Thursday, February 19, 2026

965. Ramadan dan Pembersihan Jiwa di Era Modern.



dalam kitab tanbihul ghafilin.

BAB 37 Tentang Keutamaan Bulan Ramadan.

Al-Faqih meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah katanya, Rasulullah  bersabda: “Pada setiap bulan Ramadan Allah . memberi 5 perkara yang tiada dirasakan oleh umat lainnya, yaitu:

Harumnya minyak kasturi pada mulut ketika berpuasa, kelak di sisi Allah.

Permohonan ampun dari malaikat bagi yang berpuasa hingga berbuka.

Dibelenggunya setan hingga mereka tiada kebebasan menggoda yang tengah berpuasa.

Setiap hari sorga dipercantik bagi orang yang berpuasa, FirmanNya: “Hampir para hambaKu yang salih terlepas dari keberatan dan godaan dan kembali kepadamu”.

........

📖 Ramadan dan Pembersihan Jiwa di Era Modern

📚 Sumber Kitab


Bab 37: Keutamaan Bulan Ramadan

Al-Faqih meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah ï·º bersabda tentang 5 keistimewaan Ramadan yang tidak diberikan kepada umat-umat sebelumnya.


🌙 Mukadimah: Ramadan Bukan Sekadar Lapar

Di zaman teknologi canggih — HP di tangan, dunia dalam genggaman, transportasi cepat, kedokteran maju, komunikasi tanpa batas — justru jiwa manusia semakin gelisah.

Banyak yang online, tapi hatinya offline dari Allah.
Banyak yang terkoneksi internet, tapi terputus dari langit.

Ramadan hadir bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tapi menyembuhkan penyakit hati.

Allah berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)

Tujuan puasa adalah TAQWA — kesadaran batin bahwa Allah selalu melihat.


1️⃣ Harumnya Mulut Orang Berpuasa

Rasulullah ï·º bersabda:

“Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada minyak kasturi.”
(HR. Bukhari & Muslim)

Secara lahir, mungkin tidak wangi.
Namun secara batin, itu adalah aroma keikhlasan.

✨ Dalam tasawuf, ini mengajarkan:
Allah tidak menilai penampilan, tapi keadaan hati.

Di era media sosial, orang berlomba menampilkan citra.
Ramadan melatih kita beramal tanpa publikasi.

Muhasabah:

  • Apakah puasaku untuk Allah atau untuk konten?
  • Apakah ibadahku untuk dilihat atau untuk diterima?

2️⃣ Malaikat Memohonkan Ampunan

Bayangkan…
Setiap hari para malaikat mendoakan orang yang berpuasa hingga berbuka.

Allah berfirman:

“Dan malaikat memohonkan ampun bagi orang-orang yang beriman.”
(QS. Ghafir: 7)

Dalam dunia modern, kita sibuk mencari “like” dan “validasi manusia”.
Padahal Ramadan memberi kita validasi langit.

✨ Tazkiyatul nufus mengajarkan:
Jangan cari pengakuan manusia, cari pengampunan Allah.


3️⃣ Setan Dibelenggu

Rasulullah ï·º bersabda:

“Apabila datang Ramadan, dibukalah pintu surga, ditutup pintu neraka, dan setan-setan dibelenggu.”
(HR. Bukhari & Muslim)

Namun mengapa masih ada maksiat?

Karena musuh terbesar bukan setan…
tapi nafsu kita sendiri.

Di era teknologi:

  • Maksiat bisa diakses dari kamar
  • Fitnah tersebar dalam detik
  • Ghibah menjadi viral

Ramadan adalah pelatihan mengendalikan nafsu digital.

📵 Puasa bukan hanya dari makan, tapi dari:

  • scroll tanpa manfaat
  • komentar menyakiti
  • tontonan yang merusak hati

4️⃣ Surga Dihiasi Setiap Hari

Allah berfirman dalam hadis qudsi:

“Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”
(HR. Bukhari & Muslim)

Surga dihias setiap hari menanti orang berpuasa.

✨ Dalam tasawuf, surga bukan sekadar tempat, tapi kedekatan dengan Allah.

Di dunia modern, orang menghias rumah, kendaraan, profil media sosial.
Tapi Ramadan mengajarkan:

Hiaslah hati, karena hati adalah tempat pandangan Allah.


5️⃣ Harapan: Hampir HambaKu Kembali

Allah berfirman (dalam makna riwayat):

“Hampir para hamba-Ku yang saleh terlepas dari beban dan kembali kepada-Ku.”

Ramadan adalah momen kembali.

Kembali dari:

  • Lalai menjadi sadar
  • Sibuk dunia menjadi sibuk akhirat
  • Cinta makhluk menjadi cinta Khaliq

🌿 Relevansi Sosial Saat Ini

Di zaman:

  • Transportasi cepat → hati tetap lambat menuju taubat
  • Komunikasi mudah → silaturahim justru renggang
  • Kedokteran maju → penyakit hati makin parah

Ramadan adalah rumah sakit jiwa spiritual.

Allah berfirman:

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”
(QS. Ar-Ra’d: 28)

Bukan dengan follower.
Bukan dengan saldo.
Bukan dengan popularitas.


🪞 Muhasabah Diri

Tanya pada diri:

  • Apakah Ramadan mengubah akhlakku?
  • Apakah aku lebih lembut kepada keluarga?
  • Apakah aku lebih peduli pada fakir miskin?

Jika tidak ada perubahan, berarti puasa hanya di perut… belum sampai ke hati.


🤲 Doa

Ya Allah…
Bersihkan hati kami dari riya dan ujub.
Jadikan puasa kami puasa orang yang mengenal-Mu.
Belenggu nafsu kami sebagaimana Engkau belenggu setan.
Hiaslah hati kami dengan iman dan takwa.
Ampuni dosa kami, dosa orang tua kami, guru-guru kami, dan seluruh kaum muslimin.
Jadikan Ramadan ini Ramadan terbaik dalam hidup kami.
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.


🌺 Penutup

Semoga kita tidak termasuk orang yang hanya mendapatkan lapar dan dahaga.

Semoga kita termasuk orang yang kembali kepada Allah dengan hati yang bersih.

Terima kasih telah meluangkan waktu membaca tauziah ini.
Semoga menjadi cahaya bagi jiwa dan amal kita. 🤲✨

........

Ramadan dan Pembersihan Jiwa di Era Modern


📚 Sumber Kitab

Bab 37: Keutamaan Bulan Ramadan


Al-Faqih meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah ï·º bersabda tentang 5 keistimewaan Ramadan yang tidak diberikan kepada umat-umat sebelumnya.


---


🌙 Mukadimah: Ramadan Bukan Sekadar Lapar


Zaman sekarang tuh serba canggih banget. 

HP di genggaman, dunia dalam layar. Transportasi makin cepat, kedokteran maju, komunikasi nggak ada batas. Tapi anehnya... jiwa manusia malah makin gelisah.


Banyak orang online 24 jam, tapi hatinya offline dari Allah. 

Koneksi internet lancar, tapi sambungan ke langit putus.


Nah, Ramadan datang bukan sekadar nahan lapar dan haus doang. 

Tapi ini waktunya ngebersihin hati yang kotor.


Allah berfirman:


"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."

(QS. Al-Baqarah: 183)


Jadi intinya, target puasa itu TAQWA — kondisi batin di mana kita sadar bahwa Allah tuh nge-watch terus.


---


1️⃣ Harumnya Mulut Orang Puasa


Rasulullah ï·º bersabda:


"Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada minyak kasturi."

(HR. Bukhari & Muslim)


Secara fisik, ya jelas kurang sedap. Tapi secara batin, itu adalah aroma keikhlasan.


✨ Pelajaran buat hidup sekarang:

Allah nggak liat penampilan luar, tapi keadaan hati.


Di era medsos, orang pada sibuk ngejar pencitraan. 

Ramadan ngajarin kita: amal itu cukup Allah aja yang tahu.


Muhasabah:


· Udah belum ya puasaku murni karena Allah, bukan cuma buat konten?

· Ibadahku tuh karena pengin diterima atau pengin dilihat orang?


---


2️⃣ Malaikat Minta Ampunin Kita


Coba bayangin...

Setiap hari para malaikat mendoakan orang yang puasa sampai waktu berbuka.


Allah berfirman:


"Dan malaikat memohonkan ampun bagi orang-orang yang beriman."

(QS. Ghafir: 7)


Di zaman sekarang, kita sibuk cari "like" dan validasi manusia. 

Padahal Ramadan kasih kita validasi langsung dari langit.


✨ Nasihat buat jiwa:

Jangan mati-matian cari pengakuan orang. 

Mending cari ampunan Allah.


---


3️⃣ Setan Dibelenggu


Rasulullah ï·º bersabda:


"Apabila datang Ramadan, dibukalah pintu surga, ditutup pintu neraka, dan setan-setan dibelenggu."

(HR. Bukhari & Muslim)


Tapi njenengan pasti bertanya: "Kalau setan udah dibelenggu, kok masih ada aja yang maksiat?"


Jawabannya: karena musuh terbesar kita bukan setan, tapi nafsu sendiri.


Di era digital:


· Maksiat bisa diakses dari kamar

· Fitnah nyebar cuma hitungan detik

· Ghibah jadi konten viral


Ramadan ini latihan buat ngontrol nafsu digital.


📵 Puasa itu bukan cuma nahan makan-minum, tapi juga:


· scroll yang nggak ada manfaatnya

· komen yang nyakitin orang

· tontonan yang ngotorin hati


---


4️⃣ Surga Dihias Setiap Hari


Allah berfirman dalam hadis qudsi:


"Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya."

(HR. Bukhari & Muslim)


Subhanallah... Setiap hari surga dihias, disiapkan buat orang-orang yang puasa.


✨ Makna dalam:

Surga itu bukan cuma tempat, tapi kedekatan sama Allah.


Zaman sekarang orang sibuk hias rumah, hias kendaraan, hias profil medsos. 

Ramadan ngajarin: Hiaslah hati, karena hati itu tempat Allah ngeliat.


---


5️⃣ Harapan: Hamba-Ku Kembali


Allah berfirman (dalam makna riwayat):


"Hampir para hamba-Ku yang saleh terlepas dari beban dan kembali kepada-Ku."


Ramadan itu momen balik.


Balik dari:


· Lalai → sadar

· Sibuk dunia → sibuk akhirat

· Cinta makhluk → cinta Khalik


---


🌿 Relevansi Buat Kita Hari Ini


Di zaman:


· Transportasi cepat → tapi hati lambat banget buat taubat

· Komunikasi mudah → silaturahim malah renggang

· Kedokteran maju → penyakit hati tambah parah


Ramadan itu kayak klinik kesehatan jiwa. Tempat kita check-up hati.


Allah berfirman:


"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang."

(QS. Ar-Ra'd: 28)


Bukan dengan banyak follower. 

Bukan dengan saldo tebal. 

Bukan dengan popularitas.


---


🪞 Muhasabah Diri


Coba tanya ke diri sendiri:


· Apakah Ramadan bikin akhlak aku makin baik?

· Apakah aku jadi lebih lembut sama keluarga?

· Apakah aku makin peduli sama yang susah?


Kalau belum ada perubahan... 

Berarti puasanya baru sampai perut, belum nyampe hati.


---


🤲 Doa


Ya Allah...

Bersihin hati kami dari riya dan sombong.

Jadikan puasa kami sebagai puasanya orang yang bener-bener kenal sama Engkau.

Ikat nafsu kami sebagaimana Engkau ikat setan.

Hiasi hati kami dengan iman dan takwa.

Ampuni dosa kami, dosa orang tua kami, guru-guru kami, dan semua muslimin.

Jadikan Ramadan ini jadi Ramadan terbaik dalam hidup kami.

Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.


---


🌺 Penutup


Semoga kita semua nggak termasuk orang yang cuma dapet lapar dan haus doang.


Semoga kita termasuk yang balik ke Allah dengan hati yang bersih.


Makasih ya, njenengan udah luangin waktu baca tauziah ini.

Semoga jadi cahaya buat jiwa dan amal kita. 🤲✨


---


Tetap waras, tetap istiqamah, dan selamat menjalani Ramadan penuh berkah! 🌙

.......

No comments: