PEMIMPIN YANG MENIPU RAKYATNYA: ANCAMAN NABI DAN RENUNGAN UNTUK ZAMAN MODERN
Oleh: M. Djoko Ekasanu
Ringkasan Redaksi Asli Hadis
Diriwayatkan dari Abu Ya’la Ma’qil bin Yasar r.a., Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidaklah seorang hamba yang diberi kekuasaan oleh Allah memimpin rakyat, lalu ia mati pada hari ia mati dalam keadaan menipu rakyatnya, melainkan Allah haramkan untuknya surga.”
(Muttafaqun ‘Alaih: HR. Bukhari 1751, Muslim 142/227)
Hadis ini menegaskan bahwa amanah kepemimpinan adalah pertanggungjawaban akbar. Penipuan terhadap rakyat bukan hanya dosa sosial, tetapi kejahatan spiritual yang menutup pintu surga.
Latar Belakang Masalah pada Masa Nabi
Pada zaman Rasulullah ﷺ, masyarakat Madinah adalah komunitas plural — terdiri dari Muhajirin, Anshar, Yahudi, suku-suku Arab, dan berbagai kelompok yang memiliki kepentingan politik.
Beberapa problem yang sering muncul:
- Pemimpin suku yang curang dalam pembagian harta.
- Petugas yang diberi amanah namun menyembunyikan kelebihan (ghulul).
- Penguasa wilayah yang memanfaatkan jabatan untuk keluarga.
- Pemimpin militer yang menyembunyikan laporan harta rampasan.
Hadis ini turun sebagai peringatan keras ketika muncul gejala pemimpin-pemimpin kecil yang tidak amanah. Nabi ﷺ meluruskan prinsip bahwa kepemimpinan bukan kehormatan, tetapi beban besar yang akan dihisab secara detail.
Sebab Terjadinya Masalah
- Sifat manusia ingin diistimewakan saat memegang jabatan.
- Godaan harta, kedudukan, dan popularitas.
- Kurangnya rasa takut kepada hari hisab.
- Pemahaman keliru bahwa kekuasaan adalah hak, bukan amanah.
Intisari Judul
“Kepemimpinan adalah amanah, bukan kemewahan. Penipuan dalam memimpin adalah jalan tercepat menuju murka Allah.”
Tujuan dan Manfaat Artikel
- Mengingatkan publik, khususnya pejabat, agar berhati-hati dalam amanah.
- Memberikan panduan moral kepada masyarakat.
- Mendorong budaya transparansi, akuntabilitas, dan kejujuran.
- Menghidupkan kembali nilai-nilai Islam dalam tata kelola sosial.
- Menjadi bahan renungan untuk pemimpin masa kini dan masa depan.
Dalil Al-Qur’an dan Hadis
1. Al-Qur’an
-
QS. An-Nisa: 58
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya.” -
QS. Al-Mu’minun: 8
“Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya.” -
QS. Al-Baqarah: 188
Larangan memakan harta secara batil dan korup.
2. Hadis-Hadis Terkait Amanah
-
“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” (HR. Bukhari-Muslim)
-
“Tidak ada iman bagi orang yang tidak amanah.” (HR. Ahmad)
Analisis dan Argumentasi
Hadis ini menunjukkan bahwa:
1. Kepemimpinan adalah ibadah
Seorang pemimpin bukan sekadar administratur, tetapi pelayan rakyat.
2. Penipuan dalam kepemimpinan = dosa besar
Termasuk:
- manipulasi data,
- korupsi,
- nepotisme,
- kebijakan yang merugikan rakyat,
- menyembunyikan fakta,
- menebar janji politik yang tidak pernah ditepati.
3. Ancaman “diharamkan surga”
Menunjukkan:
- keseriusan kejahatan moral pemimpin,
- bahwa kerusakan yang ditimbulkan meluas ke banyak orang,
- dampaknya jangka panjang.
4. Kepemimpinan modern semakin kompleks
Karena teknologi memungkinkan:
- manipulasi opini publik,
- penyebaran informasi palsu,
- pengelolaan anggaran digital yang tidak transparan.
Karena itu, amanah menjadi lebih berat zaman sekarang.
Relevansi pada Era Teknologi, Transportasi, Kedokteran & Sosial
1. Teknologi & Komunikasi
Pemimpin bisa menipu lewat:
- hoaks,
- propaganda digital,
- manipulasi data statistik,
- kebohongan publik melalui media.
Namun teknologi juga bisa:
- membuka transparansi,
- mempercepat laporan,
- mengungkap korupsi.
2. Transportasi & Infrastruktur
Korupsi dalam proyek jalan, jembatan, bandara, dan transportasi publik langsung mengancam nyawa rakyat.
3. Dunia Kedokteran
Kesalahan kebijakan kesehatan (karena korupsi atau informasi palsu) menyebabkan penderitaan massal.
4. Kehidupan Sosial
Ketidakjujuran pemimpin:
- merusak kepercayaan publik,
- menurunkan moral masyarakat,
- memunculkan budaya saling curiga.
Hikmah
- Jabatan adalah titipan, bukan milik pribadi.
- Setiap keputusan pemimpin akan dihisab.
- Kejujuran lebih berharga daripada kekuasaan.
- Pemimpin adalah cermin moral masyarakat.
- Ketidakjujuran seorang pemimpin dapat merusak generasi.
Muhasabah & Caranya
Muhasabah untuk Pemimpin:
-
Tanya diri setiap malam:
“Hari ini aku menolong rakyat atau menipu mereka?” -
Perbaiki niat:
“Jabatan ini untuk ibadah, bukan ketenaran.” -
Biasakan laporan jujur, meski pahit.
-
Hindari hadiah, gratifikasi, dan fasilitas tersembunyi.
-
Miliki penasihat rohani.
Doa untuk Pemimpin Amanah
اللهم اجعل ولايتنا فيمن خافك واتقاك واتبع رضاك
“Ya Allah, jadikanlah pemimpin kami orang yang takut kepada-Mu, bertakwa, dan mengikuti keridaan-Mu.”
اللهم جنب ولاة أمورنا الظلم والفساد والخيانة
“Ya Allah, jauhkan para pemimpin kami dari zalim, korupsi, dan khianat.”
Nasehat Para Ulama Besar
Hasan al-Bashri
“Kepemimpinan adalah ujian. Sedikit sekali orang selamat darinya.”
Rabi‘ah al-Adawiyah
“Ketulusan adalah pakaian pemimpin sejati.”
Abu Yazid al-Bistami
“Hancurnya negeri karena pemimpin mencintai dirinya lebih daripada rakyatnya.”
Junaid al-Baghdadi
“Pemimpin adalah pelayan. Jika ia ingin dimuliakan, hendaklah ia merendahkan diri.”
Al-Hallaj
“Kebenaran tidak akan menyertai hati yang penuh kepalsuan.”
Imam al-Ghazali
“Kerusakan rakyat berpangkal dari kerusakan pemimpin.”
Syekh Abdul Qadir al-Jailani
“Jika engkau diberi jabatan, ambillah dengan takut dan jalankan dengan jujur.”
Jalaluddin Rumi
“Pemimpin adalah cahaya. Bila cahayanya redup, seluruh negeri ikut gelap.”
Ibnu ‘Arabi
“Pemimpin yang menipu rakyat telah menipu dirinya sendiri.”
Syekh Ahmad al-Tijani
“Amanah itu berat. Hanya hati bersih yang mampu memikulnya.”
Testimoni Tokoh Nasional
Gus Baha
“Pemimpin itu harus takut kepada Allah. Kalau takut pada rakyat saja tidak cukup.”
Ustadz Adi Hidayat
“Amanah itu bukan hanya moral, tapi syariat. Mengkhianatinya adalah dosa besar.”
Buya Yahya
“Jabatan itu akan ditanya. Kalau ingin selamat, banyaklah jujur.”
Ustadz Abdul Somad
“Korupsi dan penipuan pemimpin adalah perusak bangsa. Nerakanya panjang.”
Daftar Pustaka
- Shahih al-Bukhari
- Shahih Muslim
- Ihya’ Ulumuddin — Imam al-Ghazali
- Al-Fath ar-Rabbani — Syekh Abdul Qadir al-Jailani
- Ar-Risalah al-Qusyairiyah
- Majmu’ Fatawa Hasan al-Bashri
- Mathnawi — Jalaluddin Rumi
- Futuhat al-Makkiyyah — Ibnu ‘Arabi
- Jawahir al-Ma’ani — Ahmad at-Tijani
Catatan Redaksi
Sebagian kisah atau contoh yang disampaikan jika termasuk kategori Israiliyat — yaitu cerita warisan tradisi Yahudi–Nasrani yang masuk dalam literatur tafsir dan sejarah — hanya disajikan sebagai bahan renungan, bukan sebagai dalil akidah.
Tujuannya memperkaya wawasan moral, bukan menetapkan keyakinan.
Ucapan Terima Kasih
Terima kasih kepada seluruh pembaca dan para guru umat yang terus menghidupkan nilai kejujuran dan amanah di tengah kehidupan modern.
PEMIMPIN YANG NIPU RAKYAT: WARNING DARI NABI BUAT KITA DI ZAMAN NOW
Oleh: M. Djoko Ekasanu
Ringkasan Hadis (Versi Orisinil)
Diriwayatkan dari Abu Ya’la Ma’qil bin Yasar r.a., Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidaklah seorang hamba yang diberi kekuasaan oleh Allah memimpin rakyat, lalu ia mati pada hari ia mati dalam keadaan menipu rakyatnya, melainkan Allah haramkan untuknya surga.” (Muttafaqun‘Alaih: HR. Bukhari 1751, Muslim 142/227)
Intinya, hadis ini kasih tau kalau amanah jadi pemimpin itu tanggung jawab gede banget. Nipu rakyat itu bukan cuma salah sama orang, tapi dosa level dewa yang bikin pintu surga dikunci buat kita.
Gambaran Zaman Nabi Dulu
Jaman dulu di Madinah, masyarakatnya tuh plural banget, ada Muhajirin, Anshar, Yahudi, dan suku-suku lain. Problem yang sering kejadian:
· Pemimpin suku yang main curang pas bagi-bagi harta.
· Petugas yang dikasih amanah malah nyembunyiin kelebihan (ghulul).
· Penguasa yang manfaatin jabatan buat keluarga sendiri.
· Pemimpin perang yang laporannya nggak jujur soal harta rampasan.
Nah, hadis ini turun sebagai warning keras buat para pemimpin yang mulai lupa diri. Nabi ﷺ nge-tegaskan bahwa kepemimpinan itu bukan buat gaya-gayaan, tapi beban berat yang nanti bakal dipertanggungjawabin sampai detail.
Penyebabnya Kenapa Bisa Begitu?
· Sok spesial abis dapet jabatan.
· Godaan harta, tahta, sama popularitas yang menggoda.
· Kurang sadar bakal ada hisab.
· Salah paham, ngira kekuasaan itu hak, padahal amanah.
Intisari Judul Versi Gue
“Jadi pemimpin itu amanah, bukan buat foya-foya. Nipu rakyat = shortcut langsung ke murka Allah.”
Tujuan & Manfaat Artikel Ini
· Ngingetin kita semua, terutama yang pegang jabatan, buat jaga amanah.
· Kasih panduan moral buat masyarakat.
· Dorong budaya jujur, transparan, dan accountable.
· Hidupin lagi nilai-nilai Islam dalam ngelola negara.
· Jadi bahan renungan buat pemimpin sekarang dan yang akan datang.
Dalil Pendukung (Tetap Pakai Bahasa Asli ya Artinya)
1. Al-Qur'an
· QS. An-Nisa: 58: “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya.”
· QS. Al-Mu’minun: 8: “Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya.”
· QS. Al-Baqarah: 188: Larangan memakan harta secara batil dan korup.
2. Hadis Lainnya
· “Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” (HR. Bukhari-Muslim)
· “Tidak ada iman bagi orang yang tidak amanah.” (HR. Ahmad)
Analisis & Argumen Gue
Dari hadis itu, bisa kita tangkep:
1. Kepemimpinan = Ibadah. Pemimpin itu pelayan, bukan bos.
2. Nipu rakyat = Dosa Gede. Termasuk korupsi, nepotisme, janji palsu, manipulasi data, sampe kebijakan yang nyusahin rakyat.
3. Ancaman "diharamkan surga" nunjukin betapa seriusnya dosa ini, soale dampaknya nyebar ke banyak orang dan jangka panjang.
4. Kepemimpinan jaman now makin ribet, soalnya teknologi bisa buat manipulasi opini, sebarin hoax, dan korupsi lewat sistem digital. Jadi, amanahnya makin berat.
Relevansinya di Zaman Now
1. Teknologi & Komunikasi: Pemimpin bisa nipu lewat hoax, propaganda digital, dan manipulasi data. Tapi teknologi juga bisa bantu buka-bukaan dan ungkap korupsi.
2. Transportasi & Infrastruktur: Korupsi proyek jalan atau jembatan bahaya banget, bisa bikin nyawa melayang.
3. Dunia Kedokteran: Kebijakan kesehatan yang salah (karena korupsi atau info palsu) bisa bikin banyak orang sengsara.
4. Kehidupan Sosial: Pemimpin nggak jujur bikin rusak kepercayaan, turunin moral masyarakat, dan bikin budaya saling curiga.
Hikmah yang Bisa Diambil
· Jabatan itu titipan, bukan hak.
· Setiap keputusan bakal dihisab.
· Kejujuran lebih mahal daripada kekuasaan.
· Pemimpin itu cermin masyarakat.
· Satu pemimpin nipu, bisa rusakin generasi.
Muhasabah (Introspeksi Diri) buat Pemimpin
· Tanya diri sendiri tiap malem: "Hari ini gue ngebantu rakyat atau nipu mereka?"
· Benerin niat: "Jabatan ini buat ibadah, bukan buat gaya-gayaan."
· Biasain lapor yang jujur, meski pahit.
· Jauhin hadiah dan fasilitas yang nggak jelas.
· Punya penasihat spiritual yang bisa ngasih tau yang bener.
Doa-Doa buat Pemimpin yang Baik
اللهم اجعل ولايتنا فيمن خافك واتقاك واتبع رضاك “Ya Allah,jadikanlah pemimpin kami orang yang takut kepada-Mu, bertakwa, dan mengikuti keridaan-Mu.”
اللهم جنب ولاة أمورنا الظلم والفساد والخيانة “Ya Allah,jauhkan para pemimpin kami dari zalim, korupsi, dan khianat.”
Kata-Kata Bijak Para Ulama Top
· Hasan al-Bashri: "Jabatan itu ujian, yang selamat cuma sedikit."
· Imam al-Ghazali: "Rakyat rusak biasanya karena pemimpinnya rusak dulu."
· Jalaluddin Rumi: "Pemimpin itu cahaya. Kalo redup, negaranya ikutan gelap."
· Syekh Abdul Qadir al-Jailani: "Kalo dapet jabatan, jalani dengan takut dan jujur."
Testimoni Tokoh Nasional Kita
· Gus Baha: "Pemimpin harus takut sama Allah. Takut sama rakyat aja nggak cukup."
· Ustadz Adi Hidayat: "Amanah itu urusan syariat, bukan cuma moral. Khianat = dosa besar."
· Buya Yahya: "Jabatan itu bakal ditanya. Kalo mau selamat, banyakin jujur."
· Ustadz Abdul Somad: "Korupsi dan nipu rakyat itu perusak bangsa. Nerakanya panjang."
Daftar Pustaka (Tetap Keren)
· Shahih al-Bukhari
· Shahih Muslim
· Ihya’ Ulumuddin — Imam al-Ghazali
· Al-Fath ar-Rabbani — Syekh Abdul Qadir al-Jailani
· Mathnawi — Jalaluddin Rumi
· ...dan lainnya.
Catatan Redaksi
Beberapa cerita atau contoh yang dipake, kalo masuk kategori Israiliyat (cerita dari tradisi Yahudi-Nasrani), cuma buat bahan renungan aja ya, bukan buat dalil. Tujuannya biar wawasan moral kita makin kaya.
Ucapan Terima Kasih
Big thanks buat semua pembaca dan para guru yang selalu ngajarin nilai kejujuran dan amanah di tengen gegap gempita zaman now ini. You all rock



