Wednesday, April 29, 2026

995. Kisah Mubarok, Budak Penjaga Anggur (Ayah dari Abdullah bin Mubarak)

 

Kisah Mubarok, Budak Penjaga Anggur (Ayah dari Abdullah bin Mubarak)

Pada zaman dahulu, di wilayah Persia, hiduplah seorang pemuda saleh bernama Mubarok. Ia hanyalah seorang budak yang bekerja menjaga kebun anggur milik tuannya. Tugasnya sederhana: merawat pohon, menyiram, dan memastikan buah tidak dicuri.

Namun, yang menjadikan kisah ini agung bukan pekerjaannya — melainkan amanah dan wara’ (kehati-hatian terhadap yang haram) yang ia jaga.


🍇 Ujian Kejujuran

Suatu hari, sang tuan ingin menjamu tamu. Ia berkata:

“Wahai Mubarok, petikkan anggur yang manis untukku.”

Mubarok pun mengambil beberapa tangkai anggur dan menyerahkannya. Namun setelah dicicipi, ternyata rasanya asam.

Tuan itu berkata lagi:

“Ambilkan yang manis!”

Untuk kedua kalinya Mubarok mengambilkan anggur. Ternyata tetap asam.

Sang tuan heran dan bertanya:

“Sudah lama engkau bekerja di kebun ini. Mengapa engkau tidak tahu mana yang manis dan mana yang asam?”

Mubarok menjawab dengan penuh ketenangan:

“Wahai tuanku, engkau hanya menyuruhku menjaga kebun, bukan menyuruhku memakannya. Aku tidak pernah mencicipi satu pun buah dari kebun ini tanpa izinmu.”

Subhanallah… Ia menjaga lisannya, perutnya, dan amanahnya.


🌿 Buah dari Wara’ dan Amanah

Sang tuan tertegun. Ia melihat cahaya kejujuran dan ketakwaan dalam diri budaknya. Hatinya tersentuh.

Akhirnya, ia bukan hanya memerdekakan Mubarok, tetapi juga menikahkannya dengan putrinya yang shalihah.

Dari pernikahan itulah lahir seorang ulama besar, ahli hadis, ahli zuhud, mujahid dan dermawan, yaitu:

🌟

Beliau menjadi salah satu ulama besar generasi tabi’ut tabi’in, guru para imam, dan dikenal sangat dermawan serta zuhud.



No comments: