tanbihul ghofilin BAB 33/8 Tentang Keutamaan Jumat.
Salih Murry ketika berangkat ke masjid akan salat Subuh hari Jumat), melewati kuburan, katanya: “Aku akan diam sementara di sini hingga terbit fajar, ia salat sunah 2 rakaat, selanjutnya tertidur seraya duduk bersandar, sampai ia mimpi bahwa: Para penghuni kubur tersebut pada keluar, duduk-duduk dan berbicara (ngobrol), lalu terlihat padanya seorang pemuda berpakaian kumai duduk menvendiri dan sedih, tidak lama kemudian datanglah nampan atau talam ditutup saputangan, dan setiap penghuni yang memperolehnya, langsung kembali masuk ke kubur, hingga tinggal seorang pemuda yang menyendiri tadi tidak dapat suatu apapun, ia berdiri sedih akan masuk lagi ke kuburnya, lalu aku bertanya: “Hai pemuda, kenapa sedih dan apa yang dibawa orang-orang tadi? Jawabnya: “Itulah kiriman doa atau sedekah dari saudara mereka yang masih hidup dan disampaikan pada malam Jumat. Sedang aku orang dari Sind, diajak menunaikan ibadat haji oleh ibuku, lalu di Bashrah aku sampai ajal (mati), dan sesudah itu ibuku kawin lagi, ia tidak berbicara kepada suaminya (bapa tiri) bahwa punya anak, ia lupa daratan (akibat kekayaan) sampai Jupa kepadaku, maka aku sangat sedih karena sepeninggalku tiada satupun orang yang mengingat aku, Salih bertanya: “Di mana rumah ibumu? ia menunjukkan alamatnya. Kemudian sesudah siang, kucari rumah yang ditunjukkan alamatnya tadi malam, sampai kutemukan, lalu aku bertanya: Apakah ibu punya anak? Jawabnya: “Tidak, Lalu: Apakah dulu pernah punya anak? ia menarik nafas panjang seraya berkata: “Ya, dahulu aku punya anak mati masih muda”. Kemudian kuceriterakan kepadanya tentang peristiwa tadi malam, yang diderita oleh anaknya itu, sampai ia bercucuran air matanya ke pipi, katanya: “Anakku, yang pernah kukandung dalam perutku, minum air susuku, dan menjadi buah hatiku. Lalu ia serahkan uang 1000 dirham, seraya berkata: “Sedekahkanlah buat anakku itu, dan mulai saat ini aku tidak akan melupakannya dengan panjatan doa dan sedekah untuknya sepanjang hidupku. Kemudian uang itu kusedekahkan, dan jumat berikutnya aku Pergi ke kuburnya, setelah salat 2 rakaat tertidur, dan mimpi seperti jumat dulu, penghuninya pada keluar, dan pemuda itu bersih dan indah pakaiannya wajahnya berseri, ia menemuiku dan katanya: “Semoga Allah membalas pahala padamy atas bantuanmu, dan hadiah ibuku telah sampai padaku. Lalu tanyaku: “Taukah kamu tentang keunggulan hari Jumat? Jawabnya: Ya, bahkan burung-burung di udara menyambutnya dengan “selamat datang, selamat datang”. (Demikian cerita ayahku, sahut Al-Faqih).
.....
Kiriman Doa dan Sedekah untuk Ahli Kubur: Jangan Biarkan Mereka Menunggu dalam Kesedihan
Pembukaan
Kisah Salih Murry di atas bukan sekadar cerita mimpi, tetapi merupakan cermin tentang hubungan antara dunia dan alam kubur. Dalam pandangan tasawuf, ini adalah pesan mendalam tentang kesucian hati, bakti kepada keluarga, kewajiban mengingat orang yang telah wafat, dan pentingnya sedekah serta doa bagi ahli kubur.
Kisah seorang pemuda yang duduk sedih karena tidak mendapat kiriman doa dan sedekah menunjukkan bahwa orang mati bukan tidak membutuhkan kita, justru mereka sangat menanti kiriman amal dari keluarga yang masih hidup.
1. Makna (Tafsir) Isi Redaksi
Dalam cerita tersebut terdapat beberapa makna besar:
a. Amal orang hidup dapat sampai kepada orang mati
Nampan yang dibagikan kepada penghuni kubur adalah simbol hadiah pahala, baik dari doa, sedekah, bacaan Al-Qur'an, dan amal saleh.
b. Hari Jumat adalah hari istimewa
Malam Jumat menjadi waktu di mana kiriman pahala lebih banyak sampai kepada ahli kubur.
c. Kelalaian dunia membuat manusia lupa akhirat
Ibu pemuda itu terlena dengan kehidupan dan kekayaan sampai melupakan anaknya yang telah wafat.
d. Orang mati menunggu doa
Ahli kubur memiliki harapan kepada keluarga yang masih hidup.
e. Taubat dan sadar dapat mengubah keadaan
Ketika sang ibu sadar, keadaan anaknya berubah.
Dalam tasawuf, ini disebut:
"Tazkiyatun Nufus" yaitu membersihkan jiwa dari:
- Lalai
- Cinta dunia
- Keras hati
- Putus hubungan dengan orang tua dan keluarga
- Melupakan kematian
2. Hukum (Ahkam)
a. Mendoakan orang mati
Hukumnya sunnah muakkadah.
b. Bersedekah atas nama mayit
Hukumnya boleh dan dianjurkan.
c. Berziarah kubur
Hukumnya sunnah.
Hadis:
"Dulu aku melarang kalian ziarah kubur, sekarang berziarahlah."
HR.
d. Melupakan keluarga yang meninggal
Termasuk kelalaian hati.
3. Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)
- Orang mati menunggu kiriman pahala.
- Sedekah adalah hadiah yang bercahaya.
- Hari Jumat memiliki keagungan.
- Dunia dapat membuat orang lupa.
- Anak, orang tua, keluarga harus saling mengingat.
- Harta terbaik adalah yang sampai ke akhirat.
- Menolong ahli kubur berarti menolong diri sendiri.
4. Dalil Al-Qur'an, Hadis, Hadis Qudsi
Al-Qur'an
Surah ayat 10:
"Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu..."
Surah ayat 2:
"Yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu..."
Surah ayat 27:
"Allah meneguhkan orang-orang beriman..."
Hadis
"Apabila manusia meninggal maka terputus amalnya kecuali tiga..."
HR.
"Sedekah itu memadamkan murka Allah."
HR.
Hadis Qudsi
"Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku."
HR. dan
5. Analisis dan Argumentasi
Secara spiritual:
- Kubur bukan akhir.
- Ruh dapat merasakan kebahagiaan.
- Doa dan sedekah adalah jembatan antara dunia dan barzakh.
Secara sosial:
- Banyak keluarga kini hanya sibuk dengan warisan, tapi lupa kirim doa.
- Kuburan ramai saat pemakaman, sepi setelahnya.
Secara tasawuf: Penyakit hati terbesar adalah ghaflah (lalai).
6. Amalan (Implementasi)
- Sedekah setiap Jumat untuk orang tua.
- Bacakan .
- Kirim Al-Fatihah.
- Ziarah kubur.
- Berdoa setelah salat.
- Wakaf atas nama mayit.
- Membuat sumur, mushaf, masjid, air minum.
7. Relevansi Zaman Sekarang
Hari ini banyak yang:
- Viral flexing,
- Viral harta,
- Viral hiburan,
- Tapi jarang viral kirim doa kepada orang tua.
Banyak:
- upload makam,
- tapi lupa mendoakan.
Banyak:
- bangun rumah mewah,
- tapi tidak membangun istana akhirat.
8. Motivasi
Jangan tunggu mati untuk dikenang.
Kirimkan:
- doa,
- sedekah,
- amal,
- cinta.
Karena kelak kita pun akan menunggu.
9. Muhasabah dan Caranya
Tanya pada diri:
- Sudahkah mendoakan orang tua?
- Sudahkah bersedekah?
- Apakah aku terlalu sibuk dunia?
- Jika aku mati malam ini, siapa yang ingat aku?
Cara:
- Luangkan malam Jumat.
- Buat catatan nama keluarga wafat.
- Sedekah rutin.
- Dzikir kematian.
10. Kemuliaan dan Kehinaan
Kemuliaan
Dunia
- hati tenang
- rezeki berkah
Kubur
- terang
- luas
- mendapat hadiah
Kiamat
- syafaat
Akhirat
- surga
Kehinaan
Dunia
- keras hati
Kubur
- sepi
- sedih
Kiamat
- penyesalan
Akhirat
- azab
11. Doa
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِأَمْوَاتِنَا وَأَمْوَاتِ الْمُسْلِمِينَ، وَاجْعَلْ قُبُورَهُمْ رَوْضَةً مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ
Artinya:
"Ya Allah ampunilah orang-orang mati kami dan seluruh kaum muslimin, jadikan kubur mereka taman surga."
اللهم لا تجعلنا من الغافلين
"Ya Allah, jangan jadikan kami orang-orang yang lalai."
12. Ucapan Terima Kasih
Terima kasih kepada seluruh jamaah, pembaca, dan para pecinta ilmu yang masih mengingat:
- orang tua,
- keluarga,
- guru,
- ulama,
- dan kaum muslimin yang telah wafat.
Semoga setiap doa, sedekah, dan amal menjadi cahaya di kubur mereka dan cahaya bagi kita.
"Jangan biarkan ahli kubur menunggu dengan sedih, kirimkan cinta melalui doa dan sedekah."
Wallāhu a‘lam bish-shawāb.