Nauf al-Khawari bin Munabbah bahwa ia berkata, “Sesungguhnya salah seorang dari para santri Nabi Isa ‘alaihi as- salam yang bernama Nauf hendak pergi menemui Raja Paris dan mengajaknya beriman. Suatu ketika Nauf telah sampai di pintu kota Paris. Ia melihat anak-anak kecil sedang memainkan sebuah permainan (yang menggunakan kaki). Dalam permainan tersebut, barang siapa yang menang maka akan mengambil sejumlah uang sebanyak 40 dirham. Nauf al- Khawari memperhatikan mereka. Kemudian ia tahu cara bermainnya. Ia pun ikut serta dalam permainan tersebut dan berhasil mengalahkan mereka semua. Di antara anak-anak kecil itu ada seorang anak yang merupakan anak patih Raja Paris. Anak itu berkata:
Wahai orang tua! Mampirlah ke rumahku.’
‘Temuilah ayahmu dulu dan mintalah izin darinya jika kamu mau memampirkanku ke rumahmu!’ jawab Nauf al- Khawari.
Kemudian anak itu pulang dan menemui ayahnya. Ia berkata kepada ayahnya;
‘Wahai ayahku! Saat itu kami sedang bermain. Kemudian ada orang yang sudah tua ikut bermain bersama kami. Kemudian ia berhasil mengalahkan kami semua. Saya sangat kagum dengan kecakapannya. Lantas saya mengundangnya untuk mampir ke rumah. Akan tetapi ia tidak mau dan berkata kepadaku; ‘Temuilah ayahmu dulu dan mintalah izin darinya jika kamu mau memampirkanku ke rumahmu!’
Kemudian ayah anak itu menjawab:
‘Wahai anakku! Temuilah ia! Dan bawalah ia kemari!’
Setelah mendapat izin dari ayahnya, si anak pergi menemui Nauf. Ia mengajaknya mampir ke rumah dan pulang bersama. Ketika masuk rumah, Nauf
rumah itu dipenuhi dengan setan- setan. Kemudian ketika Nauf membaca “ﷲ ِﻢ ْﺴ ﺑِ”, setan-setan itu pergi. Kemudian ketika tuan rumah meletakkan hidangan di depan Nauf, setan-setan datang hendak makan bersama mereka seperti biasanya. Kemudian Nauf ketika hendak makan, ia membaca “ﷲ ِﻢ ْﺴ ﺑِ”. Kemudian setan-setan pergi dan keluar dari rumah itu berlarian. Selesai makan bersama, si ayah atau patih Raja berkata kepada Nauf:
Wahai orang tua! Beritahu saya siapakah anda sebenarnya? Saya melihat hal-hal ganjil luar biasa dari diri anda yang belum pernah saya lihat dari siapapun. Ketika anda masuk ke dalam rumah, setan-setan pada berlarian. Sebelumnya, ketika kami menghidangkan makanan, kami tidak bisa makan sendiri dan setan-setan selalu ikut makan bersama kami. Tetapi kali ini setan-setan berlarian ketika anda ikut makan. Oleh karena itu, saya tahu kalau anda memiliki sesuatu yang luar biasa. Beritahu saya dan jangan anda sembunyikan identitas anda dariku!”
Nauf menjawab, ‘Baiklah! Saya akan memberitahu anda siapa saya sebenarnya. Akan tetapi jangan memberitahu siapapun tentangku kecuali dengan izinku.’
‘Baiklah!’ kata patih Raja sambil berjanji.
Nauf menjelaskan, ‘Sesungguhnya Nabi Isa ‘alaihi as-salam menyuruhku datang kepada kalian dan raja kalian untuk mengajak iman kepada Allah, masuk Islam, hanya menyembah- Nya, tidak menyekutukan apapun dengan-Nya, dan membakar berhala-berhala dan patung- patung kalian.’
Patih Raja berkata, ‘Jelaskan kepada saya tentang Tuhan anda!’
Nauf menjelaskan, ‘Allah adalah Tuhan yang tidak ada tuhan melainkan Dia yang telah menciptakanmu, memberimu rizki, menghidupkanmu dan mematikanmu.’
Kemudian patih Raja beriman, membenarkan ajaran Nauf dan menyembunyikan keimanannya.
Pada suatu hari, ketika Patih Raja pulang dari menemui Raja Paris, ia terlihat sangat sedih dan murung. Nauf bertanya;
‘Wahai Patih! Saya melihat anda bersedih dan murung. Apa yang membuatmu demikian?’
Patih Raja menjawab, ‘Kuda kesayangan Raja telah mati. Raja selalu mengendarai kuda itu dan tidak mau mengendarai yang lain. Ia sangat mencintainya lebih daripada hartanya. Ia duduk bersedih atas kematian kudanya itu.’
Nauf berkata, ‘Wahai Patih! Pergilah menemui Raja. Beritahu ia kalau anda memiliki seorang tamu yang mengatakan, ‘Jika Raja menurutiku tentang apa yang akan saya katakan, maka saya akan menghidupkan kembali kudanya.’’
Setelah itu, Patih pun pergi dengan perasaan senang menemui Raja dan berkata;
‘Wahai Raja! Saya memiliki seorang tamu yang mengatakan, ‘‘Jika Raja menurutiku tentang apa yang akan saya katakan, maka saya akan menghidupkan kembali kudanya dengan izin Allah.’’
menuruti anda dan mengundang anda untuk menemuinya.’
Kemudian, ketika Nauf al-Khawari sampai di istana Raja dan hendak memasukinya, ia membaca “ﷲ ِﻢ ْﺴ ﺑِ” hingga tidak ada satu setan pun yang berada di istana tersebut. Ketika Nauf telah memasukinya, Raja berkata;
‘Wahai orang tua! Aku mendengar kalau kamu bisa menghidupkan makhluk yang telah mati. Maka dari itu, hidupkanlah kembali kuda kesayanganku ini!’
Nauf menjawab, ‘Apabila anda menuruti apa yang akan saya katakan, maka saya akan menghidupkan kembali kuda kesayangan anda dengan izin Allah Ta’ala.’
Raja berkata, ‘Baiklah! Saya bersedia. Sebutkan apa yang kamu perintahkan kepadaku!’
Nauf bertanya, ‘Apakah anda memilih anak-anak?’
Raja menjawab, ‘Aku hanya memiliki seorang ayah dan istri. Aku tidak memiliki siapapun kecuali mereka berdua.’
Nauf berkata, ‘Panggillah mereka berdua!’
Kemudian ayah Raja dan istrinya pun datang.
‘Panggilah semua rakyat anda!’ kata Nauf.
Kemudian Raja memanggil semua rakyatnya. Mereka semua telah berkumpul.
Nauf memegang salah satu kaki kuda dan mengatakan “اﷲ إﻻ إﻟﻪ ﻻ”.
Kemudian kaki yang Nauf pegang pun bergerak. Kemudian ia berkata kepada Raja, ‘Perintahkanlah ayah dan istri anda untuk memegang masing- masing kaki kuda ini dan anda sendiri!’
Kemudian mereka bertiga memegang masing-masing kaki kuda.
‘Raja! Katakanlah “اﷲ إﻻ إﻟﻪ ﻻ”!’ kata Nauf.
Kemudian Raja mengatakannya dan kaki yang ia pegang pun bergerak. Kemudian Nauf berkata kepada ayah Raja;
‘Anda juga! Katakan “اﷲ إﻻ إﻟﻪ ﻻ”!’ Kemudian kaki yang ayah Raja pegang pun juga bergerak.
Kemudian Nauf berkata kepada
istri Raja,
‘Anda juga! Katakan “اﷲ إﻻ إﻟﻪ ﻻ”!’
Kemudian kaki yang istri Raja pegang pun juga bergerak.
Hanya tertinggal jasad kuda yang belum bergerak. Kemudian Nauf berkata kepada Raja;
‘Wahai Raja! Perintahkan semua rakyatmu mengatakan “اﷲ إﻻ إﻟﻪ ﻻ”!’
Kemudian semua rakyat Raja pun mengatakannya. Tiba-tab kuda itu berdiri dengan izin Allah. Kemudian Nauf meniup ubun- ubun kuda. Akhirnya, semua orang merasa kagum dan mereka semua masuk Islam.
.......
No comments:
Post a Comment