ahmad dan Tirmidzi). Bikin deg-degan banget kan?
🔸 Relevansi Buat Kita Sekarang
Kita sibuk banget bikin skyscraper, teknologi canggih, dan nyari harta, tapi suka lupa kalo semua ini bakal berhenti dalam satu tiupan. Makanya, kisah Israfil ini bikin kita melek: hidup tuh cuma numpang lewat, persiapan buat akhirat yang penting.
🔸 Hikmah yang Bisa Diambil
· Tiupan sangkakala = bukti ultimate bahwa hanya Allah yang berkuasa.
· Ketaatan Israfil = role model buat kita semua.
· Takut sama Allah itu bukan pengecut, tapi wujud kesadaran level dewa.
· Dunia cuma tempat nunggu, jangan sok jago.
🔸 Muhasabah Diri (Cek Dulu Hati!)
· Tanya diri sendiri: “Kalo malam ini terompet ditiup, gue udah siap belum ya?”
· Perbanyak istighfar, sedekah, dan zikir buat tabungan.
· Kurangi cinta dunia, tingkatkan rindu akhirat.
· Jalani hidup dengan sikap sadar, jangan kayak orang kebingungan.
🔸 Doa Singkat Yuk!
اللهم اجعلنا من الذين إذا نفخ في الصور كانوا من الآمنين Allâhummaj‘alnâ minalladzîna idzâ nufikha fîsh-shûri kânû minal âmînîn. (Ya Allah,jadikan kami termasuk orang-orang yang aman ketika sangkakala ditiup.)
🔸 Kata-Kata Motivasi Para Sufi (Versi Singkat)
· Hasan al-Bashri: Kiamat lo tuh pas nyawa lo dicabut. Siapin diri dari sekarang!
· Rabi‘ah al-Adawiyah: Gak takut tiupan Israfil, yang takut tiupan nafsu sendiri.
· Junaid al-Baghdadi: Siapa yang nunggu perintah Allah dengan ikhlas, setiap detak jantungnya jadi ibadah.
· Imam al-Ghazali: Siapin diri sebelum mati, karena setiap napas itu tiupan kecil Israfil di dada kita.
· Jalaluddin Rumi: Pas terompet ditiup, yang denger musik keabadian cuma para pecinta Allah.
🔸 Daftar Pustaka (Tetap Kredibel)
· Al-Qur’an al-Karim, QS. Az-Zumar: 68
· Tafsir Ibnu Katsir
· Ihya’ Ulumiddin – Imam al-Ghazali
· Karya-karya Ibnu ‘Arabi, Syekh Abdul Qadir al-Jailani, Rumi, dll.
🔸 Ucapan Terima Kasih
Penulis ngucapin makasih banyak buat semua guru dan kalian yang mau baca. Semoga tulisan ringan ini bisa jadi pengingat buat kita semua buat gak lupa sama yang Esa di tengah kesibukan dunia yang gemerlap tapi fana ini.
Stay faithful, gaes! ✨

No comments:
Post a Comment