Wednesday, December 17, 2025

872. ISTIGHFAR SEBELUM TIDUR: PINTU AMPUNAN TANPA BATAS

ISTIGHFAR SEBELUM TIDUR: PINTU AMPUNAN TANPA BATAS

Penulis: M. Djoko Ekasanu



Diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu dari Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bahwa beliau bersabda:

“Barang siapa membaca sebanyak tiga kali ketika hendak tidur:

Aku meminta ampunan kepada Allah Yang Maha Agung, yaitu Tuhan yang tidak ada tuhan selain Dia Yang Maha Hidup dan Maha Mengatur dan aku bertaubat kepada-Nya. maka Allah mengampuni dosa- dosanya meskipun dosa-dosanya itu sebanyak busa di lautan, meskipun sebanyak dedaunan pepohonan, meskipun sebanyak butiran pasir lembut, dan meskipun sebanyak hari dunia.

Muhammad bin Sa’iid bin Muhammad berkata, “Saya mendengar Abu Sahal, yaitu seorang muadzin di kota Bukhoro di masjid Bani Makruf dan ia adalah orang yang sholih, berkata, ‘Saya memimpikan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama. (Dalam mimpi itu), saya melihat seorang manusia berkata; ‘Ini adalah Abu Bakar yang berada di sebelah kanan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama dan ini adalah Umar yang berada di sebelah kirinya.’ Kemudian aku menuju ke depan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama. Kemudian Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama berjabat tangan denganku. Kemudian Abu Bakar, kemudian Umar, berjabat tangan juga denganku. Saya berkata; ‘Wahai  Rasulullah!    Saya diberitahu Abu Mu’awiyah, dari Abdullah bin al-Walid, dari ‘Athiyyah, dari Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhum bahwa ia berkata, ‘Barang siapa hendak tidur membaca sebanyak tiga kali: maka Allah mengampuni dosa- dosanya meskipun dosa-dosanya itu sebanyak busa di lautan, meskipun sebanyak butiran pasir lembut, meskipun sebanyak dedaunan pepohonan, dan meskipun sebanyak hari dunia.’

Saya juga mengira kalau dikatakan pula: ‘meskipun sebanyak tetasan air hujan.’

Saya bertanya kepada Rasulullah, “Apakah hadis ini berasal dari anda?”

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama menganggukkan kepala ‘Iya..


Ringkasan Redaksi Asli Hadis

Diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: Barang siapa membaca istighfar tertentu sebanyak tiga kali ketika hendak tidur, maka Allah mengampuni dosa-dosanya meskipun sebanyak busa di lautan, dedaunan pepohonan, butiran pasir, dan hari-hari dunia. Dalam kisah mimpi seorang muadzin saleh dari Bukhara, Rasulullah ﷺ mengiyakan kebenaran hadis tersebut.

Redaksi istighfar yang dimaksud:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

Dibaca tiga kali sebelum tidur.


Latar Belakang Masalah di Zamannya

Pada masa Rasulullah ﷺ dan generasi awal Islam, umat menghadapi beratnya perjuangan iman: peperangan, tekanan sosial, kefakiran, dan dosa-dosa personal yang kerap dilakukan manusia. Dibutuhkan amalan ringan namun berdampak besar, yang dapat dilakukan oleh siapa pun, di waktu paling sunyi: sebelum tidur.


Sebab Terjadinya Masalah

  1. Manusia tidak luput dari dosa, baik sadar maupun tidak.
  2. Kesibukan dunia sering melalaikan taubat.
  3. Banyak orang menunda taubat hingga ajal mendekat.

Hadis ini hadir sebagai rahmat, agar penutup hari seorang mukmin adalah istighfar.


Intisari Judul

Istighfar sebelum tidur adalah penyuci jiwa, penutup dosa harian, dan pembuka rahmat Allah tanpa batas.


Tujuan dan Manfaat

Tujuan:

  • Membiasakan taubat harian.
  • Menutup hari dengan dzikir dan kesadaran akhirat.

Manfaat:

  • Ampunan dosa.
  • Ketenangan batin.
  • Husnul khatimah bila wafat dalam tidur.

Dalil Al-Qur’an

  1. “Dan barang siapa berbuat kejahatan atau menzalimi dirinya, kemudian ia memohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa: 110)
  2. “Dan mohonlah ampun kepada Allah, sungguh Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah: 199)

Dalil Hadis

  • Rasulullah ﷺ beristighfar lebih dari 70 kali dalam sehari.
  • “Orang yang bertaubat dari dosa seperti orang yang tidak berdosa.” (HR. Ibnu Majah)

Analisis dan Argumentasi

Istighfar bukan sekadar lafaz, tetapi:

  • Pengakuan kelemahan manusia.
  • Pengagungan terhadap keagungan Allah.
  • Penyerahan total kepada Rabb semesta.

Membacanya sebelum tidur berarti menyerahkan seluruh catatan amal harian kepada Allah dalam keadaan tunduk.


Keutamaan dan Hukuman

Di Dunia:

  • Hati lapang, hidup tenang.
  • Dicukupkan rezeki dan solusi.

Di Alam Kubur:

  • Cahaya di liang lahad.
  • Tidur seperti pengantin.

Di Hari Kiamat:

  • Catatan dosa diringankan.
  • Didekatkan kepada Rasulullah ﷺ.

Di Akhirat:

  • Ampunan dan surga.

Sebaliknya, meninggalkan taubat:

  • Hati mengeras.
  • Dosa menumpuk.
  • Penyesalan berkepanjangan.

Relevansi Zaman Modern

Di era:

  • Teknologi canggih: dosa mudah dilakukan lewat gawai.
  • Komunikasi cepat: ghibah dan fitnah tersebar instan.
  • Transportasi dan mobilitas tinggi: lalai dzikir.
  • Kedokteran maju: namun kematian tetap misteri.

Istighfar sebelum tidur menjadi rem darurat spiritual di tengah laju zaman.


Hikmah

  • Allah membuka pintu ampunan seluas-luasnya.
  • Amal kecil bisa berdampak besar.
  • Waktu tidur adalah waktu paling jujur manusia dengan Rabb-nya.

Muhasabah dan Caranya

  1. Hitung dosa harian sebelum tidur.
  2. Ingat kematian bisa datang saat terlelap.
  3. Baca istighfar dengan penuh rasa bersalah dan harap.

Doa

“Ya Allah, ampunilah dosa kami yang tampak dan tersembunyi, yang kami ketahui dan tidak kami ketahui. Tutup hari kami dengan ampunan dan buka hari esok dengan rahmat-Mu.”


Nasehat Para Ulama dan Sufi

  • Hasan al-Bashri: Istighfar adalah pelita hati yang gelap.
  • Rabi‘ah al-Adawiyah: Taubat sejati lahir dari cinta, bukan takut semata.
  • Abu Yazid al-Bistami: Ampunan Allah lebih luas dari dosamu.
  • Junaid al-Baghdadi: Taubat adalah kembali kepada Allah tanpa menoleh dosa.
  • Al-Hallaj: Ampunan adalah rahasia cinta Ilahi.
  • Imam al-Ghazali: Istighfar membersihkan karat hati.
  • Syekh Abdul Qadir al-Jailani: Jangan tidur membawa dosa.
  • Jalaluddin Rumi: Setiap malam adalah kesempatan pulang.
  • Ibnu ‘Arabi: Ampunan adalah manifestasi rahmat wujud.
  • Ahmad al-Tijani: Istighfar membuka pintu makrifat.

Testimoni Ulama Kontemporer (Ringkasan Pandangan)

  • Gus Baha: Istighfar adalah adab orang alim.
  • Ustadz Adi Hidayat: Dzikir sebelum tidur mengunci amal.
  • Buya Yahya: Jangan tidur tanpa taubat.
  • Ustadz Abdul Somad: Istighfar menghapus dosa harian.
  • Buya Arrazy Hasyim: Taubat adalah kesadaran spiritual tertinggi.

Catatan Redaksi

Jika terdapat kisah mimpi atau cerita yang termasuk kategori Israiliyat, maka ia disajikan sebagai bahan renungan, bukan dalil akidah.


Daftar Pustaka

  • Al-Qur’an al-Karim
  • Kutub Hadis
  • Ihya’ Ulumuddin – Imam al-Ghazali
  • Futuh al-Ghaib – Syekh Abdul Qadir al-Jailani
  • Kitab-kitab Tasawuf Klasik

Ucapan Terima Kasih

Terima kasih kepada Allah ﷻ atas nikmat iman, kepada Rasulullah ﷺ atas risalah, dan kepada para ulama yang menjaga warisan ilmu hingga hari ini.

Semoga bacaan ini menjadi wasilah taubat dan rahmat.

Wallahu a‘lam.

.........

ISTIGHFAR SEBELUM BOBOK: PINTU AMPUNAN GAK ADA BATASNYA


Penulis: M. Djoko Ekasanu


Dari Abu Sa’id al-Khudri RA, Rasulullah ﷺ bilang:


“Siapa aja yang baca ini tiga kali sebelum tidur: ‘Aku minta ampun sama Allah Yang Maha Gede banget, Tuhan yang gak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup dan Maha Jaga semua urusan, dan aku nyerah & balik lagi ke Dia’, maka Allah bakal ngapus dosanya sebanyak apapun itu. Meski sebanyak buih di laut, daun di pohon, butiran pasir, atau hari-hari yang ada di dunia.”


Ada juga cerita (untuk bahan renungan aja ya) tentang seorang muadzin shalih dari Bukhara yang mimpi ketemu Rasulullah ﷺ dan nanyain soal hadis ini. Rasulullah ﷺ ngangguk, iya, itu bener dari aku.


Bacaan Istighfarnya:


أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ


Baca tiga kali pas mau tidur.


Kenapa sih ini Penting Banget?


Bayangin zaman dulu, hidup berat banget. Perang, susah cari makan, tekanan sosial gila-gilaan. Dosa? Wah, pasti numpuk. Nah, hadis ini kayak lifesaver spiritual yang simpel banget. Cuma modal baca doa sebelum rebahan, tapi efeknya dahsyat. Biar kita gak males-malesan buat tobat karena merasa dosa kebanyakan.


Intisari:


Istighfar sebelum tidur itu kayak reset harian buat jiwa. Nutup hari dengan bersih-bersih dosa, biar tidurnya tenang dan kalau misalnya dipanggil (naudzubillah), kita dalam keadaan udah minta ampun.


Tujuan & Manfaatnya:


· Tujuan: Biar tobat jadi habit sehari-hari. Nutup hari dengan ingat akhirat.

· Manfaat:

  · Dosa diampuni (yang kecil-kecil yang kita sadar atau gak).

  · Hati jadi lebih adem.

  · Kalau ajal dateng pas tidur, kita dalam kondisi baik (husnul khatimah).


Dasar-Dasarnya:


Dari Al-Qur’an: “Dan barang siapa berbuat kejahatan atau menzalimi dirinya,kemudian ia memohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa: 110)


Dari Hadis: Rasulullah ﷺ aja istighfar lebih dari 70 kali sehari.Beliau juga bilang, “Orang yang tobat dari dosa itu kayak orang yang gak punya dosa sama sekali.”


Analisis Gampangnya:


Istighfar itu bukan cuma ucapan. Itu adalah:


1. Ngaku salah: “Aku tau aku gak sempurna, ya Allah.”

2. Ngagungin Allah: “Cuma Kamu yang berhak dimintain ampun, karena Kamu yang Maha Segalanya.”

3. Nyerah total: “Aku gak bisa ngapa-ngapain sendiri, aku balik dan andelin cuma Kamu.”


Lakukan pas mau tidur, itu artinya kita serahkan semua catatan jelek hari ini ke Allah, dalam keadaan lemah dan gak berdaya. Powerful banget!


Seriusan, Apa Sih Keuntungannya?


· Di Dunia: Hati lebih plong, hidup terasa lebih ringan, rezeki bisa jadi lebih lancar.

· Pas Wafat/Kuburan: Dapet cahaya, tidur di kubur kayak pengantin (nyenyak dan tentram).

· Hari Kiamat Nanti: Dosa-dosa itu bakal diringanin banget, bahkan bisa deket sama Rasulullah ﷺ.

· Akhirat: Ya jelas, ampunan dan jalan menuju surga.


Kalau Malas Tobat? Hati makin keras,dosa numpuk kayak sampah, dan yang ada cuma penyesalan yang nyiksa.


Masih Relevant Gak Sih di Zaman Now?


INI COCOK BANGET! Di era:


· Medsos & Gadget: Dosa ghibah, fitnah, scroll yang gak bermanfaat, gampang banget terjadi.

· Hidup Cepat: Mobilitas tinggi, bikin kita gampang lupa ingat Tuhan.

· Kedokteran Maju: Tapi kematian tetep misterius, bisa dateng kapan aja.


Jadi, istighfar sebelum tidur itu kayak “detoks digital dan spiritual” harian. Reset otak dan hati sebelum istirahat.


Hikmahnya:


· Allah baik banget, kasih kita pintu ampunan yang gak terbatas.

· Amalan yang keliatannya sepele, ternyata nilai nya gede banget di sisi-Nya.

· Waktu tidur itu saat kita paling jujur sama diri sendiri dan sama Allah.


Tips Praktis Sebelum Tidur (Muhasabah Version):


1. Hitung dosa kilat: “Aduh, tadi aku ngomongin orang, marah-marah gak jelas, dll.”

2. Inget mati: “Gimana kalau aku gak bangun lagi besok?”

3. Baca istighfar tadi 3x dengan perasaan: sedih karena salah + harap banget sama ampunan Allah.


Doa Singkat Plus: “Ya Allah,ampuniin deh dosa aku yang keliatan ataupun yang tersembunyi, yang aku inget ataupun yang lupa. Tutup hari aku dengan maaf-Mu, buka besok dengan sayang-Mu.”


Kata-Kata Para Bijak (Dulu dan Sekarang):


· Hasan al-Bashri: Istighfar itu pelita buat hati yang gelap.

· Imam al-Ghazali: Istighfar itu bersihin karat hati.

· Jalaluddin Rumi: Setiap malam itu kesempatan buat pulang (kembali ke Allah).

· Gus Baha’ (Ulama Kontemporer): Istighfar itu adabnya orang alim (orang yang berilmu).

· Ustadz Adi Hidayat: Dzikir sebelum tidur itu mengunci amal harian kita.

· Buya Yahya: Jangan tidur bawa dosa.


Catatan Penting: Cerita mimpi dalam hadis tadi kita ambil hikmah dan renungannya aja ya,bukan jadi patokan utama dalam akidah.


Credits: Semua ilmu ini dari Allah ﷻ,ajaran Rasulullah ﷺ, dan dijaga sama para ulama. Makasih banget buat mereka semua.


Mudah-mudahan tulisan ringan ini bikin kita semua rajin istighfar sebelum tidur, ya!


Wallahu a‘lam.

No comments: