Hubungi Kami

Thursday, January 1, 2026

894. KEKUATAN TAUHID: KETIKA “BISMILLAH” DAN “LAA ILAAHA ILLALLAH” MENGHIDUPKAN HATI YANG MATI.



 Hadis Ketiga Puluh Enam (36): Keutamaan Ayat-Ayat Tertentu.


Nauf al-Khawari Diriwayatkan dari Wahab.

Nauf al-Khawari  bin Munabbah bahwa ia berkata, “Sesungguhnya salah seorang dari para santri Nabi Isa ‘alaihi as- salam yang bernama Nauf hendak pergi menemui Raja Paris dan mengajaknya beriman. Suatu ketika Nauf telah sampai di pintu kota Paris. Ia melihat anak-anak kecil sedang memainkan sebuah permainan (yang menggunakan kaki). Dalam permainan tersebut, barang siapa yang menang maka akan mengambil sejumlah uang sebanyak 40 dirham. Nauf al- Khawari memperhatikan mereka. Kemudian ia tahu cara bermainnya. Ia pun ikut serta dalam permainan tersebut dan berhasil mengalahkan mereka semua. Di antara anak-anak kecil itu ada seorang anak yang merupakan anak patih Raja Paris. Anak itu berkata:

Wahai orang tua! Mampirlah ke rumahku.’

‘Temuilah ayahmu dulu dan mintalah izin darinya jika kamu mau memampirkanku ke rumahmu!’ jawab Nauf al- Khawari.

Kemudian anak itu pulang dan menemui ayahnya. Ia berkata kepada ayahnya;

‘Wahai ayahku! Saat itu kami sedang bermain. Kemudian ada orang yang sudah tua ikut bermain bersama kami. Kemudian ia berhasil mengalahkan kami semua. Saya sangat kagum dengan kecakapannya. Lantas saya mengundangnya untuk mampir ke rumah. Akan tetapi ia tidak mau dan berkata kepadaku; ‘Temuilah ayahmu dulu dan mintalah izin darinya jika kamu mau memampirkanku ke rumahmu!’

Kemudian ayah anak itu menjawab:

‘Wahai anakku! Temuilah ia! Dan bawalah ia kemari!’

Setelah mendapat izin dari ayahnya, si anak pergi menemui Nauf. Ia mengajaknya mampir ke rumah dan pulang bersama. Ketika masuk rumah, Nauf

rumah itu dipenuhi dengan setan- setan. Kemudian ketika Nauf membaca  “ﷲ  ِﻢ ْﺴ  ﺑِ”,  setan-setan  itu pergi. Kemudian ketika tuan rumah meletakkan hidangan di depan Nauf, setan-setan datang hendak makan bersama mereka seperti biasanya. Kemudian Nauf ketika hendak makan, ia membaca “ﷲ    ِﻢ ْﺴ  ﺑِ”.    Kemudian    setan-setan pergi dan keluar dari rumah itu berlarian. Selesai makan bersama, si ayah atau patih Raja berkata kepada Nauf:

Wahai orang tua! Beritahu saya siapakah anda sebenarnya? Saya melihat hal-hal ganjil luar biasa dari diri anda yang belum pernah saya lihat dari siapapun. Ketika anda masuk ke dalam rumah, setan-setan pada berlarian. Sebelumnya, ketika kami menghidangkan makanan, kami tidak bisa makan sendiri dan setan-setan selalu ikut makan bersama kami. Tetapi kali ini setan-setan berlarian ketika anda ikut makan. Oleh karena itu, saya tahu kalau anda memiliki sesuatu yang luar biasa. Beritahu saya dan jangan anda sembunyikan identitas anda dariku!”

Nauf menjawab, ‘Baiklah! Saya akan memberitahu anda siapa saya sebenarnya. Akan tetapi jangan memberitahu siapapun tentangku kecuali dengan izinku.’

‘Baiklah!’ kata patih Raja sambil berjanji.

Nauf menjelaskan, ‘Sesungguhnya Nabi Isa ‘alaihi as-salam menyuruhku datang kepada kalian dan raja kalian untuk mengajak iman kepada Allah, masuk Islam, hanya menyembah- Nya, tidak menyekutukan apapun dengan-Nya, dan membakar berhala-berhala dan patung- patung kalian.’

Patih Raja berkata, ‘Jelaskan kepada saya tentang Tuhan anda!’

Nauf menjelaskan, ‘Allah adalah Tuhan yang tidak ada tuhan melainkan Dia yang telah menciptakanmu,    memberimu rizki, menghidupkanmu dan mematikanmu.’

Kemudian patih Raja beriman, membenarkan ajaran Nauf dan menyembunyikan keimanannya.

Pada suatu hari, ketika Patih Raja pulang dari menemui Raja Paris, ia terlihat sangat sedih dan murung. Nauf bertanya;

‘Wahai Patih! Saya melihat anda bersedih dan murung. Apa yang membuatmu demikian?’

Patih Raja menjawab, ‘Kuda kesayangan Raja telah mati. Raja selalu mengendarai kuda itu dan tidak mau mengendarai yang lain. Ia sangat mencintainya lebih daripada hartanya. Ia duduk bersedih atas kematian kudanya itu.’

Nauf berkata, ‘Wahai Patih! Pergilah menemui Raja. Beritahu ia kalau anda memiliki seorang tamu yang mengatakan, ‘Jika Raja menurutiku tentang apa yang akan saya katakan, maka saya akan menghidupkan kembali kudanya.’’

Setelah itu, Patih pun pergi dengan perasaan senang menemui Raja dan berkata;

‘Wahai Raja! Saya memiliki seorang tamu yang mengatakan, ‘‘Jika Raja menurutiku tentang apa yang akan saya katakan, maka saya akan menghidupkan kembali kudanya dengan izin Allah.’’

menuruti anda dan mengundang anda untuk menemuinya.’

Kemudian, ketika Nauf al-Khawari sampai di istana Raja dan hendak memasukinya, ia membaca “ﷲ ِﻢ ْﺴ  ﺑِ” hingga tidak ada satu setan pun yang berada di istana tersebut. Ketika Nauf telah memasukinya, Raja berkata;

‘Wahai orang tua! Aku mendengar kalau kamu bisa menghidupkan makhluk yang telah mati. Maka dari itu, hidupkanlah kembali kuda kesayanganku ini!’

Nauf menjawab, ‘Apabila anda menuruti apa yang akan saya katakan, maka saya akan menghidupkan kembali kuda kesayangan anda dengan izin Allah Ta’ala.’

Raja berkata, ‘Baiklah! Saya bersedia. Sebutkan apa yang kamu perintahkan kepadaku!’

Nauf bertanya, ‘Apakah anda memilih anak-anak?’

Raja menjawab, ‘Aku hanya memiliki seorang ayah dan istri. Aku tidak memiliki siapapun kecuali mereka berdua.’

Nauf berkata, ‘Panggillah mereka berdua!’

Kemudian ayah Raja dan istrinya pun datang.

‘Panggilah semua rakyat anda!’ kata Nauf.

Kemudian Raja memanggil semua rakyatnya. Mereka semua telah berkumpul.

Nauf memegang salah satu kaki kuda  dan  mengatakan  “اﷲ إﻻ إﻟﻪ ﻻ”.

Kemudian kaki yang Nauf pegang pun bergerak. Kemudian ia berkata    kepada    Raja, ‘Perintahkanlah ayah dan istri anda untuk memegang masing- masing kaki kuda ini dan anda sendiri!’

Kemudian mereka bertiga memegang masing-masing kaki kuda.

‘Raja!  Katakanlah  “اﷲ إﻻ إﻟﻪ ﻻ”!’  kata Nauf.

Kemudian Raja mengatakannya dan kaki yang ia pegang pun bergerak. Kemudian Nauf berkata kepada ayah Raja;

‘Anda juga! Katakan “اﷲ إﻻ إﻟﻪ ﻻ”!’ Kemudian kaki yang ayah Raja pegang    pun    juga    bergerak.

Kemudian Nauf berkata kepada

istri Raja,

‘Anda juga! Katakan “اﷲ إﻻ إﻟﻪ ﻻ”!’

Kemudian kaki yang istri Raja pegang pun juga bergerak.

Hanya tertinggal jasad kuda yang belum bergerak. Kemudian Nauf berkata kepada Raja;

‘Wahai Raja! Perintahkan semua rakyatmu mengatakan “اﷲ إﻻ إﻟﻪ ﻻ”!’

Kemudian semua rakyat Raja pun mengatakannya. Tiba-tab kuda itu berdiri dengan izin Allah. Kemudian Nauf meniup ubun- ubun kuda. Akhirnya, semua orang merasa kagum dan mereka semua masuk Islam.

........

KEKUATAN TAUHID: KETIKA “BISMILLAH” DAN “LAA ILAAHA ILLALLAH” MENGHIDUPKAN HATI YANG MATI

Di zaman apa pun, Allah tidak mengubah dunia dengan keramaian manusia,

tetapi dengan ketulusan tauhid di dalam hati seorang hamba.

Nauf al-Khawari bukan raja.

Bukan panglima.

Bukan pula orang kaya.

Ia hanyalah seorang santri Nabi Isa ‘alaihi as-salam

yang membawa dua kalimat sederhana:

Bismillah

Laa ilaaha illallah

Namun dua kalimat inilah yang:

Mengusir setan dari rumah

Membersihkan istana

Menggerakkan kaki kuda yang mati

Menghidupkan iman dalam hati satu negeri

1. BISMILLAH: PEMBUKA HIJAB ANTARA HATI DAN ALLAH

Ketika Nauf masuk rumah patih,

ia tidak membawa senjata,

tidak membawa azimat,

tidak membawa ilmu sihir.

Ia hanya mengucapkan:

بِسْمِ اللَّهِ

Dan setan-setan pun berlarian.

📖 Dalil Al-Qur’an:

“Dan sungguh, hamba-hamba-Ku, tidak ada kekuasaan bagimu (wahai setan) atas mereka.”

(QS. Al-Hijr: 42)

📖 Hadis Rasulullah ﷺ:

“Jika seseorang masuk rumahnya lalu menyebut nama Allah, setan berkata:

‘Tidak ada tempat bermalam bagi kalian.’”

(HR. Muslim)

🔍 Pelajaran Tasawuf: Setan tidak takut pada suara,

tidak takut pada gelar,

tetapi takut pada hati yang hadir bersama Allah.

Banyak rumah hari ini megah, tapi kosong dari Bismillah. Akibatnya:

hati sempit

rezeki terasa kurang

ibadah terasa berat

2. MAKAN TANPA BISMILLAH: SETAN IKUT MAKAN

Patih berkata:

“Kami tidak bisa makan sendiri, setan selalu ikut makan.”

📖 Hadis Nabi ﷺ:

“Setan menghalalkan makanan yang tidak disebut nama Allah.”

(HR. Muslim)

🔍 Makna Tasawuf: Setan bukan hanya memakan nasi, tetapi memakan keberkahan.

Banyak orang makan kenyang, namun hatinya tetap lapar. Karena yang dimakan bukan sekadar makanan, tetapi kehadiran Allah dalam niat.

3. DAKWAH PARA WALI: LEMBUT, TENANG, NAMUN MENGGETARKAN

Nauf tidak memaksa. Ia tidak mencaci. Ia tidak mengancam.

Ia hanya berkata:

“Allah yang menciptakanmu, memberimu rezeki, menghidupkanmu, dan mematikanmu.”

📖 Dalil Al-Qur’an:

“Serulah ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang baik.”

(QS. An-Nahl: 125)

🔍 Tasawuf mengajarkan: Hidayah bukan hasil debat, tetapi pantulan cahaya tauhid dari hati ke hati.

4. LAA ILAAHA ILLALLAH: KUNCI KEHIDUPAN

Kuda itu mati. Tulang dan dagingnya tak bernyawa. Namun ketika kalimat tauhid diucapkan:

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ

Satu kaki bergerak. Lalu kaki lainnya. Hingga seluruh jasad hidup kembali.

📖 Dalil Al-Qur’an:

“Ketahuilah, dengan mengingat Allah hati menjadi hidup dan tenang.”

(QS. Ar-Ra’d: 28)

📖 Hadis Nabi ﷺ:

“Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Allah dan yang tidak berdzikir,

seperti orang hidup dan orang mati.”

(HR. Bukhari)

🔍 Makna Tasawuf yang dalam: Yang mati sesungguhnya bukan kuda, tetapi hati manusia.

Hari ini:

badan hidup

teknologi maju

kota gemerlap

Namun berapa banyak hati yang mati? Karena jauh dari Laa ilaaha illallah.

5. TAUHID YANG DIUCAPKAN BERSAMA-SAMA MENGUBAH SEJARAH

Kuda hidup ketika seluruh rakyat mengucapkan tauhid.

📖 Dalil Al-Qur’an:

“Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka.”

(QS. Ar-Ra’d: 11)

🔍 Renungan untuk zaman ini: Jika satu negeri ingin hidup, bukan dengan senjata, bukan dengan harta, tetapi dengan kembali bertauhid bersama-sama.

PENUTUP RENUNGAN TASAWUF

Wahai hati… Jika setan masih betah di rumahmu, jangan salahkan dunia.

Jika ibadah terasa berat, jangan salahkan zaman.

Periksa:

adakah Bismillah di awal langkahmu?

adakah Laa ilaaha illallah benar-benar hidup di hatimu?

Karena:

Tauhid bukan sekadar ucapan lisan,

tetapi cahaya yang jika masuk ke hati,

ia mampu menghidupkan yang mati.

اللهم أحيِ قلوبنا بالتوحيد

Ya Allah, hidupkan hati kami dengan tauhid 🤲

.........

KEKUATAN TAUHID: PAS "BISMILLAH" DAN "LAA ILAAHA ILLALLAH" BIKIN HATI YANG UDAH MATI HIDUP LAGI

Nauf, santrinya Nabi Isa ‘alaihis salam, dateng ke Paris buat ngajak Raja beriman. Pas sampe gerbang kota, dia lihat anak-anak main game pake kaki. Nauf ikutan dan menangin semua.

Anak sang Patih (kanan tangan Raja) ngajak Nauf ke rumahnya. Nauf minta izin dulu sama ayahnya. Pas di rumah, Nauf baca "Bismillah" dan setan-setan yang biasa nongkrong di rumah itu kabur lari. Pas makan, dia baca lagi "Bismillah", setan-setan pada kabur lagi.

Sang Patih penasaran banget, nanya siapa Nauf sebenarnya. Nauf jelasin kalo dia diutus Nabi Isa buat ngajak mereka nyembah Allah saja. Sang Patih pun langsung beriman diam-diam.

Suatu hari, kuda kesayangan Raja mati. Raja sedih banget. Nauf nyuruh Patih bilang ke Raja, kalo dia bisa ngidupin kuda itu dengan izin Allah, asal Raja nurutin syaratnya.

Raja setuju. Nauf dateng ke istana, baca "Bismillah", semua setan pada kabur. Semua orang dikumpulin: Raja, ayahnya, istrinya, dan semua rakyat.

Nauf pegang kaki kuda, ucapin "Laa ilaaha illallah", kakinya langsung bergerak. Raja, ayahnya, dan istrinya disuruh pegang kaki lain dan ucapin "Laa ilaaha illallah". Kaki yang mereka pegang langsung bergerak juga.

Terakhir, Nauf suruh seluruh rakyat ucapin "Laa ilaaha illallah" bareng-bareng. Seketika, dengan izin Allah, kuda itu bangkit hidup lagi!

Semua yang liat langsung kagum dan akhirnya masuk Islam.

....

Gini loh, guys. Di zaman apapun, Allah gak pernah gantiin dunia cuma karena rame-rame orang.

Tapi karena ada ketulusan tauhid di hati satu orang aja.

Nauf al-Khawari, itu bukan raja, bukan jenderal, bukan juga orang tajir.

Dia cuma santrinya Nabi Isa ‘alihis-salam yang bawa dua kalimat simpel banget:

Bismillah Laa ilaaha illallah

Tapi, dua kalimat ini ternyata:

· Ngeusir setan dari rumah

· Bersihin istana

· Ngegerakin kaki kuda yang udah mati

· Nghidupin iman di hati satu negeri


1. BISMILLAH: KODE UNLOCK HUBUNGAN HATI SAMA ALLAH

Pas Nauf masuk rumah si patih, dia gak bawa senjata,gak bawa jimat, apalagi ilmu sihir. Cuma ngucapin: بِسْمِ اللَّهِ

Dan setan-setan pun kabur berhamburan.

📖 Dalil Al-Qur’an: “Dan sungguh,hamba-hamba-Ku, tidak ada kekuasaan bagimu (wahai setan) atas mereka.” (QS.Al-Hijr: 42)

📖 Hadis Rasulullah ﷺ: “Jika seseorang masuk rumahnya lalu menyebut nama Allah,setan berkata: ‘Tidak ada tempat bermalam bagi kalian.’” (HR.Muslim)

🔍 Pelajarannya: Setan gak takut sama suara keras, gak takut sama gelar mentereng. Mereka takut sama hati yang lagi full hadir sama Allah.

Banyak rumah sekarang mewah, tapi kosong dari Bismillah. Akibatnya:

· Hati jadi sempit

· Rezeki seret terus

· Ibadah terasa berat

2. MAKAN TANPA BISMILLAH? SETAN IKUT NIKMATIN

Si patih ngomong: “Kami gak bisa makan sendirian,tiap kali makan, setan ikutan nimbrung.”

📖 Hadis Nabi ﷺ: “Setan menghalalkan makanan yang tidak disebut nama Allah.” (HR.Muslim)

🔍 Makna deep-nya: Setan gak cuma makan nasinya, tapi dia makan berkahnya. Makanya banyak orang perut kenyang, tapi hati tetap lapar. Soalnya yang dimakan cuma fisiknya, gak ada kehadiran Allah di niatnya.

3. CARA DAKWAH PARA WALI: SOFT POWER TAPI NANCEP

Nauf gak maksa, gak nyinyir, apalagi ancam-ancam. Cuma bilang: “Allah yang nciptain lu,kasih rezeki, ngasih hidup, dan yang akan matiin lu.”

📖 Dalil Al-Qur’an: “Serulah ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang baik.” (QS.An-Nahl: 125)

🔍 Intinya: Hidayah itu bukan hasil debat kusir, tapi pantulan cahaya tauhid dari hati ke hati. Kayak WiFi spiritual, gak keliatan tapi nyambung.

4. LAA ILAAHA ILLALLAH: PASSWORD BUAT NGHIDUPIN YANG MATI

Kuda itu udah mati. Tulang sama dagingnya gak bergerak. Tapi pas kalimat tauhid diucapin: لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ

Satu kaki bergerak. Terus kaki lainnya. Sampe akhirnya hidup lagi sepenuhnya.

📖 Dalil Al-Qur’an: “Ketahuilah,dengan mengingat Allah hati menjadi hidup dan tenang.” (QS.Ar-Ra’d: 28)

📖 Hadis Nabi ﷺ: “Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Allah dan yang tidak berdzikir,seperti orang hidup dan orang mati.” (HR.Bukhari)

🔍 Truth bomb: Yang mati sebenernya bukan kudanya, tapi hati manusia.

Sekarang:

· Badan hidup, sehat

· Teknologi canggih

· Kota gemerlap

Tapi berapa banyak hati yang udah mati? Karena jauh banget sama Laa ilaaha illallah.

5. TAUHID YANG DIUCPAIN BAREng-BARENG BISA GANTIIN NASIB

Kuda hidup pas seluruh rakyat barengan ngucapin tauhid.

📖 Dalil Al-Qur’an: “Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum,hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka.” (QS.Ar-Ra’d: 11)

🔍 Renungan buat zaman now: Kalau satu negeri pengen bener-bener hidup, bukan dengan senjata, bukan dengan harta, tapi dengan kembali ke tauhid bareng-bareng.

PENUTUP: CHECK YOUR HEART ❤️🔥

Wahai hati… Kalau setan masih betah nongkrong di"rumah"-mu, jangan nyalahin dunia. Kalau ibadah masih berat,jangan nyalahin zaman.

Coba checklist:

· Ada gak Bismillah di awal setiap langkahmu?

· Ada gak Laa ilaaha illallah yang bener-bener hidup di hatimu?

Soalnya: Tauhid itu bukan cuma ucapan doang, tapicahaya yang kalo udah masuk ke hati, bisa ngidupin yang udah mati.

اللهم أحيِ قلوبنا بالتوحيد 

Ya Allah,hidupkan hati kami dengan tauhid 🤲


---


Gimana? Tetap dalam dan meaningful, tapi lebih relatable buat obrolan santai atau konten kekinian.

No comments:

Post a Comment