kitab tafsir al lbriiz.
Al-An'am · Ayat 113
وَلِتَصْغٰٓى اِلَيْهِ اَفْـِٕدَةُ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِالْاٰخِرَةِ وَلِيَرْضَوْهُ وَلِيَقْتَرِفُوْا مَا هُمْ مُّقْتَرِفُوْنَ ١١٣
wa litashghâ ilaihi af'idatulladzîna lâ yu'minûna bil-âkhirati wa liyardlauhu wa liyaqtarifû mâ hum muqtarifûn
(Setan-setan itu saling membisikkan perkataan yang indah juga) agar hati kecil orang-orang yang tidak beriman pada akhirat tertarik pada bisikan itu serta menyenanginya, dan agar mereka melakukan apa yang biasa mereka (setan-setan itu) lakukan.
.......
Baik, kita susun bacaan Qur’an bernapas Tazkiyatun Nufūs dengan rujukan Tafsir al-Ibrīz (KH. Bisri Mustofa), rapi, menenangkan, dan mengajak hati bercermin.
🌿 Bacaan Qur’an Perspektif Tazkiyatun Nufūs
QS. Al-An‘ām Ayat 113 — Tafsir al-Ibrīz
Ayat:
وَلِتَصْغٰٓى اِلَيْهِ اَفْـِٕدَةُ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِالْاٰخِرَةِ وَلِيَرْضَوْهُ وَلِيَقْتَرِفُوْا مَا هُمْ مُّقْتَرِفُوْنَ
Makna global (al-Ibrīz):
Allah menjelaskan bahwa perkataan-perkataan indah yang dibisikkan setan—baik dari kalangan jin maupun manusia—akan menarik hati orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, hingga mereka:
- condong hatinya (تَصْغَى),
- merasa senang dan ridha,
- lalu berani melakukan dosa tanpa rasa takut.
KH. Bisri Mustofa menekankan: kerusakan hati selalu dimulai dari rasa condong, bukan langsung dari perbuatan.
🧠 Intisari Isi Ayat
- Sumber kesesatan: bisikan halus, dibungkus keindahan bahasa dan logika.
- Sasaran utama: hati yang lemah iman pada akhirat.
- Proses kehancuran jiwa: tertarik → menikmati → membiasakan dosa.
- Ukuran keselamatan: iman kepada akhirat yang hidup dalam hati.
📜 Asbābun Nuzūl
Ayat ini turun berkenaan dengan upaya orang-orang musyrik dan tokoh sesat yang memutarbalikkan kebenaran dengan kata-kata indah, syair, dan propaganda untuk melemahkan iman kaum mukminin. Allah menegaskan: bukan kebenaran yang lemah, tetapi hati yang tak mengingat akhiratlah yang mudah terjerat.
📖 Hadis yang Bersangkutan
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya di dalam jasad ada segumpal daging. Jika ia baik, baiklah seluruh jasad; jika ia rusak, rusaklah seluruh jasad. Ketahuilah, itulah hati.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menegaskan ayat: sasaran setan bukan akal dulu, tapi hati.
🔍 Analisis dan Argumentasi (Tazkiyatun Nufūs)
- Hati tanpa akhirat = hati tanpa rem.
Orang yang tak yakin hisab, kubur, dan hari pembalasan akan mudah tergelincir. - Setan tidak memaksa, hanya menghias.
Dosa dibuat tampak wajar, bahkan dianggap hak asasi. - Ridha pada maksiat lebih berbahaya dari maksiat itu sendiri.
Karena ridha menandakan matinya rasa takut kepada Allah.
✨ Keistimewaan Ayat
- Mengungkap psikologi dosa secara bertahap.
- Menjadi alarm tazkiyah bagi orang beriman.
- Menjelaskan bahwa iman kepada akhirat adalah benteng jiwa.
⚖️ Kemuliaan & Kehinaan
🏡 Di Dunia
- Mulia: hati waspada, hidup terarah, tenang walau sederhana.
- Hina: gelisah, mudah terseret tren, kehilangan malu.
⚰️ Di Alam Kubur
- Mulia: kubur lapang, cahaya iman.
- Hina: kubur sempit, gelap, penyesalan tanpa amal.
🌋 Di Hari Kiamat
- Mulia: aman dari ketakutan, wajah bercahaya.
- Hina: kebingungan, tertunduk, menyesal mengikuti bisikan.
🌴 Di Akhirat
- Mulia: surga dan ridha Allah.
- Hina: neraka akibat mengikuti hawa dan setan.
🌐 Relevansi Zaman Modern
- Teknologi & media: bisikan setan hadir lewat konten, algoritma, dan framing indah.
- Komunikasi: hoaks, normalisasi dosa, ujaran halus yang menipu iman.
- Transportasi & mobilitas: dosa makin mudah, cepat, dan privat.
- Kedokteran: tubuh sehat tapi jiwa sakit bila tanpa iman.
- Sosial: yang salah dibela, yang benar dicibir.
👉 Ayat ini sangat relevan: bukan kemajuan yang salah, tapi hati yang tak disucikan.
🌱 Hikmah – Tujuan – Manfaat
- Menghidupkan iman akhirat.
- Membersihkan hati dari rasa suka pada maksiat.
- Menjadi filter batin sebelum bertindak.
- Menjaga jiwa dari kehinaan tersembunyi.
🔄 Motivasi & Muhasabah (Cara Praktis)
Tanya pada diri setiap hari:
- Apakah aku menikmati dosa?
- Apakah hatiku masih takut pada kubur dan hisab?
- Apakah aku lebih percaya tren atau wahyu?
Caranya:
- Perbanyak dzikir khafi (diam).
- Baca Al-Qur’an dengan tafakkur, bukan sekadar suara.
- Kurangi konsumsi yang melemahkan iman.
- Duduk bersama orang shalih.
🤲 Doa
Allahumma yā Muqallibal qulūb, tsabbit qulūbanā ‘alā dīnik.
“Ya Allah, Dzat Yang Membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati kami di atas agama-Mu.
Sucikan jiwa kami dari rasa suka pada maksiat, hidupkan iman kami kepada akhirat, dan wafatkan kami dalam husnul khātimah.”
🌸 Ucapan Terima Kasih
Terima kasih telah menghadirkan Al-Qur’an sebagai cermin jiwa, bukan sekadar bacaan lisan.
Semoga ayat ini menjadi obat hati, penuntun langkah, dan cahaya hingga bertemu Allah.
.....
Bacaan Qur’an dari Sudut Tazkiyatun Nufus (Nyuciin Hati)
QS. Al-An‘am Ayat 113 — Tafsir al-Ibriz
Ayatnya:
وَلِتَصْغٰٓى اِلَيْهِ اَفْـِٕدَةُ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِالْاٰخِرَةِ وَلِيَرْضَوْهُ وَلِيَقْتَرِفُوْا مَا هُمْ مُّقْتَرِفُوْنَ
Inti Penjelasannya (al-Ibriz):
Allah kasih tahu, kalau omongan-omongan manis hasil bisikan setan — baik dari jin ataupun manusia — itu bakal narik banget perhatiannya orang-orang yang imannya ke akhirat lagi lemah. Sampe akhirnya mereka:
1. Hatinya jadi condong (تَصْغَى) tuh,
2. Ngerasa seneng dan ridha sama omongan tadi,
3. Berani deh buat ngelakuin dosa, kayak nggak ada rasa takut lagi.
KH. Bisri Mustofa ngingetin: Kerusakan hati tuh selalu dimulai dari rasa condong, bukan langsung dari perbuatan dosanya.
---
🧠 Intisarinya:
· Sumber kesesatan: Bisikan halus, dibungkus pakai kata-kata yang indah dan logika yang keliatan bener.
· Targetnya: Hati yang lagi lemah imannya soal akhirat (soal hisab, siksa kubur, hari pembalasan).
· Proses kehancuran jiwa: Tertarik ➡️ Ngerasain enaknya ➡️ Terbiasa dosa.
· Kunci keselamatan: Iman sama akhirat yang hidup di dalam hati, bukan cuma di mulut doang.
---
📜 Latar Belakang Turunnya Ayat (Asbabun Nuzul)
Ayat ini turun ngasih tau tentang usahanya orang-orang musyrik dan tokoh sesat yang muter-balikin fakta pake kata-kata indah, puisi, dan propaganda buat ngelemahin imannya orang beriman. Allah ngegas: Bukan kebenarannya yang lemah, tapi hati yang lupa sama akhiratlah yang gampang kejerat.
---
📖 Hadits yang Nyambung
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya di dalam jasad ada segumpal daging. Jika ia baik, baiklah seluruh jasad; jika ia rusak, rusaklah seluruh jasad. Ketahuilah, itulah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini ngenalin konsep ayat: Target utama setan tuh hati dulu, baru akal.
---
🔍 Analisis Ringan Buat Pembersihan Hati (Tazkiyatun Nufus)
· Hati tanpa akhirat = Hati tanpa rem. Orang yang nggak yakin bakal dihisab, gampang banget kecebur.
· Setan nggak maksa, cuma menghias. Dosa dibikin keliatan wajar, bahkan diklaim sebagai "hak asasi".
· Ngerasa ridha sama maksiat itu lebih bahaya daripada maksiatnya sendiri. Soalnya ridha itu tandanya rasa takut sama Allah udah mulai mati.
---
✨ Kenapa Ayat Ini Keren Banget?
· Ngungkapin psikologi dosa selangkah demi selangkah.
· Jadi alarm buat bersihin hati buat orang beriman.
· Nunjukin kalo iman ke akhirat itu benteng jiwa paling solid.
---
⚖️ Dampaknya: Mulia vs Hina
· 🏡 Di Dunia
· Mulia: Hati waspada, hidup punya tujuan, tenang meski hidup sederhana.
· Hina: Gelisah, gampang ikut-ikutan tren, rasa malu ilang.
· ⚰️ Di Alam Kubur
· Mulia: Kuburnya lapang, ada cahaya iman.
· Hina: Kuburnya sempit, gelap, penyesalan tapi nggak bisa berbuat apa-apa.
· 🌋 Di Hari Kiamat
· Mulia: Aman dari ketakutan, wajahnya bersinar.
· Hina: Kebingungan, muka tertunduk, nyesel banget udah ikutin bisikan.
· 🌴 Di Akhirat
· Mulia: Surga dan keridhaan Allah.
· Hina: Neraka, akibat ngikutin hawa nafsu dan bisikan setan.
---
🌐 Nyambungnya Sama Zaman Now
· Teknologi & Media: Bisikan setan muncul lewat konten, algoritma, dan framing berita yang dibikin menarik.
· Komunikasi: Hoax, normalisasi dosa, ucapan halus yang nipu iman.
· Semua Jadi Cepat & Mudah: Dosa makin gampang diakses, cepet, dan privat.
· Kondisi Jiwa: Bisa aja badan sehat, tapi jiwa sakit kalo iman ke akhiratnya kering.
· Dinamika Sosial: Seringkali yang salah malah dibela, yang bener malah dicibir.
👉 Intinya, ayat ini super relevan: Bukan salahin kemajuan zaman, tapi hati yang nggak pernah dibersihin dan diingetin sama akhiratlah yang bahaya.
---
🌱 Hikmah & Manfaat Buat Kita
· Bikin iman ke akhirat kita hidup terus.
· Bersihin hati dari perasaan nyaman sama maksiat.
· Jadi filter batin sebelum bertindak.
· Jaga jiwa dari kehinaan yang kita sendiri sering nggak sadar.
---
🔄 Self-Reflection & Tips Praktis
Coba tanya diri sendiri tiap hari:
1. "Apa gue ngerasain enak pas lagi ngelakuin dosa/dosa-dosa kecil?"
2. "Hati gue masih takut nggak sama siksa kubur dan hisab nanti?"
3. "Gue lebih percaya tren atau lebih percaya wahyu?"
Caranya:
· Perbanyak dzikir khafi (dzikir dalam hati).
· Baca Qur’an sambil mikirin artinya, jangan cuma lewat di lidah.
· Kurangi konsumsi (konten, lingkungan, obrolan) yang melemahkan iman.
· Hangout-nya sama orang-orang shalih yang bisa ngingetin.
---
🤲 Doa Penutup
Allahumma yā Muqallibal qulūb, tsabbit qulūbanā ‘alā dīnik.
"Ya Allah, Dzat Yang Membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati kami di atas agama-Mu. Bersihin jiwa kami dari rasa suka pada maksiat, hidupin iman kami kepada akhirat, dan wafatkan kami dalam keadaan husnul khatimah."
---
🌸 Credit & Thank You!
Thank you udah mau ngajakin ngobrolin Qur’an bukan cuma sebagai bacaan, tapi juga sebagai cermin buat instrospeksi diri. Semoga ayat ini jadi obat buat hati, penuntun langkah hidup, dan cahaya yang nemenin sampe ketemu Allah nanti. 🙏✨
No comments:
Post a Comment