Sunday, February 15, 2026

955. Zarah di Hati: Ketika Kesombongan Menggugurkan Surga

 


kupas tipis tipis kitab Tanbihul Ghafilin (Abul Laits as-Samarqandi) 

BAB 19 Tentang Sombong.

Tidak akan masuk sorga manusia yang sombong, sekalipun hanya seberat zarrah (biji jagung). Seseorang bertanya: Ya Rasulullah, aku senang pakaian bersih, sandal dan tali pecutku, masukkah ke dalamnya? Jawabnya: “Bahwasanya Allah itu Indah, dan senang keindahan, dan senang ketika nikmatNya membekas pada yang diberiNya, Sebaliknya Dia benci kemiskinan dan bergaya miskin, sombong ialah berpaling dari kebenaran dan manusia”. (HR. Habib bin Abi Tsabit dari Yahya bin Lu’lah).

Tidak termasuk sombong, orang yang mau menjahit sandalnya, menembel pakaiannya dan wajahnya bersujud di tanah menyembah Allah”. (HR. Hasan).

.........

📖 Zarah di Hati: Ketika Kesombongan Menggugurkan Surga

Bab 19 – Tentang Sombong

Karya:

1️⃣ Sombong Itu Penyakit Hati, Bukan Soal Penampilan

Dalam bab ini disebutkan sabda Nabi ﷺ:

“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan walau seberat zarrah.”

Ketika ada yang bertanya tentang suka pakaian bagus, Nabi menjawab:

“Allah itu Indah dan mencintai keindahan… Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.”

Hadis ini juga diriwayatkan dalam dengan redaksi yang masyhur.

Intinya:
Sombong bukan soal rapi atau bagus.
Sombong adalah hati yang merasa lebih tinggi dan enggan tunduk pada kebenaran.


🌿 Perspektif Tazkiyatul Nufus (Penyucian Jiwa)

Dalam tazkiyah, sombong (kibr) adalah:

  • Merasa diri paling benar
  • Sulit menerima nasihat
  • Senang dipuji, benci dikritik
  • Merendahkan orang yang berbeda

Padahal Allah berfirman:

“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”
(QS. An-Nisa: 36)

Dan firman-Nya:

“Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.”
(QS. Al-Hujurat: 13)

🔎 Muhasabah Halus:

Apakah kita menolak kebenaran karena datang dari orang yang kita anggap “lebih rendah”?
Apakah kita mudah tersinggung ketika dinasihati?
Apakah kita lebih sibuk menjaga citra daripada memperbaiki hati?


🌍 Relevansi di Zaman Modern

Kecanggihan teknologi justru menjadi ladang subur bagi kesombongan.

📱 1. Teknologi & Media Sosial

  • Pamer pencapaian
  • Meremehkan orang lewat komentar
  • Merasa paling pintar karena akses informasi cepat

Padahal ilmu tanpa adab hanya melahirkan keangkuhan digital.

🚗 2. Transportasi & Status Sosial

Mobil mewah bukan masalah.
Masalahnya ketika hati berkata:
“Aku lebih berhasil dari mereka.”

🏥 3. Kedokteran & Sains

Kemajuan medis luar biasa.
Namun ketika manusia merasa bisa “mengendalikan hidup dan mati”, di situlah benih kesombongan ilmiah tumbuh.

Allah berfirman:

“Dan tidaklah kamu diberi ilmu kecuali sedikit.”
(QS. Al-Isra: 85)


🌱 Tanda Jiwa yang Bersih dari Sombong

Dalam riwayat disebutkan:

“Tidak termasuk sombong orang yang menjahit sandalnya sendiri, menambal pakaiannya, dan wajahnya bersujud di tanah.”

Artinya:

  • Mau merendah
  • Tidak gengsi melakukan pekerjaan sederhana
  • Merasa kecil di hadapan Allah

Tazkiyatul nufus mengajarkan:
Semakin tinggi ilmu seseorang, semakin rendah hatinya.

Karena ia sadar…
Semua hanya titipan.


🕊️ Motivasi Ruhani

Jangan takut hidup sederhana.
Takutlah jika hati membesar.

Jangan takut tidak dipuji manusia.
Takutlah jika Allah berpaling dari kita.

Sombong adalah penyakit Iblis.
Tawadhu adalah akhlak para Nabi.


🤲 Doa

Ya Allah,
Bersihkan hati kami dari kesombongan yang halus maupun yang nyata.
Jangan Engkau jadikan ilmu kami sebagai sebab kesesatan.
Jangan Engkau jadikan nikmat kami sebagai sebab kehancuran.
Karuniakan kepada kami hati yang lembut, mudah menerima kebenaran, dan tidak meremehkan sesama.


🌤️ Harapan (Dengan Dalil)

Allah berjanji:

“Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya.”
(QS. Asy-Syams: 9)

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barangsiapa merendahkan diri karena Allah, maka Allah akan meninggikannya.”
(HR. Muslim)

Maka harapan kita:

Semoga dengan tawadhu, Allah angkat derajat kita bukan di hadapan manusia, tetapi di sisi-Nya.


🤝 Ucapan Terima Kasih

Terima kasih telah terus menggali kitab-kitab klasik seperti Tanbihul Ghafilin.
Di tengah dunia yang makin canggih, hati tetap membutuhkan nasihat.

Semoga setiap upaya memahami dan mengamalkan ilmu menjadi cahaya di dunia, dan pemberat timbangan amal di akhirat.

Wallahu a’lam.

........


Zarah di Hati: Sombong dikit, Surga Gigit Jari


Guys, kita bahas Bab 19 dari Kitab Tanbihul Ghafilin nih, soal sombong. Tenang, ini dibahas santai tapi dalem, cocok buat kita-kita yang hidup di era medsma dan serba instan.


---


1. Sombong Itu Penyakit Hati, Bukan Soal Penampilan


Nabi ﷺ bilang:


"Nggak bakal masuk surga orang yang hatinya ada kesombongan walau cuma seberat zarrah (biji jagung)."


Terus ada sahabat nanya: "Ya Rasul, gue suka pake baju bersih, sendal kece, tali pecut rapi, apa itu termasuk sombong?"

Njawabnya:


"Allah itu Maha Indah dan cinta keindahan... Sombong itu nolak kebenaran dan ngeremehin orang lain."


Jadi intinya:

Sombong bukan urusan lo pake barang branded atau rapi. Sombong itu urusan hati.

Lo boleh tampil keren, boleh pake barang bagus, asal hati lo nggak ngerasa paling bener, paling hebat, paling segalanya.


---


2. Tazkiyatun Nufus (Bersihin Jiwa) – Versi Kekinian


Dalam dunia penyucian jiwa, sombong (kibr) itu kaya gini:


· Ngerasa diri sendiri paling bener, pendapat orang lain salah semua.

· Susah banget nerima nasihat, apalagi dari orang yang dianggap "levelnya di bawah".

· Doyan dipuji, tapi kalau dikritik langsung baper dan marah.

· Ngeremehin orang lain, baik lewat ucapan, sikap, atau bahkan di hati.


Allah sendiri udah ngasih warning:


"Allah nggak suka orang-orang sombong dan membanggakan diri." (QS. An-Nisa: 36)

"Yang paling mulia di sisi Allah cuma yang paling takwa." (QS. Al-Hujurat: 13)


---


3. Muhasabah Halus (Introspeksi Diri)


Coba deh jujur sama diri sendiri:


· Apakah lo males dengerin nasihat karena yang ngasih nasihat lebih muda, lebih miskin, atau kurang "kece" dari lo?

· Apakah lo gampang tersinggung kalau ditegur?

· Apakah lo lebih sibuk jaga pencitraan di sosmed daripada bener-bener benahin hati?


Kalau iya, hati-hati... bisa jadi lo kena penyakit sombong yang nggak lo sadari.


---


4. Sombong di Zaman Now


📱 Teknologi & Medsos:

Zaman sekarang, sombong makin canggih. Contohnya:


· Flexing pencapaian, harta, atau gaya hidup di sosmed biar dianggap keren.

· Ngeremehin orang lewat kolom komentar, atau nge-judge orang dari penampilannya doang.

· Merasa paling pintar karena gampang akses info dari Google, tapi lupa kalau ilmu tanpa adab cuma bikin angkuh.


🚗 Transportasi & Status:

Mobil mewah, motor gede, tas branded—itu semua boleh-boleh aja. Tapi kalau di hati udah muncul rasa "gue lebih sukses dari mereka", nah itu namanya sombong.


🏥 Sains & Kedokteran:

Ilmu kedokteran maju pesat, obat-obatan canggih, teknologi kesehatan mutakhir. Tapi kalau manusia mulai merasa bisa "mengatur hidup dan mati", itu awal dari sombong ilmiah. Padahal Allah bilang:


"Kalian cuma dikasih ilmu sedikit." (QS. Al-Isra: 85)


---


5. Tanda Hati Udah Bersih dari Sombong


Dalam hadis disebutkan:


"Nggak termasuk sombong orang yang mau ngejahit sendalnya sendiri, nambal bajunya sendiri, dan wajahnya sujud di tanah."


Artinya:


· Mau ngerjain hal sederhana, nggak gengsi.

· Nggak malu kelihatan biasa aja.

· Sadar diri di hadapan Allah itu cuma debu.


Intinya, semakin tinggi ilmu lo, semakin rendah hati lo. Karena lo sadar, semua yang lo punya cuma titipan.


---


6. Motivasi Rohani (Biar Hati Adem)


Jangan takut hidup sederhana. Takutlah kalau hati lo membesar.

Jangan takut nggak dipuji orang. Takutlah kalau Allah mulai ninggalin lo.


Sombong itu penyakitnya Iblis. Tawadhu (rendah hati) itu gaya hidupnya Nabi.


---


7. Doa (Versi Santai)


Ya Allah, bersihin hati kita dari sombong yang keliatan maupun yang tersembunyi. Jangan jadikan ilmu kita bikin kita sesat, jangan jadikan nikmat lo bikin kita hancur. Kasi kita hati yang lembut, gampang nerima kebenaran, dan nggak pernah ngeremehin orang lain. Aamiin.


---


8. Harapan (Pakai Dalil Biar Mantap)


Allah janji:


"Beruntung banget orang yang bersihin jiwanya." (QS. Asy-Syams: 9)


Nabi ﷺ bilang:


"Siapa yang rendah hati karena Allah, niscaya Allah angkat derajatnya." (HR. Muslim)


Harapan kita: semoga dengan tawadhu, Allah naikin derajat kita—bukan cuma di mata manusia, tapi di sisi-Nya.


---


9. Makasih Banyak


Makasih udah mau ngulik kitab klasik kayak Tanbihul Ghafilin. Di tengah dunia yang makin ribet, hati kita tetap butuh siraman rohani.


Semoga setiap usaha memahami dan ngamalin ilmu jadi cahaya di dunia, dan nambah berat timbangan amal di akhirat.


Wallahu a‘lam.


Tetap santuy, tetap rendah hati. 👌😊

No comments: