tarqhib wat tarhib.
Allah Memilih, Membimbing, dan Mengangkat Derajat Hamba-Nya
(Renungan Tasawuf dari QS. Al-An‘ām: 84–87 – Tafsir Al-Ibrīz)
Pendahuluan
Dalam perjalanan hidup, manusia sering bertanya:
“Mengapa aku belum sampai? Mengapa aku belum diberi jalan?”
Padahal Allah telah mengajarkan satu rahasia agung melalui kisah para nabi: yang sampai bukan yang paling kuat, tapi yang paling dibimbing oleh Allah.
Allah Ta‘ala berfirman:
“Dan itulah hujjah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim terhadap kaumnya. Kami angkat derajat siapa yang Kami kehendaki.”
(QS. Al-An‘ām: 83)
Ayat 84–87 adalah lanjutan penegasan bahwa hidayah adalah anugerah, bukan hasil kesombongan amal.
1. Hidayah adalah Warisan Kesucian Hati
Allah berfirman:
“Dan Kami anugerahkan kepadanya Ishaq dan Ya‘qub; masing-masing Kami beri petunjuk…”
(QS. Al-An‘ām: 84)
📖 Menurut Tafsir Al-Ibrīz, Allah menyebut para nabi satu per satu untuk menunjukkan bahwa hidayah itu bersambung melalui keikhlasan, bukan keturunan semata.
Dalam tasawuf, ini isyarat bahwa:
Kesucian hati melahirkan cahaya hidayah
Cahaya itu menurun dari satu jiwa yang bersih ke jiwa yang siap
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi melihat hati dan amal kalian.”
(HR. Muslim)
👉 Bukan siapa orang tuamu, tapi bagaimana keadaan hatimu di hadapan Allah.
2. Orang Shalih Itu Dipilih, Bukan Memilih
Allah berfirman:
“Dan Kami jadikan mereka itu orang-orang pilihan dan Kami tunjukkan mereka ke jalan yang lurus.”
(QS. Al-An‘ām: 87)
Dalam Tafsir Al-Ibrīz dijelaskan:
👉 Allah memilih mereka bukan karena kekuasaan atau kekayaan, tetapi karena kesungguhan ibadah dan ketaatan batin.
Tasawuf mengajarkan:
Jangan sibuk ingin terlihat shalih
Sibuklah agar Allah ridha memilihmu
Imam Ibnu ‘Athaillah berkata:
“Bukan amal yang mengantarkanmu kepada Allah, tapi karunia Allah yang membangunkanmu untuk beramal.”
3. Ilmu Tanpa Tauhid Akan Gugur
Allah berfirman:
“Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya gugurlah dari mereka apa yang telah mereka kerjakan.”
(QS. Al-An‘ām: 88)
Ini peringatan halus bagi para pencari ilmu dan ahli ibadah.
Dalam tasawuf:
Syirik bukan hanya menyembah berhala
Tapi mengandalkan amal dan lupa kepada Allah
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil.”
Para sahabat bertanya: Apa itu?
Beliau menjawab: “Riya.”
(HR. Ahmad)
👉 Ibadah yang membuatmu bangga, itulah hijab terbesarmu.
4. Allah Mengangkat Derajat dengan Kehinaan di Hadapan-Nya
Allah berfirman:
“Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan kitab, hikmah, dan kenabian.”
(QS. Al-An‘ām: 89)
Menurut Tafsir Al-Ibrīz: 📖 Hikmah adalah ilmu yang diamalkan dengan takut kepada Allah.
Tasawuf mengajarkan:
Semakin dekat kepada Allah, semakin merasa kecil
Semakin tinggi maqam, semakin takut tergelincir
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidaklah seseorang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.”
(HR. Muslim)
Penutup: Jalan Para Nabi Masih Terbuka
Ayat-ayat ini bukan sekadar kisah masa lalu, tapi peta jalan ruhani bagi siapa saja yang ingin sampai kepada Allah.
🌿 Pesan Tasawufnya:
Bersihkan niat, bukan pamer amal
Tundukkan hati, bukan meninggikan diri
Minta dipilih Allah, bukan sekadar ingin dikenal manusia.
...........
Doa para arifin:
“Ya Allah, jangan Engkau serahkan aku kepada diriku walau sekejap mata.”
✨ Semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan hamba yang diberi petunjuk, dipilih, dan diangkat derajatnya—bukan karena amal, tapi karena rahmat-Nya.
......
Allah Pilih-Pilih, Kasih Guide, dan Naikin Level Hamba-Nya
(Renungan Tasawuf dari QS. Al-An‘ām: 84–87 – Tafsir Al-Ibrīz)
---
Intro
Kita sering galau:
“Kok belum dapet jalur ya? Kok masih mentok gini?”
Padahal Allah udah bocorin rahasia besar lewat kisah para nabi:
Yang sampai itu bukan yang paling kuat, tapi yang paling di-guide sama Allah.
Allah Ta‘ala bilang:
“Dan itulah hujjah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim terhadap kaumnya. Kami angkat derajat siapa yang Kami kehendaki.”
(QS. Al-An‘ām: 83)
Ayat 84–87 tuh lanjutannya:
Hidayah itu anugerah, bukan hasil ngandelin amal kita sendiri.
---
1. Hidayah itu “Turunan” Hati yang Bersih
Allah bilang:
“Dan Kami anugerahkan kepadanya Ishaq dan Ya‘qub; masing-masing Kami beri petunjuk…”
(QS. Al-An‘ām: 84)
📖 Menurut Tafsir Al-Ibrīz, Allah sebut para nabi satu-satu buat tunjukin:
Hidayah tuh nyambung lewat keikhlasan, bukan cuma gen keluarga.
Dalam tasawuf, artinya:
· Hati yang bersih ngeluarin cahaya hidayah
· Cahaya itu nular ke jiwa-jiwa yang udah siap
Rasulullah ﷺ pernah bilang:
“Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi melihat hati dan amal kalian.”
(HR. Muslim)
👉 Bukan siapa orang tuamu, tapi gimana kondisi hatimu di hadapan Allah.
---
2. Orang Shalih itu Dipilih Sama Allah, Bukan Apply Sendiri
Allah bilang:
“Dan Kami jadikan mereka itu orang-orang pilihan dan Kami tunjukkan mereka ke jalan yang lurus.”
(QS. Al-An‘ām: 87)
Di Tafsir Al-Ibrīz dijelasin:
👉 Allah milih mereka bukan karena jabatan atau harta, tapi karena kualitas ibadah dan ketaatan batinnya.
Tasawuf ngajarin:
· Jangan sibuk pengen keliatan shalih
· Sibuklah biar Allah yang mau pilih kamu
Kata Imam Ibnu ‘Athaillah:
“Bukan amal yang ngantar kamu ke Allah, tapi karunia Allah yang bikin kamu bangkit buat beramal.”
---
3. Ilmu Tanpa Tauhid Bisa Batal
Allah bilang:
“Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya gugurlah dari mereka apa yang telah mereka kerjakan.”
(QS. Al-An‘ām: 88)
Ini ngingetin buat kita yang lagi belajar atau rajin ibadah:
Dalam tasawuf:
Syirik tuh nggak cuma nyembah berhala, tapi juga “ngandelin amal sendiri” sampe lupa sama Allah.
Rasulullah ﷺ pernah bilang:
“Yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil.”
Sahabat nanya: Apa itu?
Jawab beliau: “Riya.”
(HR. Ahmad)
👉 Ibadah yang bikin kamu feel good dan bangga, itu bisa jadi hijab terbesar.
---
4. Allah Naikin Level Lewat “Rendah Hati” di Hadapan-Nya
Allah bilang:
“Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan kitab, hikmah, dan kenabian.”
(QS. Al-An‘ām: 89)
Menurut Tafsir Al-Ibrīz: 📖 Hikmah itu ilmu yang diamalkan dengan rasa takut sama Allah.
Tasawuf ngajarin:
· Makin deket sama Allah, makin ngerasa kecil
· Makin tinggi levelnya, makin waswas jangan sampe jatuh
Rasulullah ﷺ bilang:
“Tidaklah seseorang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.”
(HR. Muslim)
---
Penutup: Jalan Para Nabi Masih Open Buat Kita
Ayat-ayat ini bukan cuma cerita zaman dulu, tapi peta jalan ruhani buat yang pengen sampai ke Allah.
🌿 Pesan Tasawuf versi kekinian:
· Bersihin niat, jangan pamer amal
· Tundukin hati, jangan angkuh
· Minta dipilih sama Allah, bukan cuma pengen dikenal banyak orang
---
Doa para arifin:
“Ya Allah, jangan Engkau serahkan aku kepada diriku walau sekejap mata.”
✨ Semoga Allah masukin kita ke grup hamba yang dikasih petunjuk, dipilih, dan dinaikin levelnya—bukan karena amal kita, tapi karena rahmat-Nya semata.
.........

No comments:
Post a Comment