🕊️ BERITA GEMBIRA SAAT SAKARATUL MAUT
Penulis: M. Djoko Ekasanu
Suatu keuntungan yang sangat besar, bagi orang yang ketika sakaratul maut memperoleh berita gembira, karena hanya orang mukmin yang baik amalnyalah, yang memperolehnya, saat itu malaikat datang, ditanya: “Siapakah sebenarnya anda itu? Belum pernah kami melihat wajah seelok wajahmu, dan bau harum melebihi kamu, Jawabnya: “Kami adalah pendampingmu yang dulu selalu mencatat amalmu di dunia, demikian pula di akhirat kami tetap mendampingimu.
📰 Ringkasan Redaksi Asli
Suatu keuntungan yang sangat besar bagi orang yang ketika sakaratul maut memperoleh berita gembira. Karena hanya orang mukmin yang baik amalnyalah yang memperolehnya. Saat itu malaikat datang, ditanya oleh si ruh:
“Siapakah engkau, belum pernah kami melihat wajah seelok wajahmu dan bau harum melebihi kamu?”
Jawab malaikat itu:
“Kamilah pendampingmu yang dulu selalu mencatat amalmu di dunia, dan di akhirat kami tetap mendampingimu.”
📖 Maksud dan Hakikat
Hakikat dari kisah ini adalah karunia besar bagi hamba mukmin yang sepanjang hidupnya menjaga amal saleh, hati bersih, dan iman yang teguh. Malaikat bukan sekadar makhluk pencatat, melainkan sahabat ruhani yang mengiringi perjalanan manusia dari dunia hingga akhirat. Saat ruh keluar, yang tersisa hanyalah hasil amal dan kasih sayang Allah.
💫 Tafsir dan Makna Judul
“Berita Gembira Saat Sakaratul Maut”
mengandung makna bahwa kabar bahagia bukanlah materi dunia, melainkan kedatangan malaikat dengan wajah bercahaya dan bau harum, tanda keridaan Allah kepada seorang hamba.
Sebagaimana firman Allah dalam surah Fussilat [41]: 30–32:
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Tuhan kami ialah Allah’ kemudian mereka tetap istiqamah, maka malaikat turun kepada mereka seraya berkata:
Janganlah kamu takut dan jangan bersedih hati, bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan kepadamu...”
🎯 Tujuan dan Manfaat
Tulisan ini bertujuan:
- Menanamkan kesadaran bahwa kematian bukan akhir, melainkan permulaan perjalanan abadi.
- Mengingatkan umat agar memperbanyak amal dan memperbaiki hati.
- Menumbuhkan harapan akan kasih sayang Allah bagi mereka yang istiqamah.
Manfaatnya: membangun ketenangan menghadapi sakaratul maut dengan keimanan, bukan ketakutan.
📜 Latar Belakang Masalah di Zamannya
Pada masa Rasulullah ﷺ, banyak sahabat yang takut menghadapi kematian. Maka turunlah ayat-ayat dan sabda-sabda yang meneguhkan hati mereka, bahwa bagi mukmin sejati, malaikat akan datang membawa kabar bahagia, bukan ketakutan.
Rasulullah bersabda:
“Sesungguhnya orang yang beriman, apabila akan meninggal dunia, malaikat rahmat datang kepadanya dengan wajah putih seperti matahari...”
(HR. Ahmad dan Hakim)
💡 Intisari Masalah
Hanya orang yang beriman dan beramal saleh yang mendapat pendamping malaikat penuh cahaya pada saat kematian. Orang yang hidup dalam kelalaian, maksiat, dan kufur akan didatangi malaikat yang hitam dan menakutkan.
⚖️ Sebab Terjadinya Masalah
- Hati yang keras dan lupa akhirat.
- Amal ibadah yang tidak ikhlas.
- Kesibukan dunia yang mematikan rasa dzikir.
- Kurangnya persiapan untuk mati dengan husnul khatimah.
📚 Dalil: Al-Qur’an dan Hadis
-
Al-Qur’an, An-Nahl [16]: 32
“(Yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan: ‘Salamun ‘alaikum, masuklah kamu ke dalam surga karena apa yang telah kamu kerjakan.’”
-
Hadis Rasulullah ﷺ:
“Barang siapa mencintai pertemuan dengan Allah, maka Allah pun mencintai pertemuan dengannya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
🧭 Analisis dan Argumentasi
Berita gembira saat sakaratul maut adalah tanda diterimanya amal seorang hamba.
Secara ruhani, malaikat yang berwajah bercahaya adalah pantulan amal baik yang dahulu dicatat di dunia.
Dalam pandangan tasawuf, malaikat itu juga simbol nur (cahaya) amal yang telah tumbuh di hati hamba beriman.
🌍 Relevansi Saat Ini
Di zaman modern, manusia lebih sibuk mempersiapkan dunia daripada akhirat. Padahal kematian datang tiba-tiba.
Kesadaran tentang berita gembira malaikat mengingatkan kita agar tidak tertipu dunia.
Amal sederhana seperti sedekah air, membantu sesama, menenangkan hati anak kecil, dan berzikir bersama lebih bernilai daripada kekayaan yang tak dibawa mati.
🌹 Hikmah
- Kematian bukan kegelapan, tapi gerbang menuju cahaya bagi yang beriman.
- Malaikat adalah sahabat ruhani yang mengenal amal kita.
- Setiap perbuatan kecil dapat menjadi penyambut indah di akhir hayat.
🤲 Muhasabah dan Caranya
- Setiap malam renungkan: “Jika aku mati malam ini, apa yang akan menemuiku?”
- Perbanyak istighfar dan zikir “Lā ilāha illā Allāh.”
- Ikhlaskan amal tanpa pamrih dunia.
- Bersahabatlah dengan Al-Qur’an dan sedekah, karena keduanya menjadi cahaya di kubur.
🌼 Doa
Allahumma khatimalanā bi husnil khātimah,
wa lā takhtim ‘alainā bisū’il khātimah,
waj‘alil malā’ikata ridhwanan linā,
wa bāsyiran binā ilā jannatikal ma’wā. Āmīn.(Ya Allah, akhiri hidup kami dengan akhir yang baik, jauhkan dari akhir yang buruk, jadikan malaikat-Mu sebagai pembawa kabar gembira menuju surga-Mu.)
🌿 Nasehat Para Sufi
-
Hasan al-Bashri:
“Seorang mukmin melihat kematian sebagai pertemuan yang ditunggu, bukan bencana yang ditakuti.” -
Rabi‘ah al-Adawiyah:
“Aku tidak takut mati, karena aku akan bertemu Kekasihku.” -
Abu Yazid al-Bistami:
“Maut hanyalah tirai yang menyingkap wajah Tuhan.” -
Junaid al-Baghdadi:
“Barangsiapa hidup dalam dzikir, maka ia mati dalam dzikir dan dibangkitkan bersama dzikir.” -
Al-Hallaj:
“Mati sebelum mati adalah kematian nafsu, hidup dalam cinta Allah.” -
Imam al-Ghazali:
“Sakaratul maut adalah cermin, menampakkan apa yang tersembunyi di hati.” -
Syekh Abdul Qadir al-Jailani:
“Siapa yang hidup dengan Allah, maka malaikat maut baginya adalah tamu yang mulia.” -
Jalaluddin Rumi:
“Jangan tangisi kematian, karena itu saat ruh pulang ke rumah cintanya.” -
Ibnu ‘Arabi:
“Mati adalah perjalanan menuju kesempurnaan wujud.” -
Ahmad al-Tijani:
“Orang yang dzikirnya hidup, tidak akan gentar menghadapi maut, sebab cahaya dzikir menjadi penuntun jiwanya.”
📚 Daftar Pustaka
- Al-Qur’an al-Karim.
- Shahih Bukhari & Muslim.
- Ihya’ Ulumiddin – Imam al-Ghazali.
- Futuh al-Ghaib – Syekh Abdul Qadir al-Jailani.
- Al-Hikam – Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari.
- Diwan Rumi – Jalaluddin Rumi.
- Kitab al-Tazkirah – Imam al-Qurthubi.
- Hilyatul Auliya – Abu Nu’aim al-Ashbahani.
🙏 Ucapan Terima Kasih
Penulis menyampaikan terima kasih kepada para guru, para pembimbing ruhani, dan saudara seiman yang terus menyalakan cahaya ilmu dan amal di hati umat.
Semoga tulisan sederhana ini menjadi pengingat dan bekal menuju husnul khatimah.
Tentu, ini versi bahasa gaul kekinian yang santai dan sopan untuk dibagikan ke media sosial atau grup komunitas.
---
Judul: Ada Kabar Baik Buat Kita Semua Saat Menghadapi Kematian, Lho!
Hai, semuanya! Pernah nggak sih mikir, gimana rasanya saat kita meninggal nanti? Ternyata, buat orang yang beriman dan sering ngelakuin kebaikan, ada kabar gembira banget yang nungguin, guys. Ini adalah momen spesial yang cuma diberikan buat hamba-Nya yang jaga iman dan amalnya.
Jadi, gini ceritanya. Saat detik-detik terakhir, datanglah malaikat dengan wajah yang glowing banget dan punya aroma wangi yang nggak ada duanya. Kita (calon ruh) pun bingung dan bertanya:
“Siapa sih, kamu? Wajahmu cantik/ganteng banget, belum pernah lihat yang segini elok. Bau harummu juga wow banget!”
Sang malaikat lalu balas dengan kalem: “Kami ini temen setiamu dulu yang ncatat semua amal baikmu di dunia. Nah, sekarang kami datangi lagi buat nemenin kamu lanjut perjalanan ke akhirat.”
---
📖 Intisarinya gimana?
Intinya, momen ini adalah hadiah terindah dari Allah buat hamba-Nya yang istiqamah di jalan kebaikan. Malaikat itu nggak cuma pencatat, tapi jadi sahabat sejati yang nemenin kita dari dunia sampe akhirat. Bayangin, di saat yang paling menegangkan, kita malah ditenangin dan dikasih kabar baik.
💫 Dasar dari Al-Qur'an dan Hadits
Allah bilang dalam Al-Qur'an, surah Fussilat [41]: 30-32: “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Tuhan kami ialah Allah’ kemudian mereka tetap istiqamah, maka malaikat turun kepada mereka seraya berkata: Janganlah kamu takut dan jangan bersedih hati, bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan kepadamu...”
Nah, artinya apa? Kalau kita konsisten bilang “Tuhan kita Allah” dan jalanin perintah-Nya, malaikat akan datangi kita bilang, “Santai aja, jangan takut, jangan sedih. Selamat ya, kamu dapet surga!”
Rasulullah ﷺ juga bilang: “Sesungguhnya orang yang beriman, apabila akan meninggal dunia, malaikat rahmat datang kepadanya dengan wajah putih seperti matahari...”(HR. Ahmad dan Hakim)
🤔 Terus, gimana caranya biar dapet “special treatment” ini?
1. Jaga Iman dan Amal: Ibadahnya jangan bolong-bolong, ditambah lagi dengan sedekah dan bantu sesama. Quality over quantity, yang penting ikhlas.
2. Stay Close to Allah: Perbanyak dzikir dan baca Al-Qur'an. Biar hati selalu connected sama Pencipta.
3. Mindset Akhirat: Selalu ingat bahwa dunia cuma sementara, persiapan buat akhirat itu yang utama.
4. Minta yang Terbaik: Sering-sering baca doa, “Ya Allah, akhirilah hidup kami dengan husnul khotimah (penutup yang baik).”
💡 Relevansinya Buat Kita Sekarang?
Di zaman yang serba cepat dan penuh distraksi ini, kita gampang banget lupa buat persiapan bekal akhirat. Padahal, kematian itu datengnya nggak pake nawar, guys. Kesadaran bahwa ada malaikat yang bakal nyamperin dengan senyum dan kabar gembira ini bisa bikin kita tenang dan semangat buat ngumpulin amal shaleh.
🧠 Kata-Kata Motivasi dari Para Ulama
· Imam Al-Ghazali: “Sakaratul maut itu kayak cermin, dia nunjukin apa yang selama ini kita sembunyiin di hati.”
· Jalaluddin Rumi: “Jangan sedih lihat kematian, karena itu saatnya pulang ke rumah cinta sejati.”
· Syekh Abdul Qadir al-Jailani: “Kalau hidupmu sama Allah, malaikat maut itu tamu kehormatan, bukan algojo.”
🌼 Doa Penutup yang Bisa Kita Amalkan
Allahumma khatimalanā bi husnil khātimah, wa lā takhtim ‘alainā bisū’il khātimah. (Ya Allah,akhiri hidup kami dengan akhir yang baik, dan jangan akhiri hidup kami dengan akhir yang buruk.)
---
Jadi, semoga kita semua termasuk orang yang dapat kabar gembira ini ya! Semangat terus buat ngumpulin bekal. You only live once, but if you do it right, once is enough. Tapi ingat, hidup yang bener itu yang siapin bekal buat kehidupan setelahnya yang abadi.
Stay blessed, everyone! 😊🙏

No comments:
Post a Comment