Tarqhib wat tarhib
ANJURAN UNTUK MENJALANKAN SALAT MALAM
Rasulullah saw. bersabda: ‘Lakukanlah salat malam, sesungguhnya ia kebiasaan orang-orang saleh sebelummu, pendekatan kepada Tuhanmu, pencegah perbuatan dosa, pelebur dosa, dan bisa menolak penyakit yang akan menyerang ke dalam tubuh (atau bisa mengusir penyakitnya)’.”
(Kasyful Ghummah 95/1)
......
Shalat Malam: Jalan Sunyi Menuju Cahaya Ilahi
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Lakukanlah shalat malam, karena sesungguhnya ia adalah kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian, sarana mendekatkan diri kepada Tuhan kalian, pencegah dari perbuatan dosa, penghapus kesalahan, dan penolak penyakit dari tubuh.”
(Kasyful Ghummah, 1/95)
Hadis ini bukan sekadar anjuran ibadah, tetapi peta jalan keselamatan jiwa dan raga.
1. Tradisi Orang-Orang Saleh
Shalat malam adalah warisan para nabi, wali, dan hamba-hamba pilihan Allah. Mereka memilih bangun saat manusia terlelap, karena pada saat itulah langit dibuka dan doa diangkat tanpa penghalang.
Allah Ta‘ala berfirman:
“Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam, dan pada akhir malam mereka memohon ampun.”
(QS. Adz-Dzariyat: 17–18)
Orang saleh dikenal bukan dari ramainya siang hari, tetapi dari sunyi malam yang penuh sujud.
2. Pendekatan Paling Intim kepada Allah
Shalat malam adalah ibadah rahasia, tanpa tepuk tangan manusia, tanpa sorotan makhluk. Karena itu, ia menjadi pendekatan paling murni kepada Allah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sedekah yang paling utama adalah sedekah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.”
(HR. Muslim)
Dalam shalat malam, hamba berbicara jujur kepada Tuhannya, tanpa topeng, tanpa kepura-puraan.
3. Penjaga dari Maksiat
Orang yang terbiasa berdiri di hadapan Allah pada malam hari akan malu bermaksiat di siang hari. Cahaya malamnya menjadi benteng bagi langkahnya.
Allah berfirman:
“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”
(QS. Al-‘Ankabut: 45)
Terutama shalat malam—karena ia dilakukan dengan kehadiran hati yang paling dalam.
4. Pelebur Dosa dan Pembersih Hati
Dalam sunyi malam, dosa-dosa yang berat terasa ringan saat ditumpahkan dalam sujud. Air mata menjadi saksi, dan istighfar menjadi kunci.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barangsiapa shalat malam karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Betapa banyak dosa yang tidak sanggup ditebus dengan kata, tetapi luruh dengan air mata di sepertiga malam terakhir.
5. Penolak dan Pengusir Penyakit
Hadis ini juga menegaskan bahwa shalat malam berdampak pada kesehatan. Bukan sekadar jasmani, tetapi juga batin. Banyak penyakit berasal dari hati yang gelisah, jiwa yang tertekan, dan pikiran yang jauh dari Allah.
Allah berfirman:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”
(QS. Ar-Ra‘d: 28)
Ketenangan ini adalah obat yang tidak tertulis di resep dokter, tetapi dirasakan oleh mereka yang setia mengetuk pintu Allah di malam hari.
Penutup: Jangan Tunggu Sempurna
Jangan menunggu mampu shalat malam lama. Mulailah dengan dua rakaat, meski singkat, meski belum khusyuk. Karena Allah tidak melihat panjangnya berdiri, tetapi kejujuran hati yang datang mengetuk.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang terus-menerus walaupun sedikit.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Bangunlah, walau hanya sebentar. Karena bisa jadi satu sujud di malam hari menjadi sebab keselamatan di akhirat kelak.
........
Shalat Malam: Jalan Sunyi Ngehits ke Cahaya-Nya
Rasulullah ﷺ pernah ngasih bocoran:
“Lakukanlah shalat malam, karena sesungguhnya ia adalah kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian, sarana mendekatkan diri kepada Tuhan kalian, pencegah dari perbuatan dosa, penghapus kesalahan, dan penolak penyakit dari tubuh.”
(Kasyful Ghummah, 1/95)
Gak cuma sekadar nasihat biasa, ini tuh kayak roadmap buat upgrade jiwa dan raga kita. Simak njenengan.
1. Tradisi Para “OG” Spiritual
Shalat malam tuh udah legacy dari para nabi dan orang-orang pilihan Allah. Mereka pilih me time di kala yang lain deep sleep, karena di waktu itulah signal doa kita full bar, gak ada buffering.
Allah Ta‘ala berfirman:
“Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam, dan pada akhir malam mereka memohon ampun.” (QS. Adz-Dzariyat: 17–18)
Kesalehan seseorang itu gak dinilai dari vibes-nya di siang hari, tapi dari keikhlasannya berdua sama Allah di malam yang sunyi.
2. Quality Time Paling Privat sama Allah
Shalat malam itu ibadah exclusive, gak ada live audience, gak ada curi-curi view. Makanya, ini jadi momen buat deep talk sama Yang Maha Kuasa.
Rasulullah ﷺ ngingetin:
“Sedekah yang paling utama adalah sedekah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR. Muslim)
Di sini, kita bisa curhat apa adanya, tanpa filter, tanpa pura-pura.
3. Auto-Block dari Maksiat
Orang yang rutin hang out sama Allah tengah malam, bakal malu buat scroll yang gak bener di siang hari. Light dari malamnya jadi firewall buat hidupnya.
Allah berfirman:
“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” (QS. Al-‘Ankabut: 45)
Apalagi shalat malam—karena biasanya hati lagi on banget, fokus full.
4. Reset Dosa & Cleansing Hati
Dalam heningnya malam, dosa-dosa yang berat tiba-tiba terasa lebih ringan pas kita let it go dalam sujud. Air mata jadi saksi, istighfar jadi password-nya.
Rasulullah ﷺ ngingetin:
“Barangsiapa shalat malam karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Banyak banget file dosa yang gak bisa dihapus cuma dengan kata-kata, tapi bisa luruh sama tetesan doa di sepertiga malam terakhir.
5. Immune Booster Alami
Hadits ini juga nyebutin kalau shalat malam ada manfaat buat kesehatan. Bukan cuma fisik, tapi juga mental. Banyak penyakit source-nya dari hati yang overthinking, jiwa yang burnout, dan pikiran yang jauh dari Allah.
Allah berfirman:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra‘d: 28)
Ketenangan ini kayak superpower yang gak ada di resep dokter, tapi cuma bisa dirasain sama yang rajin tap in sama Allah di malam hari.
Penutup: Gak Perlu Nunggu Perfect
Jangan nunggu bisa shalat malam berjam-jam dulu. Mulai aja dari dua rakaat, meski cuma sebentar, meski belum terlalu khusyuk. Soalnya, Allah gak lihat durasinya, tapi kejujuran kita pas connect.
Rasulullah ﷺ ngingetin:
“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang terus-menerus walaupun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Just wake up, walau cuma bentar. Siapa tahu, satu sujud di tengah malam itu jadi lifesaver kita nanti di akhirat.
Semoga kita bisa konsisten ya....🙏✨

No comments:
Post a Comment