📰 Wajah Hitam Para Peminum Arak di Hari Kebangkitan
Tentang Larangan Minum Arak Dan Sebangsanya.
Al Faqih meriwayatkan dengan sanad-sanadnya dari Ibnu Umar ., katanya: “Muka hitam, mata semu biru dan lidah keluar sampai dada mengalirkan liur, sangat basin baunya, setiap manusia jijik melihatnya, demikian kelak para peminum arak di hari kebangkitan. Kalian haram untuk salam kepadanya, sekalipun sakit jangan mendekati atau mengunjunginya, jika mati jangan disalati.
Ringkasan Redaksi Asli
Al-Faqih meriwayatkan dengan sanad-sanadnya dari Ibnu Umar r.a., berkata:
“Wajah mereka hitam, mata mereka semu biru, lidah terjulur hingga ke dada meneteskan liur, berbau sangat busuk, menjijikkan bagi siapa pun yang melihatnya.
Demikianlah keadaan para peminum arak pada hari kebangkitan.
Haram bagi kalian memberi salam kepadanya; jika ia sakit jangan dijenguk, dan jika ia mati jangan dishalatkan.”
Maksud dan Hakekat Hadis
Hadis ini menggambarkan azab moral dan spiritual bagi peminum arak. Bukan hanya di akhirat, tetapi juga hukuman batin di dunia: kehilangan kehormatan, rusaknya akal, dan jauhnya rahmat Allah. Wajah yang hitam menggambarkan gelapnya hati, mata biru menandakan ketakutan dan kehinaan, sedangkan lidah menjulur menggambarkan kekotoran lisan akibat mabuk dan ucapan sia-sia.
Hakekatnya, ini bukan sekadar ancaman fisik, tapi simbol rusaknya cahaya iman dan hilangnya rasa malu kepada Allah.
Tafsir dan Makna Judul
“Wajah Hitam” melambangkan terhapusnya nur iman dari wajah seorang mukmin.
Dalam Al-Qur’an disebutkan:
“Pada hari itu ada wajah-wajah yang putih berseri, dan ada wajah-wajah yang hitam muram.”
(QS. Āli ‘Imrān: 106)
Arak atau khamr bukan hanya memabukkan jasad, tetapi melenyapkan kesadaran ruhani, sehingga manusia kehilangan fitrahnya sebagai hamba yang taat.
Tujuan dan Manfaat
Tulisan ini bertujuan:
- Mengingatkan umat agar menjauhi segala bentuk kemabukan dunia, baik berupa arak maupun harta, pangkat, dan hawa nafsu.
- Menanamkan kesadaran bahwa setiap dosa yang menutup akal dan hati akan berbuah kegelapan di akhirat.
- Mendorong masyarakat untuk membersihkan diri dan lingkungan dari maksiat yang merusak akhlak.
Manfaatnya, agar setiap mukmin dapat menjaga kehormatan diri dan keluarga, serta menegakkan kehidupan yang suci dan sadar.
Latar Belakang Masalah di Jamannya
Pada masa Nabi dan sahabat, arak merupakan budaya bangsa Arab pra-Islam. Mereka bangga dengan kemampuan minum dan mabuk. Namun Islam datang untuk memuliakan akal, sehingga khamr diharamkan secara bertahap.
Di masa Ibnu Umar, masih banyak orang Islam yang belum meninggalkan kebiasaan lama ini, maka beliau memperingatkan keras melalui sabda ini.
Intisari Masalah
- Arak adalah induk segala dosa (ummul khabā’its).
- Ia merusak akal, mematikan nurani, menumbuhkan kejahatan.
- Akibatnya bukan hanya di dunia, tapi juga di akhirat berupa kehinaan.
Sebab Terjadinya Masalah
- Kelemahan iman dan cinta dunia.
- Pengaruh lingkungan yang menjadikan mabuk sebagai gaya hidup.
- Ketiadaan pengawasan diri (muraqabah) terhadap Allah.
Dalil Al-Qur’an dan Hadis
1. Al-Qur’an:
“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamr, berjudi, berhala, dan mengundi nasib adalah perbuatan keji dari perbuatan syaitan. Maka jauhilah agar kamu beruntung.”
(QS. Al-Mā’idah: 90)
2. Hadis Nabi SAW:
“Setiap yang memabukkan adalah khamr, dan setiap khamr adalah haram.”
(HR. Muslim)
“Barang siapa minum khamr, maka shalatnya tidak diterima selama empat puluh hari.”
(HR. Ahmad)
Analisis dan Argumentasi
Secara moral, arak merusak sendi masyarakat. Ia menutup akal sehat, menumbuhkan kejahatan, dan menghancurkan keluarga.
Secara spiritual, ia memadamkan cahaya dzikir, menumpulkan akal qalbu.
Dalam tatanan sosial modern, meski bentuknya berganti — alkohol, narkoba, bahkan hiburan yang memabukkan — hakikatnya sama: memisahkan manusia dari kesadaran ketuhanan.
Relevansi Saat Ini
Kini, bentuk “arak” tidak hanya dalam botol, tetapi juga dalam bentuk kecanduan lain: harta, kekuasaan, media sosial, bahkan popularitas.
Semua yang membuat hati mabuk dari mengingat Allah adalah “khamr zaman modern.”
Hikmah
- Akal adalah anugerah terbesar manusia.
- Barang siapa mematikan akalnya, ia menyalakan nerakanya sendiri.
- Kesadaran adalah ibadah tertinggi; mabuk adalah kehinaan terdalam.
Muhasabah dan Caranya
- Istighfar harian: “Astaghfirullāh al-‘Azhīm wa atūbu ilaih.”
- Tinggalkan perlahan kebiasaan buruk, ganti dengan dzikir.
- Bersahabatlah dengan orang saleh dan lingkungan baik.
- Sedekah dan puasa sebagai sarana penyucian diri.
Doa
Allāhumma ṭahhir qalbī min ad-dunūb, wa a‘ṣimnī min al-khamr wa kulli mā yughayyibu ‘an dhikrik.
“Ya Allah, sucikan hatiku dari dosa, lindungi aku dari arak dan segala yang memabukkan dari mengingat-Mu.”
Nasehat Ulama Sufi
- Hasan al-Bashri:
“Dosa kecil jika dilakukan terus-menerus akan menjadi racun yang mematikan hati.” - Rabi‘ah al-Adawiyah:
“Mabuk dunia lebih berbahaya dari mabuk arak, karena yang satu menyiksa tubuh, yang lain membunuh jiwa.” - Abu Yazid al-Bistami:
“Siapa yang mabuk dengan cinta dunia, tidak akan mencium aroma surga.” - Junaid al-Baghdadi:
“Kesadaran adalah minuman para kekasih Allah; mabuk adalah minuman orang lalai.” - Al-Hallaj:
“Yang mabuk karena Allah, hidupnya kekal; yang mabuk karena arak, matinya hina.” - Imam al-Ghazali:
“Khamr menghancurkan akal, sedangkan akal adalah tiang ibadah.” - Syekh Abdul Qadir al-Jailani:
“Jauhilah arak dunia, karena ia menutupi hatimu dari cahaya Rabbmu.” - Jalaluddin Rumi:
“Ada dua mabuk: satu menjauhkanmu dari Allah, satu mendekatkanmu. Pilihlah yang membuatmu fana dalam cinta-Nya.” - Ibnu ‘Arabi:
“Mabuk hakiki hanyalah mabuk karena kehadiran Ilahi, bukan karena cairan duniawi.” - Ahmad al-Tijani:
“Orang yang meminum arak dunia, ia haus selamanya; orang yang meminum dzikir Allah, ia kenyang selamanya.”
Daftar Pustaka
- Tafsir Al-Qur’an Al-Karim, Al-Maraghi.
- Ihya’ Ulumuddin, Imam Al-Ghazali.
- Al-Fath ar-Rabbani, Syekh Abdul Qadir al-Jailani.
- Risalah Qusyairiyah, Imam Al-Qusyairi.
- Al-Hikam, Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari.
- Diwan Jalaluddin Rumi.
- Hilyat al-Awliya, Abu Nu’aim al-Ashfahani.
Ucapan Terima Kasih
Terima kasih kepada seluruh pembaca setia yang terus mencintai ilmu, kebenaran, dan cahaya Allah.
Semoga setiap tulisan menjadi cermin bagi diri dan penerang bagi umat.
📰 Wajah Item Para Peminum Alkohol di Akhirat Nanti
Soal Larangan Minum Alkohol dan Sejenisnya
Al-Faqih meriwayatkan dari Ibnu Umar r.a., beliau bilang:
“Penampilan mereka ngeri banget di akhirat nanti: wajah item legam, mata biru yang nggak jelas, lidahnya terjulur sampe ke dada terus ngiler, baunya busuk banget sampai bikin semua orang jijik. Nah, itu gambaran buat para peminum alkohol.
Kita dilarang buat kasih salam ke mereka, kalo mereka sakit jangan dijenguk, dan kalo mereka meninggal jangan dishalatin.”
Gimana Sih Maksud Sebenernya?
Hadits ini nggak cuma gambarin hukuman fisik, tapi lebih ke azab moral dan spiritual. Intinya, dosa minum alkohol itu bikin cahaya iman di wajah jadi ilang (makanya digambarin item), bikin hati gelap, dan hilang rasa malu di depan Allah.
Baca Juga: “Pada hari itu ada wajah-wajah yang putih berseri, dan ada wajah-wajah yang hitam muram.” (QS. Āli ‘Imrān: 106)
Alkohol itu nggak cuma bikin mabuk fisik, tapi bikin kebablasan spiritual, jadi lupa diri dan lupa sama Yang Punya Hidup.
Kenapa Kita Perlu Baca Ini?
1. Self-Reminder: Biar kita jauhin hal-hal yang bikin “mabuk”, baik itu alkohol, harta, atau sekadar cari eksis di medsos yang bikin lupa diri.
2. Jaga Lingkungan: Ajak circle dan keluarga untuk hidup di lingkungan yang bersih dan sehat, jauh dari maksiat.
3. Hargain Akal: Akal itu anugerah terbesar. Jangan sampe kita rusak sendiri dengan hal-hal yang nge-hilangin kesadaran.
Kontekstualisasi: Zaman Now “Alkohol” Bisa Berbentuk Lho!
Dulu di zaman Nabi, alkohol emang jadi budaya. Sekarang, bentuk “alkohol” atau hal yang bikin “mabuk” udah banyak banget. Bisa jadi candu main game sampe lupa waktu, kecanduan cari validasi like di Instagram, atau giliran cari duit sampe lupa ibadah. Prinsipnya sama: sesuatu yang bikin kita lalai dan “mabuk” sampai lupa sama Allah.
Ayat & Haditsnya Tetap Wajib Diinget
1. “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamr, berjudi, berhala, dan mengundi nasib adalah perbuatan keji dari perbuatan syaitan. Maka jauhilah agar kamu beruntung.” (QS. Al-Mā’idah: 90)
2. “Setiap yang memabukkan adalah khamr, dan setiap khamr adalah haram.” (HR. Muslim)
Quotes Bijak Buat Renungan
· Hasan al-Bashri: “Dosa kecil kalo diulang-ulang, akhirnya jadi racun yang bikin hati mati rasa.”
· Imam al-Ghazali: “Alkohol ngerusak akal, padahal akal itu tiangnya ibadah kita.”
· Jalaluddin Rumi (versi kekinian): “Mabuk itu ada dua jenis: mabuk yang jauhin kamu dari Allah, sama mabuk cinta yang deketin kamu ke Allah. Pilih yang mana?”
· Ustadz Kondang: “Jangan sampe kita mabuk dunia, tapi sadarnya baru pas di akhirat. Itu mah telat banget.”
Tips Buat Self-Improvement
1. Start Small: Biasakan baca Astaghfirullāh al-‘Azhīm wa atūbu ilaih tiap habis sholat.
2. Ganti Kebiasaan: Daripada scroll medsos ga jelas, mending dengerin podcast kajian atau baca buku yang nourishing.
3. Pilih Circle yang Baik: Bertemanlah sama orang-orang yang vibe-nya positif dan mengingatkan kita buat jadi lebih baik.
4. Rajin Sedekah & Puasa: Ini cara ampuh buat detox hati dari hal-hal yang nggak penting.
Doa Penutup
Allāhumma ṭahhir qalbī min ad-dunūb, wa a‘ṣimnī min al-khamr wa kulli mā yughayyibu ‘an dhikrik. (Ya Allah,bersihin hatiku dari dosa, dan lindungi aku dari alkohol & segala hal yang bikin aku lupa ingat sama-Mu.)
---
Semoga tulisan sederhana ini bisa jadi pengingat buat kita semua untuk selalu jaga diri dan hati. Stay conscious, guys! 😊

No comments:
Post a Comment