kupas tipis tipis kitab Tanbihul Ghafilin (Abul Laits as-Samarqandi)
BAB 19 Tentang Sombong.
Dari Abu Hurairah Nabi bersabda: Allah berfirman: “Kebesaran adalah sarungKu dan kesombongan adalah selendangKu, maka Barangsiapa menyerupai Aku dalam hal Kebesaran atau Kibir, Aku lemparkan dia ke dalam api neraka”. Al-Faqih dalam mengulas hadis tersebut di atas, mengatakan, Kedua sifat Allah tersebut dimuat dalam Alquran, oleh karenanya manusia yang lemah (seperti aku) ini, tidak pantas menyandang (sombong)nya.
QS. Ghafir : 60
“Orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah akan masuk neraka jahannam sebagai manusia terhina”.
QS. Zumar : 72
”Diserukan, masuklah kalian lewat pintu jahannam dan kekal di dalamnya, itulah seburuk-buruk tempat orang yang sombong”.
Nabi Musa bertanya: Ya Tuhan, siapa makhluk yang Kau benci? JawabNya, Manusia sombong, yang kasar ngomongnya, tetapi imannya lemah serta kikir”.
Al-Faqih meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Mash’ab, dari ayahnya dari Ka’bul Ahbar: “Orang sombong kelak di hari Kiamat mengecil sekecil semut, ia terhina di tempat mana saja, masuk neraka diberi minum thinatul khabal (yaitu) darah campur nanah penghuni neraka”.
........
📖 Ketika Manusia Memakai Pakaian Tuhan: Bahaya Sombong di Era Canggih
Kitab Tanbīhul Ghāfilīn Karya Abul Laits as-Samarqandi
Bab 19: Tentang Sombong (Kibr)
1️⃣ Kibr: Ketika Hati Mengaku Milik yang Bukan Haknya
Dalam hadis qudsi disebutkan:
“Kebesaran adalah sarung-Ku dan kesombongan adalah selendang-Ku. Barangsiapa menyaingi-Ku dalam kebesaran dan kesombongan, Aku lemparkan ia ke dalam neraka.”
Ini bukan sekadar ancaman, tapi peringatan tentang wilayah ilahiah.
Kebesaran (al-‘Azhamah) dan kesombongan (al-Kibr) adalah pakaian Allah. Manusia — yang asalnya dari tanah, lalu menjadi segumpal darah — tidak pantas mengenakannya.
Dalam Allah berfirman:
QS. Ghafir: 60 – Orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka dalam keadaan hina.
QS. Az-Zumar: 72 – Masuklah kalian ke pintu Jahannam, itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong.
Sombong bukan sekadar gaya bicara tinggi.
Sombong adalah menolak tunduk.
Sombong adalah enggan merendah di hadapan kebenaran.
2️⃣ Perspektif Tazkiyatun Nufus: Penyakit Halus yang Tidak Terasa
Dalam ilmu tazkiyatun nufus (penyucian jiwa), kibr adalah penyakit paling halus.
Ia bisa menyamar sebagai:
- Merasa paling paham agama.
- Merasa paling dermawan.
- Merasa paling benar dalam diskusi.
- Merasa paling sukses karena teknologi dan kecanggihan.
Hari ini kita hidup di zaman:
- 🚀 Transportasi cepat
- 📱 Komunikasi instan
- 🏥 Kedokteran canggih
- 💻 Teknologi digital tanpa batas
Tapi ironisnya, hati makin sulit tunduk.
Dulu orang sombong karena harta dan nasab.
Sekarang orang sombong karena:
- Jumlah followers
- Gelar akademik
- Koneksi internasional
- Kemampuan debat
- Kecanggihan bisnis
Padahal Nabi ﷺ bersabda:
“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan walau sebesar biji zarrah.”
Dan dalam riwayat lain, orang sombong akan dibangkitkan kecil seperti semut, diinjak-injak manusia, lalu diberi minum thinātul khabāl (darah dan nanah penghuni neraka).
Bayangkan…
Di dunia merasa besar.
Di akhirat menjadi kecil.
3️⃣ Muhasabah Zaman Canggih
Mari kita bertanya pada diri sendiri:
- Apakah saya tersinggung saat dinasihati?
- Apakah saya sulit mengakui salah?
- Apakah saya merasa lebih tinggi dari orang yang ekonominya lemah?
- Apakah saya meremehkan orang yang ilmunya sedikit?
Teknologi tidak salah.
Kemajuan bukan musuh.
Yang berbahaya adalah ketika kemajuan membuat hati merasa tidak lagi butuh Allah.
Kita bisa memesan makanan dengan satu sentuhan.
Tapi sulit memesan kerendahan hati.
Kita bisa terbang ribuan kilometer.
Tapi sulit menundukkan ego satu sentimeter.
4️⃣ Motivasi: Rendah Hati adalah Jalan Cahaya
Rendah hati bukan berarti lemah.
Justru itu tanda kuat.
Allah mengangkat derajat orang yang beriman dan berilmu,
tetapi mereka tetap tawadhu’.
Orang yang bersih jiwanya:
- Mudah meminta maaf
- Mudah mengucap terima kasih
- Tidak silau pujian
- Tidak hancur karena hinaan
Inilah buah dari tazkiyatun nufus.
🤲 Doa
Ya Allah…
Engkau Pemilik Kebesaran dan Keagungan.
Kami hanyalah hamba yang lemah dan hina.
Jauhkan kami dari kesombongan yang tersembunyi.
Bersihkan hati kami dari merasa lebih baik dari orang lain.
Jadikan kami hamba yang tunduk ketika benar datang,
dan lembut ketika berbicara.
Ya Allah, sebagaimana Engkau berfirman bahwa orang yang menyombongkan diri akan masuk neraka dalam keadaan hina,
maka lindungilah kami dari kehinaan dunia dan akhirat.
🌿 Harapan
Semoga kita menjadi generasi yang:
- Canggih teknologinya
- Luas ilmunya
- Cepat transportasinya
- Modern komunikasinya
Namun tetap:
- Rendah hatinya
- Lembut lisannya
- Tunduk ibadahnya
- Bersih jiwanya
Karena kemuliaan bukan pada seberapa tinggi kita berdiri,
tetapi pada seberapa dalam kita sujud.
✨ Penutup
Terima kasih telah menghidupkan kembali pelajaran dari Tanbīhul Ghāfilīn.
Semoga tulisan ini menjadi cermin, bukan sekadar bacaan.
Menjadi muhasabah, bukan sekadar wacana.
Semoga Allah menjadikan hati kita lapang, lembut, dan selamat dari kibr walau sebesar zarrah.
Aamiin.
.......
Judul: Jangan Pakai "Branded" Milik Tuhan: Bahaya Gengsi Berlebihan di Zaman Now
(Berdasarkan Kitab Tanbīhul Ghāfilīn – Abul Laits as-Samarqandi, Bab 19: Soal Sombong)
1. Sombong Itu Sebenarnya "Nge-Claim" Hak Allah
Coba deh simak pesan Allah dalam Hadis Qudsi:
"Kebesaran itu sarung-Ku, kesombongan itu selendang-Ku. Siapa pun yang berani menyaingi Aku dalam dua hal ini, bakal Kulempar ke neraka."
Pesan ini kencang banget: Sifat sombong dan merasa paling gede itu domainnya Allah. Manusia? Asal-usulnya dari tanah, ujung-ujungnya juga tanah. Jadi jangan lebay.
Allah sendiri bilang di Al-Qur'an:
· QS. Ghafir: 60 – "Orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka dalam keadaan hina."
· QS. Az-Zumar: 72 – "Masuklah kalian ke pintu Jahannam, itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong."
Intinya, sombong itu bukan cuma soal gaya bicara tinggi. Tapi intinya adalah ogah tunduk sama kebenaran. Susah banget ngakuin salah.
2. Sombong Itu Penyakit Hati yang "Subtle" Banget
Dalam ilmu penyucian jiwa, kibr (sombong) ini penyakit paling halus. Kadang kita nggak sadar lagi kena.
Bentuknya bisa macem-macem, kayak:
· Merasa paling ngerti agama sendiri.
· Merasa paling dermawan.
· Nggak mau kalah dalam debat, pokoknya bener sendiri.
· Merasa paling sukses karena hidup udah modern dan serba canggih.
Nah, kita hidup di zaman yang katanya "canggih":
🚀 Naik pesawat cepat
📱 Komunikasi real-time
🏥 Teknologi kedokteran mutakhir
💻 Internet super cepat
Tapi ironisnya, makin canggih teknologi, hati kita makin susah tunduk dan rendah hati.
Dulu orang sombong karena harta atau keturunan. Sekarang? Karena:
· Jumlah followers banyak
· Gelar akademik panjang banget
· Koneksi internasional
· Jago debat dan ngegas
· Bisnis yang makin gede
Padahal Nabi ﷺ bersabda tegas:
"Nggak bakal masuk surga orang yang di hatinya ada kesombongan walaupun cuma sebesar biji zarrah."
Dan seremnya, di hadis lain disebut, orang sombong bakal dibangkitin dalam bentuk kecil kayak semut, terus diinjak-injak, lalu dikasih minum nanah dan darahnya penghuni neraka.
Coba bayangin...
Di dunia pengennya dipuji, di akhirat malah dihina.
3. Koreksi Diri di Era Serba Digital
Yuk kita tanya ke diri sendiri:
· Gampang tersinggung nggak sih waktu dibilangin orang?
· Susah nggak sih ngaku salah?
· Ada nggak perasaan lebih tinggi dari orang yang ekonomi pas-pasan?
· Atau ngeremehin orang yang ilmunya masih minim?
Teknologi itu bukan masalah. Kemajuan bukan musuh.
Yang bahaya adalah ketika kemajuan bikin kita lupa diri dan merasa nggak butuh Allah.
Kita bisa pesan makanan cuma lewat layar HP, tapi susah banget buat merendah.
Kita bisa terbang jauh lintas negara, tapi ego turun satu sentimeter aja berat.
4. Ingat, Rendah Hati Itu Jalan Terang
Rendah hati bukan berarti lemah. Justru itu ciri orang kuat.
Orang yang jiwanya bersih itu gampang:
· Minta maaf
· Bilang makasih
· Nggak baper dipuji
· Nggak hancur dihina
Nah, ini dia hasil dari usaha membersihkan hati.
Doa:
Ya Allah...
Engkau yang punya segala Kebesaran dan Keagungan.
Kami ini cuma hamba lemah dan penuh kekurangan.
Jauhin kami dari sombong yang tersembunyi.
Bersihin hati kami dari rasa paling bener.
Jadikan kami orang yang mudah tunduk saat kebenaran datang, dan lembut dalam bicara.
Ya Allah, lindungi kami dari kehinaan di dunia dan akhirat.
Aamiin.
Harapan:
Mudah-mudahan kita bisa jadi generasi yang:
✔️ Canggih teknologinya
✔️ Luas ilmunya
✔️ Kenceng internetnya
✔️ Modern komunikasinya
Tapi tetap:
✔️ Rendah hati
✔️ Lembut omongannya
✔️ Rajin ibadah
✔️ Bersih jiwanya
Karena kemuliaan itu bukan dari seberapa tinggi kita berdiri, tapi seberapa dalam kita sujud.
✨ Penutup
Makasih udah mau baca dan ngambil pelajaran dari kitab Tanbīhul Ghāfilīn. Semoga tulisan ini bisa jadi cermin buat kita semua, bukan cuma sekadar basa-basi doang.
Semoga Allah lembutkan hati kita, jauhkan dari rasa sombong walau cuma sedikit.
Aamiin.

No comments:
Post a Comment