HATI YANG SAKIT, AMAL YANG TERTIPU
Bab tentang penyakit hati Ibnul Qayyim menjelaskan:
Ujub muncul karena mengingat amal dan lupa dosa
Hasad dan keluh kesah muncul karena melihat dunia ke atas
Kesombongan lahir karena melihat ibadah ke bawah......
........
Imam Ibnul Qayyim رحمه الله menjelaskan bahwa banyak penyakit hati bukan karena kurangnya amal, tetapi karena cara memandang amal dan dunia.
🔹 Ujub lahir ketika seseorang mengingat amalnya namun melupakan dosanya.
Padahal Allah berfirman:
“Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui siapa yang bertakwa.”
(QS. An-Najm: 32)
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Seandainya kalian tidak berbuat dosa, niscaya Allah akan mengganti kalian dengan kaum yang berbuat dosa lalu mereka memohon ampun, maka Allah mengampuni mereka.”
(HR. Muslim)
🔹 Hasad dan keluh kesah muncul karena melihat urusan dunia kepada yang di atas.
Allah mengingatkan:
“Dan janganlah engkau tujukan pandanganmu kepada apa yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka sebagai bunga kehidupan dunia.”
(QS. Thaha: 131)
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Lihatlah kepada orang yang berada di bawah kalian dalam urusan dunia, dan jangan melihat kepada yang di atas kalian, agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah.”
(HR. Muslim)
🔹 Kesombongan lahir ketika seseorang melihat ibadahnya kepada yang di bawah.
Padahal Nabi ﷺ bersabda:
“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.”
(HR. Muslim)
Orang yang selamat bukan yang paling banyak amalnya, tetapi yang paling takut amalnya tertolak.
MUHASABAH DIRI
Tanyakan pada hati kita:
Apakah aku lebih sering menghitung amal atau menangisi dosa?
Apakah aku lebih sering mengeluh karena dunia atau bersyukur atas nikmat?
Apakah aku merasa lebih baik dari orang lain karena ibadahku?
Allah berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah ia persiapkan untuk esok hari.”
(QS. Al-Hasyr: 18)
CARA MUHASABAH YANG BENAR
Hitung dosa sebelum menghitung amal
Bandingkan dunia dengan yang di bawah, akhirat dengan yang di atas
Takuti amal tidak diterima, bukan bangga telah beramal
Perbanyak istighfar setelah ibadah, sebagaimana sunnah Nabi ﷺ
Berdoa agar diberi hati yang bersih, bukan sekadar amal yang banyak
DOA
Allahumma laa taj‘alna minal mu‘jabîn, wa laa minal hāsidîn, wa laa minal mutakabbirîn.
Ya Allah, jangan Engkau jadikan kami termasuk orang yang ujub, hasad, dan sombong. Bersihkan hati kami dari penyakit yang merusak amal. Terimalah amal kami meski penuh kekurangan.
UCAPAN TERIMA KASIH
Terima kasih ya Allah atas dosa yang masih Engkau tutupi,
atas amal yang masih Engkau izinkan,
dan atas peringatan yang Engkau sampaikan sebelum kami menghadap-Mu.
“Ya Allah, perbaikilah hati kami, karena sesungguhnya hati inilah penentu selamat atau binasa.”
...........

