Saturday, December 20, 2025

Rindu Rajab

 



Rindu Rajab di Ambang Cahaya

Rajab datang pelan,
bagai tamu agung yang tak bersuara,
namun mengguncang dada
yang lama tertidur oleh dunia.

Hatiku bergetar memanggil nama-Mu,
di bulan haram yang Engkau muliakan,
aku malu menyebut diri hamba
sementara maksiat masih kukandung.

Subḥānallāh… Subḥānallāh… Subḥānallāh…
aku bertasbih di lorong rindu,
membersihkan debu jiwa
yang menutup cahaya tauhid.

“Yā ayyuhalladzīna āmanū tubū ilallāhi taubatan naṣūḥā”
(Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya)

Rajab mengajarkanku diam,
agar taubat bukan sekadar lisan,
melainkan runtuhnya keakuan
di hadapan Keagungan-Mu.

Alḥamdulillāh… Alḥamdulillāh… Alḥamdulillāh…
segala puji milik-Mu,
bahkan untuk dosa yang menyadarkanku
bahwa tanpa-Mu aku bukan apa-apa.

“Wa mā bikum min ni‘matin fa minallāh”
(Dan apa saja nikmat yang ada pada kalian, maka itu dari Allah)

Aku rindu menjadi hamba
yang tak menawar takdir,
yang bersujud tanpa alasan,
yang menangis bukan karena dunia.

Lā ilāha illallāh… Lā ilāha illallāh…
tiada yang layak dicinta
selain Engkau,
tiada sandaran selain Engkau.

“Fa‘lam annahū lā ilāha illallāh”
(Maka ketahuilah, tidak ada sesembahan yang haq selain Allah)

Rajab membukakan pintu,
agar aku belajar melepaskan,
bahwa hidup hanyalah jalan
menuju fana dalam ridha-Mu.

Allāhu Akbar… Allāhu Akbar… Allāhu Akbar…
Engkau Maha Besar,
sementara egoku terlalu kecil
untuk kubanggakan.

“Wallāhu akbaru wa lillāhil-ḥamd”
(Dan Allah Maha Besar, dan segala puji hanya bagi Allah)

Di malam Rajab aku terdiam,
tak meminta surga,
tak pula takut neraka,
aku hanya takut jauh dari-Mu.

Lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh…
tiada daya, tiada kekuatan,
bahkan untuk mencintai-Mu
kecuali dengan pertolongan-Mu.

“Wa mā tawfīqī illā billāh”
(Dan tidaklah keberhasilanku melainkan dengan pertolongan Allah)

Wahai Allah,
jika Rajab adalah pintu,
maka bukakan aku untuk Sya‘ban,
dan larutkan aku dalam Ramadhan.

Jangan Engkau jadikan rinduku
sekadar syair dan suara,
jadikan ia jalan sunyi
menuju ma‘rifat dan fana.

Subḥānallāh, wal-ḥamdulillāh,
wa lā ilāha illallāh, wallāhu akbar,
wa lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh.


Rindu Rajab di Tengah Terang


Rajab dateng pelan-pelan, kayak tamu spesial yang cuma lewat diam, tapi bikin hati yang udah lama mati rasa tiba-tiba bergetar lagi.


Aku gemeter nggak karuan, mau teriak nama-Mu, di bulan suci yang Kau kasih kemuliaan ini, aku malu ngaku sebagai hamba-Mu, sementara dosa-dosa masih numpuk di diri.


Subḥānallāh… Subḥānallāh… Subḥānallāh… Aku bisikin tasbih di tengah kerinduan, buat bersihin debu-debu di jiwa yang nutupin cahaya keesaan-Mu.


“Yā ayyuhalladzīna āmanū tubū ilallāhi taubatan naṣūḥā” (Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya)


Rajab ngajarin aku buat lebih sering diem, biar taubatku nggak cuma ucapan doang, tapi bener-bener ngeruntuhin ego keras kepala ini di hadapan Kebesaran-Mu.


Alḥamdulillāh… Alḥamdulillāh… Alḥamdulillāh… Semua puji cuma buat-Mu, termasuk buat dosa-dosa yang nyadarin aku kalau tanpa-Mu,aku ini cuma nol besar.


“Wa mā bikum min ni‘matin fa minallāh” (Dan apa saja nikmat yang ada pada kalian, maka itu dari Allah)


Aku pengen banget jadi hamba yang nggak banyak komplain soal takdir, yang sujud cuma karena-Mu, yang nangis bukan gegara urusan dunia.


Lā ilāha illallāh… Lā ilāha illallāh… Nggak ada yang pantas dicintai selain Kau, nggak ada tempat bersandar selain Kau.


“Fa‘lam annahū lā ilāha illallāh” (Maka ketahuilah, tidak ada sesembahan yang haq selain Allah)


Rajab ngasih kunci, biar aku belajar ikhlas melepas, kalau hidup cuma jalan sementara buat larut dalam keridhaan-Mu.


Allāhu Akbar… Allāhu Akbar… Allāhu Akbar… Kau Maha Besar, sementara egoku ini terlalu receh buat dibanggain.


“Wallāhu akbaru wa lillāhil-ḥamd” (Dan Allah Maha Besar, dan segala puji hanya bagi Allah)


Di malam-malam Rajab aku lebih banyak diem, nggak minta surga, juga nggak takut neraka, aku cuma takut banget jadi jauh dari-Mu.


Lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh… Nggak ada tenaga,nggak ada kekuatan, bahkan buat mencintai-Mu aja, kecuali atas bantuan-Mu.


“Wa mā tawfīqī illā billāh” (Dan tidaklah keberhasilanku melainkan dengan pertolongan Allah)


Ya Allah, kalau Rajab ini gerbangnya, tolong bukakan jalanku ke Sya‘ban, dan tenggelamkan aku di dalam Ramadhan.


Jangan sampai kerinduanku ini cuma jadi kata-kata puitis doang, tapi jadikan ini jalan sunyi menuju pengenalan yang sejati pada-Mu.


Subḥānallāh, wal-ḥamdulillāh, wa lā ilāha illallāh,wallāhu akbar, wa lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh.

No comments: