Sunday, February 22, 2026

972. ANJURAN MENYEMPURNAKAN RUKUN SALAT & ANCAMAN BAGI YANG MELALAIKAN.



kupas tipis tipis Kitab At- Targhib wat Tarhib ( karya Al-Mundzir)

ANJURAN UNTUK MENYEMPURNAKAN RUKUN SALAT DAN ANCAMAN BAGI YANG MELANGGAR.

Rasulullah saw. bersabda:

“Barangsiapa melakukan wudu dengan sempurna, lalu berdiri untuk melakukan salat, lantas melakukan rukuk dan sujud dengan sempufna dan membaca Algur-an di dalamnya dengan sempurna, maka salat berkata: “Semoga Allah menjagamu, sebagaimana kamu menjagaku”‘, lalu salat dibawa ke langit, dan ia memiliki sinar, dan pintu-pintu langit dibuka, hingga sampai kepada Allah, Jalu memberi syafaat kepada pelakunya.

Bila seseorang tidak melakukan rukuk, sujud dan bacaan di dalamnya dengan sempurna, maka salat berkata kepadanya: ‘Semoga Allah menyiakanmu, sebagaimana kamu menyiakan aku’, kemudian dibawa ke langit dan ia menjadi gelap (salatnya gelap tidak memiliki cahaya), lantas pintu-pintu langit ditutup, lalu dilipat, sebagaimana baju usang yang dilipat, lalu dipukulkan ke wajah pelakunya.”

(H.R. Al-Baihaqi. Begitu juga disebut dalam kitab Zawajir 119/1).

.......

📖 Kitab

Karya:

🌿 ANJURAN MENYEMPURNAKAN RUKUN SALAT & ANCAMAN BAGI YANG MELALAIKAN


🌅 Tauziah Tazkiyatun Nufus: “Salat yang Bercahaya atau Salat yang Gelap?”

Saudara-saudaraku…

Di zaman serba cepat ini — teknologi canggih, komunikasi instan, transportasi kilat, kedokteran modern — manusia mampu menembus langit dengan pesawat, menembus organ tubuh dengan alat medis, menembus jarak dengan video call…

Namun pertanyaannya:
Apakah salat kita mampu menembus langit?

Rasulullah ﷺ bersabda (riwayat ):

“Barangsiapa menyempurnakan wudu, rukuk, sujud dan bacaannya, maka salat berkata:
Semoga Allah menjagamu sebagaimana engkau menjagaku.
Lalu ia naik ke langit bercahaya…
Tetapi jika ia tidak menyempurnakannya, salat itu menjadi gelap dan dipukulkan ke wajahnya.”

Ini bukan sekadar fiqh.
Ini adalah ilmu jiwa (tazkiyatun nufus).


🌿 1. Salat Itu Makhluk yang Hidup

Dalam perspektif tasawuf, amal bukan benda mati.
Ia memiliki ruh.

Allah berfirman:

إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ
“Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”
(QS. : 45)

Jika salat kita tidak mencegah maksiat digital, ghibah di grup WhatsApp, riya di media sosial, korupsi sistemik, maka ada yang belum sempurna dalam rukuk dan sujud kita.

Karena salat yang sempurna itu bercahaya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Salat adalah cahaya.”
(HR. )


🌿 2. Rukuk dan Sujud Bukan Gerakan — Tapi Ketundukan Ego

Di zaman modern, manusia bangga dengan kecerdasan buatan (AI), big data, robotik…

Tetapi salat mengajarkan satu hal yang teknologi tidak bisa ajarkan:

👉 Merendahkan diri di hadapan Allah.

Sujud adalah puncak kehinaan ego dan puncak kemuliaan ruh.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Keadaan paling dekat seorang hamba dengan Rabbnya adalah saat ia sujud.”
(HR. )

Mengapa banyak orang cerdas tapi gelisah?
Karena otaknya bekerja, tapi sujudnya kosong.


🌿 3. Salat yang Diterima atau Ditolak?

Dalam hadis qudsi, Allah berfirman:

“Aku membagi salat antara Aku dan hamba-Ku menjadi dua bagian…”
(HR. )

Ketika hamba membaca Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin, Allah menjawab:
“Hambaku memuji-Ku.”

Artinya:
Salat itu dialog.
Bukan rutinitas.

Jika hati tidak hadir, maka yang naik ke langit hanyalah gerakan tanpa ruh.


🌿 4. Muhasabah di Era Modern

Mari kita renungkan…

Kita bisa:

  • Update status setiap jam
  • Membalas chat dalam detik
  • Menonton video berjam-jam

Tapi berapa lama kita hadir penuh dalam satu rakaat?

Allah berfirman:

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ ۝ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ
“Sungguh beruntung orang-orang beriman, yaitu yang khusyuk dalam salatnya.”
(QS. : 1–2)

Khusyuk bukan soal lama.
Khusyuk adalah hadirnya hati.


🌿 5. Bahaya Salat yang Gelap

Hadis dalam At-Targhib wat-Tarhib menyebut:

Salat yang tidak sempurna akan dilipat seperti baju usang dan dipukulkan ke wajah pelakunya.

Secara tasawuf, ini maknanya:

👉 Amal tanpa ikhlas menjadi beban.
👉 Ibadah tanpa hati menjadi saksi yang memberatkan.

Na’udzubillah…


🌿 6. Harapan dan Motivasi

Jangan putus asa.

Selama kita hidup, pintu perbaikan terbuka.

Allah berfirman dalam hadis qudsi:

“Wahai anak Adam, jika engkau datang kepada-Ku dengan dosa sepenuh bumi, lalu engkau tidak menyekutukan-Ku, Aku akan datang kepadamu dengan ampunan sepenuh bumi.”
(HR. )

Perbaiki wudu.
Perlambat rukuk.
Nikmati sujud.
Hayati bacaan.

Biarlah dunia cepat —
tapi salat kita tenang.


🌿 Penutup Muhasabah

Teknologi bisa mempercepat hidup,
tapi hanya salat yang menyelamatkan akhirat.

Jangan sampai kita punya HP terbaru,
tapi salat kita versi lama dan rusak.

Jangan sampai kita upgrade aplikasi,
tapi tidak pernah upgrade khusyuk.


🤲 Doa

Ya Allah…
Jadikanlah salat kami bercahaya.
Jadikan rukuk kami tunduk, sujud kami khusyuk, bacaan kami hidup.
Jangan Engkau jadikan salat kami gelap dan tertolak.
Bersihkan hati kami dari riya, ujub, dan lalai.
Karuniakan kepada kami salat yang menjadi penolong di dunia, cahaya di kubur, pemberat timbangan di hari kiamat, dan pengantar menuju surga-Mu.

Ya Muqallibal qulub, tsabbit qulubana ‘ala dinik.

Aamiin ya Rabbal ‘alamin.


Terima kasih atas perhatian dan kesungguhan dalam menuntut ilmu dan memperbaiki diri.
Semoga Allah menjaga langkah dakwah panjenengan dan menjadikan setiap tauziah sebagai cahaya yang terus mengalir pahalanya. 🌿

......

TAUZIAH KEKINIAN: SHOLAT YANG BERCAHAYA ATAU SHOLAT YANG GELAP?


Halo sobat-sobat muda, santri kekinian, atau siapa pun yang lagi nyari ketenangan di tengah hiruk-pikuk dunia digital.


Kita hidup di zaman di mana semuanya serba cepat. Mau ngomong sama orang di seberang lautan? Tinggal video call. Mau cari makanan? Tinggal geser layar, pesan online, 30 menit sampe. Mau tahu kabar terbaru? Notifikasi medsos gak berenti bunyi.


Tapi pertanyaan besar:

Di tengah semua kecepatan ini, sholat kita — apakah juga bisa “cepat” sampai ke langit?


Rasulullah ﷺ bersabda:


“Barang siapa menyempurnakan wudhu, rukuk, sujud, dan bacaannya, maka sholat itu akan berkata: ‘Semoga Allah menjagamu sebagaimana engkau menjagaku.’ Lalu sholat itu naik ke langit dengan bercahaya. Namun jika ia tidak menyempurnakannya, sholat itu akan menjadi gelap dan dipukulkan ke wajahnya.”


Ini bukan sekadar teori fiqih, ya. Ini ilmu jiwa — soal bagaimana sholat kita hidup atau mati.


---


🌿 1. Sholat Itu Makhluk Hidup, Bukan Sekadar Gerakan


Dalam dunia tasawuf, amal kita bukan benda mati. Sholat punya nyawa.


Allah berfirman:


“Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” (QS. Al-‘Ankabut: 45)


Coba ngecek diri: habis sholat, apa masih suka ghibah di grup WA? Masih pamer gaya hidup di IG? Masih pelit sedekah? Masih nyinyir sama orang lain?


Kalau iya, bisa jadi sholat kita belum “nendang”. Soalnya sholat yang bercahaya itu bakal ngaruh ke perilaku sehari-hari.


Rasulullah ﷺ bilang:


“Sholat itu cahaya.” (HR. Muslim)


---


🌿 2. Rukuk dan Sujud: Bukan Sekadar Tekuk Badan, Tapi Tekuk Ego


Zaman sekarang kita bangga banget sama teknologi. Bisa bikin AI, ngedalemin data, ngoding aplikasi canggih. Tapi satu hal yang gak bisa diajarin teknologi: tunduk sama Allah.


Sujud itu momen di mana kita — sehebat apa pun secara akademik, sekaya apa pun di dunia — mengakui bahwa kita ini kecil banget di hadapan Allah.


Rasulullah ﷺ bilang:


“Paling dekatnya seorang hamba dengan Tuhannya adalah ketika dia sujud.” (HR. Muslim)


Makanya banyak orang pinter tapi hatinya gak tenang. Mungkin karena otaknya jalan terus, tapi sujudnya kosong. Gak ada getaran hati di sajadah.


---


🌿 3. Sholat yang Diterima atau Ditolak?


Dalam hadis qudsi, Allah berfirman:


“Aku membagi sholat antara Aku dan hamba-Ku menjadi dua bagian…” (HR. Muslim)


Coba bayangin: pas kita baca Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin, Allah langsung jawab, “Hamba-Ku memuji-Ku.”


Itu artinya sholat itu dialog. Bukan monolog. Bukan sekadar gerakan otomatis kayak robot.


Nah, kalau hati kita gak hadir, yang naik ke langit cuma gerakan fisik doang. Ruhnya ketinggalan.


---


🌿 4. Muhasabah buat Anak Zaman Now


Coba kita jujur sama diri sendiri:


· Kita bisa update status tiap jam.

· Balas chat dalam hitungan detik.

· Scroll TikTok berjam-jam sampai lupa waktu.


Tapi… dalam satu rakaat sholat, berapa detik kita benar-benar hadir? Sadar bahwa kita lagi ngomong sama Allah?


Allah bilang:


“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, yaitu yang khusyuk dalam sholatnya.” (QS. Al-Mu’minun: 1–2)


Khusyuk itu bukan soal lama atau cepat. Khusyuk itu hati ikut hadir, pikiran gak kemana-mana.


---


🌿 5. Bahaya Sholat yang Gelap


Dalam hadis riwayat At-Targhib wat-Tarhib disebut:


Sholat yang gak sempurna bakal dilipat kayak baju usang, lalu dipukulkan ke wajah pelakunya.


Secara spiritual, ini artinya: amal yang gak ikhlas jadi beban. Ibadah yang asal-asalan bakal jadi saksi yang memberatkan di akhirat.


Na’udzubillah… serem banget.


---


🌿 6. Jangan Putus Asa, Masih Ada Waktu


Tapi jangan khawatir, pintu perbaikan selalu terbuka.


Allah berfirman dalam hadis qudsi:


“Wahai anak Adam, jika engkau datang kepada-Ku dengan dosa sepenuh bumi, lalu engkau tidak menyekutukan-Ku, Aku akan datang kepadamu dengan ampunan sepenuh bumi.” (HR. Tirmidzi)


Kita bisa mulai pelan-pelan:


· Perbaiki wudhu, jangan buru-buru.

· Rukuk dan sujud lebih thuma’ninah.

· Hayati bacaan, walaupun cuma satu ayat.

· Minta sama Allah biar dikasih rasa khusyuk.


---


🌿 Penutup: Upgrade Sholat, Bukan Cuma HP


Teknologi emang bisa bikin hidup lebih cepat dan praktis. Tapi ingat, yang bakal nyelametin kita di akhirat cuma amal sholeh — terutama sholat.


Jangan sampai kita sibuk upgrade iPhone ke seri terbaru, tapi sholat kita gak pernah di-upgrade kualitasnya.

Jangan sampai kita update aplikasi tiap minggu, tapi hati kita gak pernah update ketakwaan.


---


🤲 Doa Penutup


Ya Allah…

Jadikan sholat kami bercahaya.

Jadikan rukuk dan sujud kami penuh makna.

Jangan Engkau jadikan sholat kami gelap dan tertolak.

Bersihkan hati kami dari riya, pamer, dan lalai.

Anugerahkan pada kami sholat yang jadi penolong di dunia, cahaya di kubur, penambah berat timbangan di akhirat, dan pengantar menuju surga-Mu.


Ya Muqallibal qulub, tsabbit qulubana ‘ala dinik.


Aamiin ya Rabbal ‘alamin.


---


Makasih banyak njenengan udah baca sampai akhir. Semoga setiap huruf yang njenengan baca jadi pahala, dan semoga kita semua termasuk orang-orang yang sholatnya bercahaya. 🌿

......

No comments: