Thursday, February 19, 2026

967. Rumah yang Tidak Dimasuki Malaikat: Tazkiyatul Qalb di Tengah Gemerlap Dunia

 


Dalam Kitab Bayanul Mushoffa fi Wasiyatul Musthofa (Syekh Abdul Wahab asy-Sya'roni )

Hai, Ali, malaikat itu tidak mau masuk ke sebuah rumah yang di dalamnya terdapat gambar-gambar atau patung-patung, orang yang durhaka kepada ayah dan ibunya atau rumah yang tidak pernah dimasuki oleh tamu.

.......

📖 Rumah yang Tidak Dimasuki Malaikat: Tazkiyatul Qalb di Tengah Gemerlap Dunia

Berdasarkan Kitab Bayanul Mushoffa fi Wasiyatul Musthofa karya


🌿 Muqaddimah

Dalam kitab tersebut disebutkan wasiat Nabi ﷺ kepada Sayyidina Ali r.a.:

“Wahai Ali, malaikat tidak mau masuk ke rumah yang di dalamnya terdapat gambar-gambar atau patung-patung, orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, dan rumah yang tidak pernah dimasuki tamu.”

Hadits ini bukan sekadar berbicara tentang bangunan fisik, tetapi tentang rumah hati (qalb) kita. Dalam perspektif tasyawuf dan tazkiyatul nufus, rumah yang dimaksud adalah jiwa manusia. Jika hati dipenuhi “berhala-berhala dunia”, maka cahaya malaikat dan rahmat Allah enggan singgah.


1️⃣ Gambar dan Patung: Simbol Berhala Hati di Era Digital

Di zaman dahulu, gambar dan patung adalah simbol kemusyrikan.
Di zaman sekarang, “gambar dan patung” bisa bermakna lebih luas:

  • Obsesi pada citra diri di media sosial
  • Kultus terhadap tokoh, jabatan, atau harta
  • Ketergantungan pada teknologi melebihi ketergantungan kepada Allah

Allah ﷻ berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku.”
(QS. Adz-Dzariyat: 56)

Ketika hati dipenuhi “gambar dunia”, maka fokus ibadah melemah. Teknologi komunikasi, transportasi, dan kedokteran adalah nikmat — tetapi jika ia menjadi pusat cinta, maka ia berubah menjadi berhala modern.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya dalam jasad ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruh jasad. Ketahuilah, itu adalah hati.”
(HR. Bukhari & Muslim)

Muhasabah:
Apakah hati kita dipenuhi dzikir, atau dipenuhi notifikasi?


2️⃣ Durhaka kepada Orang Tua: Penghalang Rahmat

Di tengah kecanggihan zaman, komunikasi semakin mudah — tetapi adab semakin sulit.

Video call bisa lintas negara, tetapi banyak anak tak lagi lembut kepada orang tua.
Chat bisa instan, tetapi doa untuk orang tua sering terlupa.

Allah ﷻ berfirman:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua.”
(QS. Al-Isra: 23)

Dalam hadis disebutkan:

“Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka orang tua.”
(HR. Tirmidzi)

Dalam perspektif tasawuf, durhaka bukan hanya membentak.
Durhaka bisa berupa:

  • Tidak mendoakan
  • Tidak peduli
  • Merasa lebih pintar karena gelar dan teknologi

Muhasabah:
Sudahkah kita mencium tangan mereka hari ini?
Sudahkah kita meminta maaf sebelum terlambat?


3️⃣ Rumah yang Tidak Pernah Didatangi Tamu: Hati yang Tertutup

Rumah yang tak pernah menerima tamu adalah simbol hati yang kikir dan egois.

Di zaman modern, orang sibuk dengan gadget dan dunia virtual.
Tetangga tak dikenal.
Silaturahmi tergantikan pesan singkat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya.”
(HR. Bukhari & Muslim)

Dalam hadis qudsi Allah berfirman:

“Wahai anak Adam, Aku sakit tetapi engkau tidak menjenguk-Ku...”
(HR. Muslim)

Maksudnya: Allah memuliakan hamba-Nya yang peduli kepada sesama.

Teknologi transportasi memudahkan perjalanan.
Tetapi apakah kita gunakan untuk silaturahmi atau hanya untuk rekreasi dunia?

Muhasabah:
Kapan terakhir kali rumah kita dipenuhi doa tamu?
Kapan terakhir kali hati kita terbuka untuk orang lain?


🌸 Pesan Tazkiyatul Nufus

Saudaraku…

  • Bersihkan rumah dari gambar yang melalaikan.
  • Bersihkan hati dari kesombongan digital.
  • Bersihkan lisan dari kedurhakaan kepada orang tua.
  • Bukalah pintu rumah dan pintu hati untuk tamu dan saudara.

Karena malaikat tidak hanya masuk ke rumah fisik,
tetapi juga masuk ke hati yang bersih.

Allah berfirman:

يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ ۝ إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
“Pada hari ketika harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih.”
(QS. Asy-Syu’ara: 88–89)


🤲 Doa

Ya Allah…
Bersihkan hati kami dari berhala dunia.
Jauhkan kami dari durhaka kepada orang tua.
Jadikan rumah kami tempat turunnya malaikat dan rahmat-Mu.
Lembutkan hati kami di tengah kerasnya zaman teknologi.
Jadikan kecanggihan dunia sebagai jalan mendekat kepada-Mu, bukan menjauh dari-Mu.
Karuniakan kepada kami qalbun salim saat kami kembali kepada-Mu.

Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.


🌿 Penutup

Semoga tauziah ini menjadi bahan muhasabah bagi diri kita semua.
Bukan untuk menghakimi zaman, tetapi untuk memperbaiki hati di tengah zaman.

Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca dan merenung.
Semoga Allah membalas kebaikan Anda dengan cahaya di dunia dan akhirat. 🤲

.........

WARNING: 3 Hal Bikin Malaikat Ogah Mampir ke Rumah (dan Hati) Kita!


Based on Kitab Bayanul Mushoffa fi Wasiyatul Musthofa


Santuy dulu, guys...


Jadi gini, di kitab itu ada cerita nasihat Nabi Muhammad ﷺ ke Sayyidina Ali r.a.:


"Wahai Ali, malaikat itu nggak bakal mau masuk ke rumah yang: (1) ada gambar atau patung, (2) ada anak yang durhaka ke orang tua, (3) rumah yang jarang didatengin tamu."


Nah, ini nggak cuma soal rumah beneran lho. Dalam pandangan tazkiyatul qalb (bersihin hati), yang dimaksud "rumah" itu adalah hati kita sendiri. Kalau hati kita penuh sama "patung-patung" duniawi, otomatis cahaya malaikat dan rahmat Allah susah masuk. Auto gelap gulita dah tuh hati.


---


1️⃣ Gambar & Patung: Jangan Sampe Hati Jadi Galeri Medsos


Dulu mah gambar dan patung identik sama penyembahan berhala. Tapi sekarang? "Gambar dan patung" itu bisa berarti:


· Kegeeran berlebihan di medsos (bucin sama like dan komen)

· Ngidolain artis, pejabat, atau harta sampe lupa diri

· Hidup nggak bisa lepas dari HP sampe lupa sama Allah


Allah ﷻ bilang:


"Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku."

(QS. Adz-Dzariyat: 56)


Kalau hati kita isinya cuma "dunia dalam genggaman", fokus ibadah jadi buyar. Teknologi itu nikmat, tapi kalau udah jadi rebutan hati, bisa jadi berhala modern yang nggak kentara.


Rasulullah ﷺ bilang:


"Sesungguhnya dalam jasad ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruh jasad. Ketahuilah, itu adalah hati."

(HR. Bukhari & Muslim)


✨ Cek diri sendiri:

Isi hati kita hari ini lebih banyak dzikir atau lebih banyak scroll notifikasi?


---


2️⃣ Durhaka ke Ortu: Nomor Satu Penghalang Berkah


Znow, komunikasi canggih banget. Mau video call ke mana aja gampang. Tapi ironisnya, banyak anak yang makin kasar sama orang tua.


Chat bisa instan, tapi adab ilang.

Doa buat ortu sering ke-skip.


Allah ﷻ tegas banget:


"Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua."

(QS. Al-Isra: 23)


Dalam hadis juga disebut:


"Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka orang tua."

(HR. Tirmidzi)


Dalam dunia spiritual, durhaka itu nggak selalu berarti mukul atau membentak.

Durhaka bisa juga berupa:


· Lupa mendoain mereka

· Nggak peduli sama kabar mereka

· Merasa paling bener sendiri karena gelar atau gaji gede


✨ Cek diri sendiri:

Udah cium tangan mereka hari ini? Udah minta maaf sebelum semuanya telat?


---


3️⃣ Rumah yang Sepi Tamu: Hati yang Tertutup


Rumah yang nggak pernah didatengin tamu? Itu tanda pelit dan egois.


Di zaman sekarang, orang lebih asyik sama dunia maya. Tetangga sebelah rumah aja nggak pernah tegur sapa. Silaturahmi digantiin sama kirim stiker WA.


Padahal Rasulullah ﷺ bersabda:


"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya."

(HR. Bukhari & Muslim)


Bahkan dalam hadis qudsi Allah bilang:


"Wahai anak Adam, Aku sakit tetapi engkau tidak menjenguk-Ku..."

(HR. Muslim)


Artinya? Allah banget sama hamba yang peduli sama sesama.


Kita punya kendaraan canggih, jalan mulus, tol di mana-mana. Tapi bukannya buat silaturahmi, malah buat liburan doang.


✨ Cek diri sendiri:

Kapan terakhir rumah kita rame bukan karena FYP, tapi karena doa tamu? Kapan terakhir hati kita terbuka buat orang lain?


---


🌸 Catatan buat Diri Sendiri


Sobat...


· Bersihin rumah dari pajangan yang bikin lupa waktu.

· Bersihin hati dari gengsi digital.

· Jaga lisan sama orang tua.

· Buka pintu rumah, buka juga pintu hati buat saudara dan tetangga.


Karena malaikat itu nggak cuma masuk ke rumah fisik, tapi juga ke hati yang bersih dan tulus.


Allah berfirman:


"Pada hari ketika harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih."

(QS. Asy-Syu'ara: 88–89)


🤲 Doa


Ya Rabb...

Bersihin hati kami dari berhala-berhala dunia. Jauhkan kami dari sikap durhaka ke orang tua. Jadikan rumah dan hati kami tempat singgahnya malaikat dan rahmat-Mu. Lembutkan hati kami di tengah hiruk-pikuk dunia digital. Jadikan teknologi ini justru bikin kami makin dekat sama Engkau, bukan malah menjauh.

Anugerahi kami qalbun salim—hati yang selamat—saat nanti kami kembali pada-Mu.


Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.


---


🌿 Sebagai Penutup


Curhatan ini bukan buat ngatain zaman, tapi buat ngingetin diri sendiri (dan siapa pun yang baca) buat terus bersihin hati di tengah segala gemerlap.


Makasih udah baca sampai habis. Semoga Allah membalas kebaikan njenengan dengan cahaya di dunia dan akhirat. 🤲

.........

No comments: