Wednesday, December 31, 2025

891. Allah Memilih, Membimbing, dan Mengangkat Derajat Hamba-Nya.

 


tarqhib wat tarhib.


Allah Memilih, Membimbing, dan Mengangkat Derajat Hamba-Nya

(Renungan Tasawuf dari QS. Al-An‘ām: 84–87 – Tafsir Al-Ibrīz)

Pendahuluan

Dalam perjalanan hidup, manusia sering bertanya:

“Mengapa aku belum sampai? Mengapa aku belum diberi jalan?”

Padahal Allah telah mengajarkan satu rahasia agung melalui kisah para nabi: yang sampai bukan yang paling kuat, tapi yang paling dibimbing oleh Allah.

Allah Ta‘ala berfirman:

“Dan itulah hujjah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim terhadap kaumnya. Kami angkat derajat siapa yang Kami kehendaki.”

(QS. Al-An‘ām: 83)

Ayat 84–87 adalah lanjutan penegasan bahwa hidayah adalah anugerah, bukan hasil kesombongan amal.

1. Hidayah adalah Warisan Kesucian Hati

Allah berfirman:

“Dan Kami anugerahkan kepadanya Ishaq dan Ya‘qub; masing-masing Kami beri petunjuk…”

(QS. Al-An‘ām: 84)

📖 Menurut Tafsir Al-Ibrīz, Allah menyebut para nabi satu per satu untuk menunjukkan bahwa hidayah itu bersambung melalui keikhlasan, bukan keturunan semata.

Dalam tasawuf, ini isyarat bahwa:

Kesucian hati melahirkan cahaya hidayah

Cahaya itu menurun dari satu jiwa yang bersih ke jiwa yang siap

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi melihat hati dan amal kalian.”

(HR. Muslim)

👉 Bukan siapa orang tuamu, tapi bagaimana keadaan hatimu di hadapan Allah.

2. Orang Shalih Itu Dipilih, Bukan Memilih

Allah berfirman:

“Dan Kami jadikan mereka itu orang-orang pilihan dan Kami tunjukkan mereka ke jalan yang lurus.”

(QS. Al-An‘ām: 87)

Dalam Tafsir Al-Ibrīz dijelaskan:

👉 Allah memilih mereka bukan karena kekuasaan atau kekayaan, tetapi karena kesungguhan ibadah dan ketaatan batin.

Tasawuf mengajarkan:

Jangan sibuk ingin terlihat shalih

Sibuklah agar Allah ridha memilihmu

Imam Ibnu ‘Athaillah berkata:

“Bukan amal yang mengantarkanmu kepada Allah, tapi karunia Allah yang membangunkanmu untuk beramal.”

3. Ilmu Tanpa Tauhid Akan Gugur

Allah berfirman:

“Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya gugurlah dari mereka apa yang telah mereka kerjakan.”

(QS. Al-An‘ām: 88)

Ini peringatan halus bagi para pencari ilmu dan ahli ibadah.

Dalam tasawuf:

Syirik bukan hanya menyembah berhala

Tapi mengandalkan amal dan lupa kepada Allah

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil.”

Para sahabat bertanya: Apa itu?

Beliau menjawab: “Riya.”

(HR. Ahmad)

👉 Ibadah yang membuatmu bangga, itulah hijab terbesarmu.

4. Allah Mengangkat Derajat dengan Kehinaan di Hadapan-Nya

Allah berfirman:

“Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan kitab, hikmah, dan kenabian.”

(QS. Al-An‘ām: 89)

Menurut Tafsir Al-Ibrīz: 📖 Hikmah adalah ilmu yang diamalkan dengan takut kepada Allah.

Tasawuf mengajarkan:

Semakin dekat kepada Allah, semakin merasa kecil

Semakin tinggi maqam, semakin takut tergelincir

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidaklah seseorang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.”

(HR. Muslim)

Penutup: Jalan Para Nabi Masih Terbuka

Ayat-ayat ini bukan sekadar kisah masa lalu, tapi peta jalan ruhani bagi siapa saja yang ingin sampai kepada Allah.

🌿 Pesan Tasawufnya:

Bersihkan niat, bukan pamer amal

Tundukkan hati, bukan meninggikan diri

Minta dipilih Allah, bukan sekadar ingin dikenal manusia.

...........


Doa para arifin:

“Ya Allah, jangan Engkau serahkan aku kepada diriku walau sekejap mata.”

✨ Semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan hamba yang diberi petunjuk, dipilih, dan diangkat derajatnya—bukan karena amal, tapi karena rahmat-Nya.

......

Allah Pilih-Pilih, Kasih Guide, dan Naikin Level Hamba-Nya

(Renungan Tasawuf dari QS. Al-An‘ām: 84–87 – Tafsir Al-Ibrīz)


---


Intro

Kita sering galau:

“Kok belum dapet jalur ya? Kok masih mentok gini?”


Padahal Allah udah bocorin rahasia besar lewat kisah para nabi:

Yang sampai itu bukan yang paling kuat, tapi yang paling di-guide sama Allah.


Allah Ta‘ala bilang:

“Dan itulah hujjah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim terhadap kaumnya. Kami angkat derajat siapa yang Kami kehendaki.”

(QS. Al-An‘ām: 83)


Ayat 84–87 tuh lanjutannya:

Hidayah itu anugerah, bukan hasil ngandelin amal kita sendiri.


---


1. Hidayah itu “Turunan” Hati yang Bersih

Allah bilang:

“Dan Kami anugerahkan kepadanya Ishaq dan Ya‘qub; masing-masing Kami beri petunjuk…”

(QS. Al-An‘ām: 84)


📖 Menurut Tafsir Al-Ibrīz, Allah sebut para nabi satu-satu buat tunjukin:

Hidayah tuh nyambung lewat keikhlasan, bukan cuma gen keluarga.


Dalam tasawuf, artinya:


· Hati yang bersih ngeluarin cahaya hidayah

· Cahaya itu nular ke jiwa-jiwa yang udah siap


Rasulullah ﷺ pernah bilang:

“Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi melihat hati dan amal kalian.”

(HR. Muslim)


👉 Bukan siapa orang tuamu, tapi gimana kondisi hatimu di hadapan Allah.


---


2. Orang Shalih itu Dipilih Sama Allah, Bukan Apply Sendiri

Allah bilang:

“Dan Kami jadikan mereka itu orang-orang pilihan dan Kami tunjukkan mereka ke jalan yang lurus.”

(QS. Al-An‘ām: 87)


Di Tafsir Al-Ibrīz dijelasin:

👉 Allah milih mereka bukan karena jabatan atau harta, tapi karena kualitas ibadah dan ketaatan batinnya.


Tasawuf ngajarin:


· Jangan sibuk pengen keliatan shalih

· Sibuklah biar Allah yang mau pilih kamu


Kata Imam Ibnu ‘Athaillah:

“Bukan amal yang ngantar kamu ke Allah, tapi karunia Allah yang bikin kamu bangkit buat beramal.”


---


3. Ilmu Tanpa Tauhid Bisa Batal

Allah bilang:

“Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya gugurlah dari mereka apa yang telah mereka kerjakan.”

(QS. Al-An‘ām: 88)


Ini ngingetin buat kita yang lagi belajar atau rajin ibadah:

Dalam tasawuf:

Syirik tuh nggak cuma nyembah berhala, tapi juga “ngandelin amal sendiri” sampe lupa sama Allah.


Rasulullah ﷺ pernah bilang:

“Yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil.”

Sahabat nanya: Apa itu?

Jawab beliau: “Riya.”

(HR. Ahmad)


👉 Ibadah yang bikin kamu feel good dan bangga, itu bisa jadi hijab terbesar.


---


4. Allah Naikin Level Lewat “Rendah Hati” di Hadapan-Nya

Allah bilang:

“Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan kitab, hikmah, dan kenabian.”

(QS. Al-An‘ām: 89)


Menurut Tafsir Al-Ibrīz: 📖 Hikmah itu ilmu yang diamalkan dengan rasa takut sama Allah.


Tasawuf ngajarin:


· Makin deket sama Allah, makin ngerasa kecil

· Makin tinggi levelnya, makin waswas jangan sampe jatuh


Rasulullah ﷺ bilang:

“Tidaklah seseorang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.”

(HR. Muslim)


---


Penutup: Jalan Para Nabi Masih Open Buat Kita

Ayat-ayat ini bukan cuma cerita zaman dulu, tapi peta jalan ruhani buat yang pengen sampai ke Allah.


🌿 Pesan Tasawuf versi kekinian:


· Bersihin niat, jangan pamer amal

· Tundukin hati, jangan angkuh

· Minta dipilih sama Allah, bukan cuma pengen dikenal banyak orang


---


Doa para arifin:

“Ya Allah, jangan Engkau serahkan aku kepada diriku walau sekejap mata.”


✨ Semoga Allah masukin kita ke grup hamba yang dikasih petunjuk, dipilih, dan dinaikin levelnya—bukan karena amal kita, tapi karena rahmat-Nya semata.

.........

No comments: